Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Napak Tilas Perjalanan Cinta B.J. Habibie dan Ainun

Habibie dan Ainun

“Antara saya dan Ainun, adalah dua raga tapi dalam satu jiwa”

Indonesia berduka — Berita duka datang dari B.J. Habibie, presiden ketiga Indonesia. Pada usia 83 tahun, Habibie meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat. Suasana duka ini mengingatkan kita pada kesetiaan Habibie dan cintanya yang tulus kepada Ainun yang sudah meninggalkannya terlebih dahulu sembilan tahun yang lalu. Bahkan, Habibie sudah berpesan untuk bisa dimakamkan di samping pujaan hatinya, Ainun. Inilah napak tilas perjalanan cinta kedua insan yang kini dipertemukan kembali di dimensi yang lain.

Pertemuan Habibie dan “Si Gula Jawa”

habibie meninggal

Seperti halnya film romantis, ternyata Habibie dan Ainun sudah berkenalan sejak usia 12 tahun. Saat bersekolah, Habibie sering sekali dijodoh-jodohkan dengan Ainun oleh teman-temannya. Habibie pun kerap memanggil Ainun dengan sebutan “Si Gula Jawa” karena kulitnya yang kecokelatan. 

Habibie dan Ainun menikah pada 1962

habibie meninggal dunia

Meski pada awalnya Habibie tidak memiliki ketertarikan pada Ainun, namun benih-benih cinta mulai tumbuh saat mereka berdua dipertemukan kembali saat Habibie pulang ke Indonesia selesai bersekolah di luar negeri. Saat itulah Habibie terpesona melihat kecantikan Ainun. 

Saat selesai SMA, Habibie berkuliah di ITB dan melanjutkan kuliah ke teknik penerbangan di Jerman. Sementara itu, Ainun berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Meski sempat tidak berkomunikasi, Habibie akhirnya bertemu dengan Ainun, “Si Gula Jawa” dan jatuh cinta kepadanya. 

Mereka berdua kemudian menikah di tahun 1962 di Bandung dan kisah cintanya kembali berlanjut. Mereka berdua dikaruniai dua orang putra laki-laki dan hidup harmonis. Hampir setengah abad, Habibie dan Ainun tetap mempertahankan rumah tangga dan cintanya. Hal yang mampu memisahkan mereka hanyalah maut. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia.

Menjemput Ainun di dimensi lain

habibie meninggal

“Dulu saya takut sekali mati tapi sekarang tidak. Karena yang pertama menemui saya adalah Ainun.”

Bagi Habibie, raganya boleh terpisah dengan Ainun saat pujaan hatinya meninggal dunia sembilan tahun yang lalu. Namun jiwa dan cinta Ainun tetap ada di hatinya. Habibie mengaku bahwa ia benar-benar terpukul dan hatinya sangat hancur. 

Ia pernah mengungkapkan bahwa kepergian Ainun membuatnya merasa tidak takut mati karena ia tahu Ainun akan menjemputnya di “dimensi lain”. Saat ia diwawancara, Habibie pun mengungkapkan bahwa ia ingin dikuburkan di samping Ainun saat ia meninggal. Pada tanggal 11 September 2019, Habibie meninggal dunia dan dimakamkan tepat di sebelah Ainun. 

Baca lainnya: #MUDA, UNGGUL, BERKARYA: Makna Dibalik Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-74

You might also like