Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

We’re Always Hiring: Bobobox Raih Employer of the Month Award dari Glints di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi, Bobobox tetap aktif melakukan rekrutmen karyawan lho!

Bobobox mendapatkan kehormatan untuk menerima penghargaan Glints Employer of the Month bersamaan dengan dua perusahaan lainnya pada bulan Agustus kemarin. Glints Employer of the Month adalah sebuah apresiasi dari Glints untuk perusahaan-perusahaan yang aktif menggunakan platform mereka dalam proses-proses rekrutmen. Baru-baru ini, Talent Acquisition Specialist kami di Bobobox, Mohammad Gilang Santika, mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan wawancara dengan Glints. Dalam wawancara ini, Gilang membahas seputar strategi dan upaya yang dilakukan Bobobox untuk tetap aktif merekrut anggota-anggota tim dan sustain dalam menjaga kestabilan Bisnis di tengah pandemi Covid-19.

 

Diskusi HR: Strategi Bobobox dalam Menjaga Kestabilan Bisnis dan Tetap Aktif Merekrut Talent-talent Berpotensial

 

Glints:

Selama pandemi Covid-19 ini salah satu industri yang paling terdampak tentunya industri perhotelan dan pariwisata. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pembatasan travelling oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit juga perusahaan-perusahaan dalam industri ini terpaksa harus melakukan lay-off terhadap karyawannya karena kerugian dan kesulitan yang dialami.

Tapi dalam kondisi pandemi ini, Bobobox gencar banget melakukan rekrutmen-rekrutmen untuk anggota tim baru dan meluncurkan lebih banyaknya cabang hotel kapsul di berbagai kota. Strategi apa sih yang Bobobox gunakan sehingga bisa sustain dalam kondisi pandemi ini?

Bobobox:

Secara internal, mulai dari awal berdirinya Bobobox ini, tim manajemen terus memfokuskan untuk berpikir tentang strategi komprehensif dalam urusan menjaga kestabilan bisnis. Contrary to popular beliefs, meskipun pada umumnya banyak perusahaan teknologi rintisan atau tech startup yang mempunyai budaya ‘bakar uang’, hal tersebut justru merupakan big no dari awal perusahaan ini dibangun. Karena dari itu, kita tetap bisa menjaga dan menjalin hubungan ketenagakerjaan yang baik dengan anggota-anggota tim dan karyawan kami tanpa harus mengambil kebijakan yang extraordinary untuk masalah keuangan dalam kondisi pandemi ini.

Industri perhotelan memang menjadi salah satu industri yang terdampak besar dan secara langsung oleh pandemi ini. Tapi, dalam hotel kapsul Bobobox ini kami menemukan suatu pattern yang unik dari konsumen-konsumen kami. Mereka cenderung menggunakan Bobobox untuk durasi tinggal lebih lama. Hal tersebut kami telaah karena didasari atas kepercayaan publik atas jaminan kesehatan, kenyamanan dan aksesibilitas dari produk dan service yang kami tawarkan.

 

Glints:

Apa sajakah aturan kerja yang diubah oleh Bobobox selama sebelum dan setelah terjadinya pandemi Covid-19 ini?

Bobobox:

Sama seperti mayoritas perusahaan pada umumnya, kami menerapkan work from office atau bekerja di dalam kantor saat sebelum pandemi ini terjadi. Ketika pandemi terjadi, kami pun mengubah aturan kerja baru menjadi work from home atau WFH. Ketika mengimplementasikan WFH, kamu menggunakan bantuan sistem HRMS untuk membantu urusan absensi karyawan. Sedangkan untuk tracking produktivitas karyawan, kami menerapkan daily check-in dan check out sebagai cerminan budaya bekerja transparan yang terus kami kembangkan di dalam tim internal Bobobox.

Selain itu, kami juga memfasilitasi aturan baru untuk karyawan yang memang suatu waktu perlu untuk datang dan bekerja in-site di kantor. Selain protokol kesehatan ketat, karyawan pun perlu mengisi form health assessment. Setelah itu, mereka diharuskan untuk melaporkan keperluannya kepada tim Office Management maksimal sehari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kapasitas individu dalam kantor Bobobox.

Aturan kerja baru ini pun prosesnya sangat cepat. Jadi, 1-2 minggu sebelum diterapkan kami sudah membuat playbook yang akan digunakan oleh karyawan dan perusahaan dalam menerapkan aturan selama WFH.

 

Glints:

Setelah menerapkan work from home selama beberapa bulan, bagaimana strategi Bobobox dalam menjaga kestabilan kesehatan mental karyawan?

Bobobox:

Di Bobobox, kami menerapkan kebijakan berdasarkan data. Pada awal penerapan WFH, tim Office Management melakukan survei kebutuhan karyawan terkait apa yang mereka butuhkan dan harapkan untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental mereka.

Berdasarkan survei tersebut, tim Office Management akan melakuan inisiatif, seperti talk show dan acara-acara ringan lain di luar pekerjaan. Seperti beberapa waktu lalu, kami memberikan kesempatan untuk arsitek handal yang kami miliki untuk bisa berbagi tips dan insight mendesain kamar agar lebih estetik untuk karyawan. Mengingat karena arsitektur merupakan salah satu fokus bisnis Bobobox.

Tidak cuma sampai situ, terkait pada kepentingan kesehatan mental, kami pun memberikan free pods stay di Bobobox kepada karyawan. Kami percaya bahwa cara itu bisa membantu mereka untuk menjaga dan memelihara kesehatan mental karyawan.

 

Glints:

Bobobox terlihat sangat aktif dalam melakukan rekrutmen di tengah masa pandemi Covid-19. Apa saja tantangan proses rekrutmen yang dihadapi Bobobox?

Bobobox:

Tantangan yang seringkali kami hadapi sebagai perusahaan ‘early stage‘ tentunya adalah memastikan kalau kami dapat menarik minat the best talent untuk bergabung. Dari awal perusahaan kami berdiri, kemampuan untuk menarik curiosity banyak pihak adalah masalah super menantang yang perlu kita pecahkan sebagai business player.

Kami pun sangat proaktif dalam mensosialisasikan visi dan misi sebagai tim untuk jangka panjang, juga target capaian untuk jangka pendek dan menengah. Kejelasan tentang aspek ini sangat penting untuk kedua belah pihak.

Tantangan lainnya adalah menyesuaikan dan beradaptasi dengan proses rekrutmen dari sebelum terjadinya pandemi. Jika sebelumnya diberlakukan wawancara tatap muka, saat ini kita pun terpaksa harus menghilangkan interaction touch untuk patuh kepada protokol kesehatan dan melakukan wawancara interaktif lewat video call.

Hingga saat ini, kami membuat wawancara lebih terstruktur dengan mengacu pada guideline yang telah disusun oleh tim people and culture terkait proses wawancara kerja dengan kandidat.

 

Glints:

Dari semua strategi yang sudah Bobobox lakukan dalam menghadapi tantangan rekrutmen ini, strategi seperti apa menurut Bobobox yang akan paling signifikan berdampak pada Bobobox?

Bobobox:

Strategi yang terpenting adalah membangun employer branding. Dalam kondisi seperti ini, sustainability bisnis merupakan hal krusial yang perlu ditunjukan agar calon kandidat tidak ragu untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Salah satu cara mengupayakan employer branding ini adalah dengan memuat lowongan pekerjaan pada platform-platform eksternal seperti Glints. Banyak kandidat-kandidat dengan talenta terbaik yang aktif mencari pekerjaan melewati Glints, dan ketika mereka melihat iklan untuk lowongan pekerjaan yang kami berikan, kesempatan mereka untuk mencari tahu lebih lanjut terkait perusahaan maupun kepercayaan sustainability perusahaan akan meningkat. Karena di tengah-tengah kondisi pandemi yang sulit ini, Bobobox justru aktif melakukan rekrutmen dan melakukan berbagai aktivitas lain seperti memperluas service kami di dua lokasi baru.

bobobox juanda
Bobobox Pods Juanda

You might also like