Gejala PCOS berikut ini biasanya sering dialami oleh para wanita yang kerap kali mengalami rasa nyeri saat menstruasi. Apa itu PCOS? PCOS yang merupakan singkatan daripolycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan sindrom polikistik ovarium yang terjadi karena gangguan hormon. Gejala PCOS umumnya timbil saat wanita berada di usia subur. Wanita yang menderita PCOS umumnya akan mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.

Tingginya jumlah hormon androgen pada penderita PCOS kemudian akan mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Kondisi ini kemudian membuat sel telur tidak mampu berkembang secara sempurna sehingga gagal dilepaskan secara teratur.

Jika gejala PCOS ini diabaikan dan tidak ditanggapi secara serius dan sesegera mungkin maka dapat menyebabkan penderitanya tidak subur (mandul). Selain itu gejala PCOS yang diabaikan akan membuat penderitanya lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Penasaran seperti apakah gejala PCOS yang mungkin timbul? Yuk simak informasinya!

Gejala Polycystic Ovarian Syndrome (Gejala PCOS)

Gejala PCOS atay sindrom ovarium polikistik bisa juga muncul saat seorang wanita baru saja mengalami menstruasi untuk pertama kalinya di masa pubertas. Walaupun gejala PCOS umumnya seringkali muncul saat remaja, tak sedikit pula penderita PCOS yang mengalami gejala PCOS saat dewasa atau dalamperiode tertentu. Periode tertentu ini bisa saja ketika seorang wanita mengalami kenaikan berat badan secara signifikan yang kemudian mempengaruhi produksi hormonnya. Berikut adalah gejala PCOS lebih lengkapnya.

@jofreepik via Freepik

1. Gejala POCS: Gangguan Menstruasi

Gejala PCOS yang pertama umumnya ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur atau berkepanjangan. Dalam kasus tertentu seorang penderita PCOS bisa saja hanya mengalami menstruasi kurang dari 8-9 kali dalam setahun. Selian itu jarak antar menstruasi dapat terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, atau darah menstruasi mengalir deras.

2. Gejala POCS: Perubhan Fisik Karena Peningkatan Kadar Hormon Androgen

Gejala PCOS selanjutnya adalah tumbuhnya rambut yang lebat di area wajah dan tubuh yang juga dikenal dengan istilah hirsutisme. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan kadar hormon androgen pada wanita dengan PCOS yang kemudian  menyebabkan munculnya gejala fisik seperti pria tersebut, Selain itu para penderita PCOS pun dapat mengalami jerawat yang parah dan juga kebotakan.

3. Gejala POCS: Menderita Kista Ovarium yang Banyak

Gejala PCOS berikutnya adalah adanya kantong-kantong kista di sekitar sel telur atau ovarium.

4. Gejala POCS: Warna Kulit Cenderung Menjadi Gelap

Gejala PCOS yang terakhir yang biasanya muncul adalah warna kulit yang mulai menjdi gelap. Beberapa bagian tubuh penderita PCOS yang umumnya menjadi gelap adalah di daerah lipatan seperti lipatan leher, selangkangan, dan bagian bawah payudara.

Jika Timbul Gejala PCOS Apakah Perlu Mengunjungi Dokter?

Jika kamu mengalami salah satu atau beberaa gejala PCOS di atas maka Bob sangat menyarankan kamu untuk segera mengkonsultasikannya kepada dokter. Dengan memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin setelah gejala PCOS timbul maka kamu dapat menghindari terjadinya menstruasi yang tidak teratur.

Sudahkah Kamu Bangun Tidur dengan Benar? Ikuti Cara-Cara Bangun Tidur Berikut Untuk Kesehatan Jantung dan Tubuhmu
@alexagorn via Unsplash

Penyebab Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Lalu apakah penyebab munculnya PCOS? Hingga saat ini masih belum diketahui pasti apa saja yang menyebabkan PCOS timbul pada seorang wanita. Namun, beberapa faktor seperti kelebihan hormon insulin diduga kuat menjadi salah satu penyebab PCOS.

Seperti yang mungkin kamu tahu hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Saat produksi hormon insulin mengalami peningkatan maka tubuh akan menyeimbanginya dengan meningkatkan produksi hormon androgen. Hal inilah yang kemudian menyebabkan adanya pengurangan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Diagnosis Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Bagaimana cara diagnosis PCOS? Sebenarnya tidak ada tes khusus yang dilakukan untuk secara langsung mendiagnosa ada atau tidaknya PCOS pada seorang wanita. Oleh karena itu umumnya dokter adakan mengandalkan sesi konsultasi pasien dengan menanyakan secara langsung beberapa gelaja PCOS yang mungkin timbul. Melalui sesi konsultasi inilah kemudian dokter dapat melakukan observasi dan melanjutkannya dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda-tanda dari penyakit ini.

Pemeriksaan fisik ini dilakukan diantaranya untuk melihat adanya perubahan fisik yang terlihat secara visual. Perubahan fisik ini seperti pertumbuhan rambut berlebih atau timbulnya jerawat yang parah baik itu di wajah maupun area lainnya sepert punggung.

Pemeriksaan fisik ini pun melingkupi pemeriksaan dalam untuk secara khusus memeriksa organ reproduksi wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa kadar hormon androgen, tes toleransi terhadap gula darah, dan kadar kolestrol. Tes kesehatan ini umumnya sering dilakukan oleh para penderita PCOS untuk memudahkan diagnosis dokter.

Perubahan Gaya Hidup

Bagi kamu yang saat ini dalam kondisi kesehatan yang baik kamu bisa menghindari timbulnya PCOS dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup yang umumnya direkomendasikan oleh dokter untuk menghindari munculnya PCOS ini diantaranya adalah dengan melakukan olahrgaa secara rutin. Olaharga rutin ini pun sebaiknya diimbangi pula dengan pola makan rendah kalori untuk menurunkan berat badan.

Gejala PCOS

Obat-obatan untuk Gejala PCOS

apakah terdapat obat-obatan tertentu yang harus dikonsumsi saat mengalami gejala timbulnya PCOS? Pada dasaranya dokter bisa memberikan kombinasi pil KB dengan obat-obatan lainnya untuk mengontrol siklus menstruasi. Seperti yang kamu ketahuin kandungan hormon estrogen dan progesteron dalam pil KB faktanya dapat menekan produksi hormon androgen dalam tubuh.

Dokter pun bisa saja merekomendasikan penderita PCOS untyk mengonsumsi hormon progesteron saja selama 10-14 hari selama 1-2 bulan ke depan. Hormon ini digunakan untuk dapat mengatur siklus haid yang terganggu. Ingat untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut hanya atas dasar saran dokter. Hindari melakukan dianosis secara mandiri dan segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala PCOS.

Mengurangi Nyeri Menstruasi dan Gejala PCOS dengan Istirahat Cukup

Selain penggunaan bahan alami, kesehatan tubuh juga dapat diperoleh jika kamu tidur yang cukup dan berkualitas. Jika belakangan ini kamu merasa jenuh dengan suasana kamar sehingga tidur kamu terganggu, kamu bisa melarikan diri sebentar ke Bobobox.

Hotel kapsul yang satu ini menawarkan akomodasi nyaman yang dilengkapi dengan fasilitas berbasis teknologi sehingga semuanya terasa mudah dan simple saat kamu berada di Bobobox. Ada QR code untuk akses kamar jadi kamu tidak perlu repot meminta dan membawa kunci. Selain itu, Bobobox juga punya Wi-Fi kencang yang bisa kamu gunakan untuk berselancar di dunia maya, dijamin gak bosen deh!

Untuk membuat kamu lebih nyaman lagi, kamu bisa menggunakan fitur Bluetooth speaker di dalam kamar agar kamu bisa mendengarkan lagu-lagu favorit kamu. Manfaatkan juga fitur moodlamp agar pencahayaan dalam kamar terasa nyaman untuk aktivitas dan tidur kamu. Gak akan menyesal deh kalau menginap di Bobobox! Yuk buruan unduh aplikasinya di PlayStore atau App Store dan pilih kamar yang kamu mau.

kamar bobobox