Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Gejala, Pengobatan dan Fakta Penyakit Hepatitis Berikut Ini!

radang hati yang terbagi ke dalam beberapa jenis

Hepatitis mengacu pada inflamasi atau peradangan hati, yaitu organ yang berperan dalam menyaring darah, melawan infeksi, dan memproduksi cairan empedu untuk proses pencernaan. Saat organ tersebut mengalami kerusakan atau peradangan, maka fungsinya pun ikut terganggu. Gejala hepatisis sendiri umumnya berupa demam, sakit perut, nyeri sendiri dan penyakit kuning.

Kondisi tersebut bisa masuk dalam kategori akut (berlangsung beberapa minggu hingga enam bulan) dan kronis (lebih dari enam bulan atau menahun). Penyebab paling umum adalah akibat infeksi virus. Namun, hepatitis juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti kecanduan alkohol, obat-obatan tertentu, toksin, dan penyakit autoimun.

Untuk lebih detailnya, simak lebih lanjut gejala hepatitis, pengobatan dan fakta-fakta lainnya berikut ini!

Gejala Hepatitis

gejala hepatitis, demam
engin akyurt/Unsplash

Sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala hepatitis sehingga mereka tidak sadar telah terjangkit. Namun, pada penderita akut, gejala hepatitis bisa muncul antara dua minggu hingga enam bulan setelah terpapar.

Gejala hepatitis itu bisa meliputi:

  • Nyeri otot dan sendi
  • Demam
  • Mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat atau abu-abu
  • Kulit gatal
  • Mual
  • Muntah
  • Penurunan berat badan
  • Penyakit kunin

Penderita kronis (B dan C) umumnya juga tidak menujukkan gejala hepatitis sebab gejala penyakit satu ini biasanya membutuhkan waktu lama hingga bertahun-tahun untuk berkembang. Mereka pun baru menyadari keberadaan penyakit setelah mengalami komplikasi, seperti:

Gagal hati (saat sebagian besar hati rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi)

  • Sirosis hati (terbentuknya jaringan parut pada hati)
  • Hepatitis fulminan (hepatitis tahap lanjut)
  • Kanker hati

Penderita bisa saja mengetahui keberadaan penyakit tersebut setelah menjalani tes darah. Pada stadium akhir, gejala hepatitis ini bisa berupa penyakit kuning; pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki dan kaki; penurunan kesadaran; serta darah pada kotoran atau muntahan.


Baca Juga: Kenali Apa Itu Penyakit Sirosis Hati, Penyebab, Gejala Dan Penanganannya


Jenis Hepatitis Berdasarkan Virusnya

gejala hepatitis dan vaksin
Manjurul/iStockphoto

Setelah mengenali gejala-gejala hepatitis, kamu juga perlu tahu bahwa hepatitis terbagi ke dalam lima jenis berdasarkan jenis virus penyebabnya. Jenis tersebut meliputi hepatitis A, B, C, D, dan E.

Hepatitis A

Hepatitis A termasuk penyakit akut jangka pendek akibat infeksi virus hepatitis A (HAV). Penularannya bisa melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kotoran atau tinja penderita hepatitis tersebut.

Gejala hepatitis A biasanya tidak disadari dan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala hepatitis menyebabkan ketidaknyamanan, bed rest adalah salah satu tindakan yang yang perlu kamu lakukan. Jika gejala hepatitis meliputi muntah dan diare, dokter akan menyarankan program diet agar tubuh tetap terhidrasi dan mendapat nurtisi.

Sebagai bentuk pencegahan, kamu bisa mendapatkan vaksin hepatitis A yang untungnya sudah tersedia di faskes Indonesia melalui jalur mandiri. Vaksin tersebut bisa kamu dapatkan terutama jika merasa berisiko tinggi terkena HAV.

Selain itu, vaksin juga dianjurkan bagi kamu yang hendak bepergian ke negara-negara dengan banyak kasus penyakit tersebut. Sebut saja Asia Selatan, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, Eropa timur dan kawasan Timur Jauh.

Hepatitis B

Hepatitis B bisa tergolong kategori akut maupun kronis. Penyebabnya adalah virus hepatitis B (HBV) yang menyebar melalui cairan tubuh termasuk darah, sperma dan cairan vagina. Karena itu, hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual tidak aman, transfusi darah serta penggunaan alat bersama, seperti:

  • Jarum suntik tidak steril
  • Peralatan medis (misal, alat ukur kadar gula)
  • Sikat gigi
  • Alat cukur

Selain itu, virus ini juga bisa menular dari ibu hamil kepada janinnya, namun jarang terjadi. Orang dewasa yang terinfeksi bisa saja sembuh dalam hitungan bulan. Namun, jika penderita telah terinfeksi sejak anak-anak, maka besar kemungkinan gejala hepatitis akan berkembang menjadi infeksi jangka panjang hingga menyebabkan sirosis dan kanker hati.

Sama halnya seperti hepatitis A, vaksin hepatitis B juga telah tersedia di Indonesia. Pemberian vaksin ini termasuk ke dalam salah satu imunisasi wajib bagi anak-anak. Sementara itu, untuk pengobatan, hepatitis B kronis membutuhkan obat antivirus seperti entecavir, ribavirin, atau tenofovir.


Baca Juga: Manfaat Berjemur Sinar Matahari Bagi Kesehatan Fisik Dan Mental


Hepatitis C

Virus hepatitis C (HCV) merupakan penyebab dari penyakit hepatitis C yang cara cara penularannya sama dengan hepatitis B, yaitu melalui cairan tubuh. Penyakit satu ini tidak menimbulkan gejala hepatitis yang kentara, namun di beberapa kasus, gejala hepatitis ini tampak seperti flu biasa. Karena itu, banyak penderita yang tidak menyadarinya.

Hepatitis C bisa tergolong akut dan sembuh dengan sendirinya ataupun kronis dan bertahan dalam tubuh hingga bertahun-tahun. Akibatnya, penyakit ini pun menjadi kerap menjadi penyebab utama sirosis dan kanker hati. Sayangnya, hepatitis C belum memiliki vaksin sebab virus, namun bisa ditangani dengan obat antivirus.

Sama seperti hepatitis B, penangan hepatitis C kronis biasanya melibatkan obat antivirus. Namun, jika sudah menimbulkan sirosis, penderita perlu melakukan transplantasi hati.

Hepatitis D

Penyebab hepatitis D adalah infeksi virus hepatitis D (HDV). Penyakit satu ini hanya akan menjangkit orang yang memiliki memiliki riwayat penyakit hepatitis B sebab HDV membutuhkan HBV untuk bertahan hidup di dalam tubuh manusia.

Karena itu, penularannya tidak jauh beda dengan hepatitis B, yaitu melalui cairan tubuh. Infeksi jangka panjang hepatitis D dapat meningkatkan risiko terkena sirosis dan kanker hati. Sama halnya dengan hepatitis C, hepatitis D belum memiliki vaksin. Namun, penggunaan vaksin hepatitis B dapat membantu melindungi tubuh dari virus tersebut.

Untuk pengobatan hepatitis D, WHO menganjurkan penggunaan pegylated interferon alpha. Namun, obat tersebut memiliki efek samping yang kuat sehingga tidak disarankan untuk orang dengan sirosis, gangguan mental atau penyakit autoimun.

Hepatitis E

Hepatitis E merupakan peradangan akut akibat paparan virus hepatitis E (HEV). Virus satu ini biasanya ditemukan di lingkungan bersanitasi buruk. Virus selanjutnya menjangkit seseorang melalui makanan, minuman atau air yang terkontaminasi feses penderita. Sama seperti C dan D, vaksin untuk hepatitis E juga belum tersedia.

Karena sifatnya yang akut, penyakit ini juga bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Namun, doctor menyarankan penderita untuk istarahat yang cukup, minum yang banyak, dan mendapat nutrisi yang cukup. Namun, bagi ibu hamil, mereka memerlukan perawatan dan pemantauan ketat.

Jenis Hepatitis Lainnya

gejala hepatitis dan penyebab
Vinicius “amnx” Amano/Unsplash

Selain hepatitis A, B, C, D, dan E, terdapat juga hepatitis alkoholik, toksik dan autoimun. Berikut adalah detailnya.


Baca Juga: Apa Itu Alopecia? Penyakit Autoimun Yang Diderita Jada Pinkett Smith


Hepatitis Alkoholik

Hepatitis alkoholik terjadi akibat kebiasaan meminum alkohol berlebih hingga bertahun-tahun. Sama seperti sebelumnya, penderita kebanyakan tidak merasakan gejala hepatitis sehingga tidak menyadari keberadaan penyakit tersebut di tubuh mereka.

Alkohol ini secara langsung melukai sel-sel hati sehingga perlahan-lahan menyebabkan kerusakan permanen. Hal ini kemudian membentuk jaringan parut yang tebal atau sirosis dan menyebabkan gagal hati.

Berhenti minum alkohol mungkin bisa memberi kesempatan pada hati untuk sembuh. Namun, kerusakan berupa sirosis, gagal hati dan kanker hati bisa meningkat jika kamu kembali mengonsumsi minuman tersebut dalam jumlah banyak.

Pengobatan kronis biasanya menggunakan obat seperti kortikosteroid dan pentoxifylline. Jika sudah mengancam jiwa, maka transplantasi hati menjadi solusinya.

Hepatitis Toksik

Hepatitis toksik terbilang penyakit kronis yang disebabkan oleh paparan zat beracun, seperti obat-obatan, bahan kimia atau suplemen gizi. Dalam kasus ini, hati mengalami peradangan atau kerusakan karena bekerja terlalu keras untuk memecah obat-obatan tersebut.

Hepatitis Autoimun

Hepatitis autoimun merupakan penyakit jangka panjang yang jarang terjadi, yaitu saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat tubuh, dalam kasus ini sel-sel hati. Akibatnya, hati pun rusak parah hingga berhenti bekerja dengan benar. Pengobatan untuk penyakit ini meliputi penggunaan obat yang bisa menekan sistem kekebalan dan mengurangi inflamasi.

Di antaranya adalah:

  • Kortikosteroid seperti prednisone dan budesonid
  • Azatioprin (Imuran)
  • Obat penekan imun lainnya seperti Mikofenolat mofetil (Cellcept), takrolimus (Prograf) dan ciclosporin (Neoral)

Recharge Energi di Bobobox!

Jangan biarkan stres memengaruhi kesehatan tubuh kamu. Yuk, recharge energi dengan staycation di Bobobox! Hotel kapsul satu ini memang menawarkan kenyamanan bagi pengunjung dengan berbagai fasilitas yang pasti bikin betah. Salah satunya adalah fasilitas moodlamp yang tersedia untuk memastikan kualias tidur tetap terjaga. Moodlamp ini menyediakan banyak pilihan warna lampu yang bisa kamu ubah sesuai dengan suasana hati dan kenyamanan kamu, dari remang hingga terang.

Untuk masalah kebersihan, kamu tidak perlu takut sebab Bobobox memiliki tim cleaner yang siap sedia membersihkan setiap pof setelah tamu sebelumnya check-out. Yuk, unduh dulu aplikasi Bobobox untuk reservasi dan informasi lebih lanjut!

You might also like