Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Simak Daftar Gunung Api Bawah Laut di Dunia Berikut Ini Untuk Menambah Wawasanmu!

Gunung api bawah laut merupakan gunung yang terbentuk ratusan meter dari dasar samudra dan gagal mencapai permukaan laut. Karena itu, puncak gunung pun berada di bawah permukaan laut.

Namun, gunung-gunung itu bisa saja tumbuh hingga menembus permukaan laut akibat aliran lava pasif yang mengeras menjadi batuan selama jutaan tahun. Fenomena ini selanjutnya disebut pulau vulkanik dan salah satunya bisa kamu jumpai di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat (Gunung Mauna ).

Melansir National Geographic, para peneliti memperkirakan terdapat sekitar 100.000 gunung api bawah laut dengan ketinggian setidaknya 1 km. Namun, jumlah keseluruhan bisa mencapai jutaan, termasuk gunung-gunung pendek seperti perbukitan.

Gunung-gunung tersebut tersebar di lautan dan Samudra Pasifik menjadi rumah bagi sebagian besar gunung-gunung tersebut. Jumlah gunung di dasar Samudra Pasifik sendiri diperkirakan 750 kali lebih banyak dari gunung berapi daratan.

Sama halnya seperti gunung berapi di darat, gunung berapi bawah laut juga bisa menimbulkan bahaya bagi wilayah di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, bahayanya bisa saja lebih besar terutama jika memiliki tipe letusan eksplosif. Namun, sebagian besar erupsi biasanya berubah menjadi aliran lava pasif akibat besarnya tekanan di bawah laut.  

Keberadaan gunung-gunung api bawah laut ini mungkin tidak setenar gunung api daratan dan letusannya juga bisa terjadi tanpa terduga. Nah, buat kamu yang penasaran dengan keberadaannya, berikut ini adalah sejumlah gunung api bawah laut di dunia yang mungkin belum kamu tahu. Yuk tambah wawasan kamu dengan informasi berikut ini!

Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai

Gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai kini tengah menjadi sorotan akibat letusan tidak terduga pada 15 Januari 2022. Letusan tersebut menghasilkan ledakan seperti Guntur yang terdengar selama delapan menit hingga sejauh 9.000 km.

Tak hanya itu, erupsi juga memuntahkan abu vulkanik dan kepulan gas berbentuk jamur setinggi 20 km. Sementara itu,  tsunami setinggi lebih dari satu meter juga menghantam pulau utama Tonga, Tongatapu hingga membanjiri ibukota Nuku’alofa. Gelombang tersebut juga memicu peringatan tsunami di beberapa negara, seperti Jepang, Amerika Serikat (Hawaii, Alaska dan Pantasi Pasifik Amerika Serikat) dan Chili.


Baca Juga: Bagaikan Raksasa Yang Tertidur, Inilah Beberapa Gunung Api Dorman Di Dunia


Gunung West Mata

West Mata merupakan gunung api bawah laut yang berlokasi di Samudra Pasifik Barat Daya antara Fiji, Tonga, dan Samoa. Keberadaan gunung satu ini pertama kali diketahui oleh para ilmuwan yang tengah melakuka ekspedisi ke kawasan Lau-Tonga pada November 2008.

Selanjutnya, dua saluran gunung tersebut terindikasi aktif pada bulan Mei 2009 dan para ilmuwan pun kembali untuk mengamatinya.

Melansir National Geographic, erupsi pada 2009 lalu memuntahkan aliran lava pasif bersuhu 1.204 derajat Celsius. Kala itu, gunung berada sekitar 1.219 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik.

Gunung Loihi

Berlokasi di tenggara Hawaii, Amerika Serikat, Loihi merupakan gunung api bawah laut yang puncaknya berada sekitar 1.000 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik. Meski tidak menunjukkan aktivitas erupsi, Loihi tercatat telah mengalami gempa selama puluhan tahun.

Pada tahun 1996, ada lebih dari 4.000 gempa dan 300 di antaranya berkekuatan lebih dari magnitudo 3,0 dan 95 lebih dari magnitudo 4,0. Pada Mei 2020, tercatat lebih dari 100 gempa di kawasan tersebut. Selain itu, pada 3 Juni 2021 lalu, gempa berkekuatan magnitudo 4,0 juga terdeteksi, namun tidak menimbulkan kerusakan apapun. Menurut para ilmuwan, Loihi akan muncul ke permukaan dalam 50.000 – 200.000 tahun.

Gunung Marsili

Berlokasi di Laut Tirrenia, Italia, Marsili merupakan gunung api bawah laut terbesar di Laut Mediterania. Gunung ini memiliki panjang sekitar 60-70 km, lebar 25-30 km, tinggi 3.000 meter dan puncak serta kawahnya berada dalam jarak 450 meter di bawah permukaan laut.

Berdasarkan sebuah studi terbaru, Gunung Marsili mengalami letusan eksplosif di masa lampau. Gunung ini memiliki kemungkinan untuk erupsi kembali dengan potensi tsunami setinggi 30 meter terutama jika ada longsoran material gunung selama atau setelah erupsi.

Gunung Kavachi

Kavachi merupakan gunung api bawah laut dangkal yang berada di selatan Pulau Vangunu, Kepulauan Solomon, Samudra Pasifik Barat Daya. Erupsi gunung yang terbilang aktif ini kerap menghasilkan pulau-pulau baru.

Setidaknya, ada sembilan pulau baru yang terbentuk sejak letusan pertama yang tercatat pada tahun 1939. Namun, pulau-pulau tersebut tida cukup luas dan kuat sehingga kembali tenggelam setelah beberapa bulan.

Letusan Kavachi umumnya bertipe surtseyan sehingga menimbulkan abu dan uap di atas permukaan laut. selain itu, gunung ini juga mendapat julukan ‘Sharkcano’. Pasalnya, pada 2015 lalu, tim ekspedisi National Geographic menemukan adanya hiu yang hidup di dalam gunung berapi tersebut.   


Baca Juga: Simak Fakta Seputar Gunung Api Paling Aktif Di Dunia Berikut Ini!


Gunung Actea

via nationalgeographic.co.uk

Gunung Actea adalah salah satu dari enam gunung api bawah laut yang ditemukan oleh para ilmuwan saat tengah memetakan lanskap bawah laut perairan Sicilia. Gunung tersebut tidak begitu tinggi, antara 15 hingga 105 meter dari dasar laut.

Namun, yang menjadi masalah adalah letaknya yang berada di kawasan dangkal. Puncaknya juga tidak begitu dalam dan Actea termasuk yang paling dangkal, sekitar 33 meter dari permukaan air. Mengingat betapa sibuknya jalur perairan Sicilia, Actea berisiko menimbulkan bahaya bagi kapal-kapal yang melintas dan populasi di dekat sana.   

Gunung Havre

Berada di lepas pantai New Zealand di Samudra Pasifik, Havre dikenal sebagai gunung api bawah laut terbesar di dunia. Pada tahun 2012 lalu, gunung ini meletus hebat dengan memuntahkan lava, abu dan dan batuan yang diperkirakan 1,5 kali letusan Gunung St. Helens di tahun 1980.

Meski begitu, tidak banyak yang tahu tentang kejadian ini. Uniknya, ketika erupsi berlangsung, seorang penumpang pesawat menyaksikan warna abu-abu dari atas. Mulanya, ia mengira warna aneh di permukaan laut itu sebagai lapisan minyak atau kapal-kapal besar yang mengambang.

Namun, hal itu ternyata merupakan muntahan batuan vulkanik. Ia pun memotret fenomena tersebut dan mengirimkannya pada para ahli geologi. Ketidaksengajaan ini pun akhirnya memicu perburuan internasional atas asal letusan itu.      

Gunung Axial

Berlokasi di lepas pantai Oregon, Axial menjadi gunung api bawah laut paling aktif di kawasan Pasifik Timur Laut. Erupsi terkininya terjadi pada tahun 2015, 2011 dan 1998.

Axial memiliki ketinggian 1.097 meter dengan jarak sekitar 1.400 meter ke permukaan. Gunung ini juga menjadi situs observatorium gunung api bawah laut pertama di dunia bernama NeMO.

Gunung Api Bawah Laut Indonesia

Dari ratusan gunung api bawah laut di Indonesia, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Hobal di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur (pernah menjadi penyebab tsunami di Indonesia dan terakhir kali meletus pada 1999)
  • Banua Wuhu, Pulau Mangehetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (terkini memiliki ketinggian 400 meter dari dasar laut dan pernah menyebabkan tsunami pada 1889)
  • Nieuwerkerk, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (gunung kembar yang berada di kedalaman 2.200 meter dengan ketinggian masing-masing 1.900 meter dan 1.800 meter)
  • Yersey, Kepulauan Banda, Provinsi Maluku (berada  di kedalaman 3.800 meter dari permukaan laut)
  • Sangir, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
  • Emperor of China di bagian barat Laut Banda (puncaknya berada di kedalaman 2.850 meter dan terakhir kali erupsi pada 1927)

Baca Juga: Pecinta Alam Wajib Tahu! Berikut Kasus-Kasus Pendaki Gunung Yang Sempat Hilang Dan Ditemukan Di Indonesia


Menyatu dengan Alam Bersama Bobocabin

Pembahasan tentang gunung bikin kamu rindu sama alam? Mampir ke Bobocabin, yuk! Masih bagian dari Bobobox, Bobocabin siap menemani kamu merasakan tenangnya alam berbalut teknologi canggih.

Kabinnya dirancang dengan konsep futuristik lengkap dengan teknologi Internet of Things. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk pengaturan lampu, pintu, jendela dan Bluetooth speaker. Tempat tidurnya juga nyaman dengan jendela besar yang memudahkan kamu untuk benar-benar bisa meresapi keindahan alam di depan mata.

Meski berada di tengah alam, jangan khawatir soal masalah internet. Fasilitas Wi-Fi akan setia menemani ketenangan kamu di tengah sejuknya alam. Untuk informasi lebih lanjut, yuk unduh dulu aplikasi Bobobox!

You might also like