Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Bagaikan Raksasa yang Tertidur, Inilah Beberapa Gunung Api Dorman di Dunia

Bisa terbangun dan kembali erupsi di masa mendatang

Sebagai orang yang tinggal di negara bericincin api, kamu mungkin sudah mengenal apa itu gunung api aktif, yakni gunung yang sudah dan masih melakukan aktivitas fisik seperti meletus dan mengeluarkan lahar dan magma. Selain jenis aktif, gunung api juga diklasifikasikan ke dalam dua jenis lainnya, yaitu punah dan dorman atau tidur. Dari namanya, kamu pasti sudah paham bahwa gunung punah dianggap tidak akan bererupsi lagi.

Sementara itu, gunung api dorman bisa diartikan sebagai gunung yang sudah lama tidak erupsi namun diperkirakan akan bererupsi lagi tanpa ada kepastian waktu. Dalam kasus ini, tidak ada yang tahu berapa lama gunung api dorman akan tertidur, bisa puluhan, ratusan atau bahkan ribuan tahun. Karenanya, penentuan batas tahun tidurnya pun menjadi perdebatan di kalangan vulkanolog. Sebagian menggolongkan gunung yang belum erupsi dengan batas maksimal 10.000 tahun sebagai gunung api dorman.

Dari ribuan gunung api dorman di berbagai negara, berikut ini adalah 10 yang paling dikenal. Yuk intip informasinya!

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Mauna Kea, Amerika Serikat

@alexeckermann via Unsplash

Mauna Kea merupakan gunung tertinggi dari lima gunung api di Big Island, Hawaii sekaligus tertinggi di dunia jika dihitung dari kaki hingga puncak. Dari atas permukaan laut, Mauna Kea hanya memiliki tinggi 4.205 meter sementara tinggi Everest sebagai puncak tertinggi dunia mencapai 8.848 meter. Berbeda dengan Everest yang kakinya berada di atas tanah, kaki Mauna Kea berada di kedalaman 6.000 meter sehingga tinggi keseluruhannya mencapai sekitar 10.210 meter.

Erupsi terakhir dari Mauna Kea diperkirakan terjadi sekitar 4.600 tahun yang lalu. Meski begitu, gunung ini termasuk ke dalam kategori gunung api dorman. Karenanya, gunung ini memiliki kemungkinan untuk terbangun dan meletus suatu hari nanti terutama jika gempa bumi terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Tidak Hanya Bogor, Ini Dia Kota-Kota Di Dunia Yang Dijuluki Sebagai Kota Hujan

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Sete Cidades, Portugis

@gaetanbe via Unsplash

Gunung api dorman Sete Cidades berlokasi di bagian paling barat Pulau São Miguel, Portugis. Gunung satu ini memiliki kaldera puncak selebar 5 km dengan kedalaman 457 meter yang diisi oleh Danau Hijau dan Biru. Kedua danau tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan karena perbedaan warnanya yang memukau.

Dengan ketinggian mencapai 856 meter, Sete Cidades diperkirakan telah erupsi sebanyak delapan kali sejak abad ke-15 (sekitar tahun 1444). Letusan keluar dari kaldera serta saluran bawah laut di dekat pesisir barat. Erupsi terakhirnya diketahui terjadi pada tahun 1880 juga dari saluran bawah laut.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung Teide, Spanyol

@marekpiwnicki via Unsplash

Berlokasi di Kepulauan Canary, Gunung Teide merupakan puncak tertinggi Spanyol sekaligus gunung api terbesar ketiga di dunia. Jika dihitung dari lantai samudra, tinggi Gunung Teide mencapai 7.498 meter, menjadikannya gunung api tertinggi keempat di dunia. Berstatus sebagai gunung api dorman, erupsi terakhir terjadi pada 18 November, 1909 di saluran El Chinyero. Erupsi ini terjadi secara tiba-tiba dan para peneliti berpendapat hal ini akan terulang kembali.

Sementara itu, erupsi dari puncak terakhir terjadi 850 Anno Domini. Saat itu, gunung mengeluarkan lava hitam yang kini menutupi gunug tersebut. Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi menjadikannya salah satu dari 16 Gunung Api Dekade Ini yang diawasi dengan ketat karena riwayat erupsi serta kedekatannya pada area dengan populasi besar.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung Ararat, Turki

@danborn via Unsplash

Dengan ketinggian 5.137 meter, Gunung Ararat menjadi puncak tertinggi di Turki. Gunung ini terdiri dari dua puncak berlapis salju yang terpisah sejauh 11 km. Berdasarkan Alkitab, Gunung Ararat juga dipercaya menjadi lokasi mendaratnya Bahtera Nuh. Sejumlah orang bahkan mengaku telah menemukan berbagai potongan bahtera di lereng gunung. Erupsi terbesar Ararat diperkirakan terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sementara itu, erupsi teranyarnya berlangsung pada tahun 2 Juli, 1840. Erupsi tersebut diakibatkan sebuah gempa bumi besar yang juga menyebabkan longsor.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Solfatara, Italia

via vulcanosolfatara.it

Solfatara merupakan gunung berkawah dangkal yang menjadi bagian dari kawasan supervolcano Campi Flegrei. Meski dianggap dorman, Solfatara masih mengeluarkan semburan uap dengan asap belerang melalui banyaknya fumarol di lantai gunung tersebut. Gunung satu ini diperkirakan terbentuk sekitar 4.000 tahun lalu dan erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 1198. Erupsi tersebut kemungkinan berupa letusan freatik, yaitu keluarnya magma akibat pengaruh uap yang disebabkan oleh sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung Hood, Amerika Serikat

@sean_estergaard via Unsplash

Dengan ketinggian mencapai 3.426 meter, Gunung Hood menjadi puncak tertinggi serta gunung yang paling mungkin meletus di Oregon. Gunung yang pertama kali ditemukan oleh penjelajah Eropa pada tahun 1792 ini termasuk dorman dan terakhir kali meletus sekitar tahun 1865-66.

Pada 1903, Gunung Hood sempat mengeluarkan uap serta abu (tefra) berskala kecil. Banjir glasial, aliran debris, dan gempa bumi juga kerap terjadi di sana. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk dianggap sebagai situasi yang mengkhawatirkan. Meski begitu, pada tahun 2006 lalu, seorang vulkanolog bersama Survei Geologi Amerka Serikat melabeli Gunung Hood sebagai gunung api paling berbahaya keempat di negara tersebut.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Agua de Pau, Portugis

via volcano.si.edu

Agua de Pau merupakan gunung api dorman yang terletak di Pulau São Miguel. Sebuah kaldera terbentuk sekitar 15.000 tahun lalu dan diisi oleh Danau Lagoa do Fogo. Erupsi terakhirnya diperkirakan terjadi pada tahun 1563-644. Selama erupsi tersebut, Danau Lagoa do Fogo terbentuk sebagai akibat dari hancurnya kaldera Agua de Pau. Selain itu, pada 1988, Agua de Pau terdeteksi menunjukkan sejumlah aktivitas gempa bumi kecil dan getaran harmonik lemah.

Baca Juga: Jarang Terdengar, Ini Dia 5 Pulau Terpencil di Dunia

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung Rainier, Amerika Serikat

Intricate Explorer via Unsplash

Pemandangan indah di Gunung Rainier ternyata menyimpan bahaya besar. Gunung yang dorman sejak erupsi terakhirnya pada 1894 ini merupakan gunung dengan kandungan es gletser terbanyak dibandingkan gunung-gunung lain di Amerika Serikat. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran saat gunung tersebut terbangun ditambah dengan banyaknya warga yang tinggal di dekat gunung tersebut. Karena itu, gunung juga termasuk ke dalam Gunung Api Dekade Ini.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung Shasta, Amerika Serikat

Marco Bicca via Unsplash

Dikenal sebagai puncak tertinggi kelima di California, Gunung Shasta memiliki empat kerucut yang terbentuk lebih dari 600.000 tahun lalu. Berrdasarkan catatan erupsi selama 10.000 tahun terakhir, satu letusan biasanya terjadi setiap 600-800 tahun di gunung Shasta. Letusan terakhirnya diyakini terjadi pada tahun 1786 berdasarkan informasi dari seorang penjelajah Prancis. Letusan di masa mendatang diperkirakan akan menyemburkan abu, aliran lava, dan arus piroklastik. Hal tersebut dapat membahayakan infrastruktur yang berdiri dalam jarak puluhan km dari gunung.

Gunung Api Dorman di Berbagai Negara: Gunung kilimanjaro, Tanzania

@sickle via Unsplash

Gunung Kilimanjaro memiliki tiga kerucut yaitu Mawenzi, Shira dan Kibo. Mawenzi dan Shira sendiri dianggap sudah punah sementara Kibo merupakan puncak tertinggi di antara ketiganya dan terbilang dorman. Para peneliti memperkirakan bahwa erupsi terakhirnya terjadi sekitar 360.000 tahun lalu. Meski tidak ada erupsi besar dalam kurun waktu belakangan ini, peneliti mendapati adanya aktivitas di gunung tersebut, contohnya emisi gas belerang dari fumarol. Selain itu, pada 2003, peneliti juga melaporkan adanya aliran magma cair 400 meter di bawah puncak Kilimanjaro.

Baca Juga: Pertama Kali Naik Gunung? Jangan Lupa Bawa 6 Perlengkapan Mendaki Gunung Untuk Pemula Ini Ya!

Menyatu dengan Alam Bersama Bobocabin

Pembahasan tentang gunung bikin kamu rindu sama alam? Mampir ke Bobocabin, yuk! Masih bagian dari Bobobox, Bobocabin siap menemani kamu merasakan tenangnya alam berbalut teknologi canggih. Kabinnya dirancang dengan konsep futuristik dan dilengkapi dengan teknologi Internet of Things. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk pengaturan lampu, pintu, jendela dan Bluetooth speaker.

Tempat tidurnya juga nyaman dengan jendela besar yang memudahkan kamu untuk benar-benar bisa meresapi keindahan alam di depan mata. Meski berada di tengah alam, jangan khawatir soal masalah internet. Bobocabin juga dilengkapi dengan Wi-Fi kencang yang siap menemani ketenangan di tengah sejuknya alam. Biar tidak ketinggalan update terbarunya, yuk unduh dulu aplikasi Bobobox!

You might also like