Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tidak Dilaksanakan Tahun Ini, Ini Dia Festival Air Thailand yang Meriah dan Penuh Makna

Sawatdee pii mai!

Festival air Thailand merupakan festival air terbesar di dunia yang diselenggarakan di Thailand dan kerap menarik minat wisatawan asing karena kemeriahannya. Festival ini sendiri merupakan festival tahunan yang dirayakan pada tanggal 13-15 April setiap tahunnya.

Sayangnya, festival air Thailand harus absen dulu di tahun 2021 ini mengingat kondisi yang belum kondusif akibat pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir. Larangan penyelenggaraan festival ini pun sudah diterbitkan oleh Satgas COVID-19 Thailand.

Dalam hal ini, pemerintah Thailand mempromosikan perayaan yang lebih kering dan tradisional serta menghindari perang air besar-besaran sehingga tidak menimbulkan kerumunan yang menjadi salah satu media penularan COVID-19. Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan baik dari kalangan masyarakat negara tersebut maupun para wisatawan mengingat festival air Thailand ini sudah menjadi tradisi selama beberapa dekade terkahir.

Kok bisa? Tentunya festival air Thailand ini memiliki keistimewaan dan makna tersendiri dan kemeriahannya selalu begitu dinanti-nantikan oleh masyarakat Thailand juga para wisatawan mancanegara? Lalu apa saja keistimewaan dan makna di balik festival air Thailand ini? Simak informasinya di bawah ini!

Apa itu Festival Air Thailand?

@laydown via Pixabay

Festival air Thailand juga dikenal dengan nama Festival Songkran. Berasal dari bahasa Sanskerta, kata songkran memiliki arti bergerak, lewat atau berubah tempat dan hal ini menurut sejarah berkaitan dengan perubahan posisi matahari dalam zodiak.

Festival ini sendiri merupakan sebuah acara penting dalam kalender Buddha dan  menandai dimulainya tahun baru tradisional Thailand. Dilaksanakan mulai tanggal 13-15 April, salah satu kegiatan yang paling dinantikan dari festival air Thailand ini adalah perang air yang terjadi di setiap sudut negara tersebut apalagi di bulan tersebut Thailand sedang panas-panasnya.

Karenanya, festival ini begitu menarik perhatian para wisatawan dunia sebagai ajang untuk berpesta dan untuk bergabung dengan masyarakat setempat serta para turis lainnya dari berbagai negara untuk membuat ‘kekacauan’ dengan saling menyiram menggunakan pistol air, selang atau wadah seperti baskom dan gayung.

Meski begitu, festival Songkran tentu lebih dari sekadar perang air yang penuh dengan kemeriahan. Festival Songkran ini merupakan acara yang kental dengan nilai budaya dan waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga serta mengunjungi para orang tua.

Dalam hal ini, banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk menghabiskan waktu dengan sanak keluarga yang sudah berumur. Selain itu, para Buddhis menggunakan kesempatan ini untuk mengunjungi kuil-kuil yang menjadi tempat untuk menyiramkan air pada patung Buddha.

Orang-orang Thailand juga akan bertandang ke biara Buddha untuk memberikan sedekah dan memohon pengampunan sebelum berfokus pada tahun ke depannya.

Pemilihan bulan April sendiri pada zaman dahulu merujuk pada kalender matahari dan orbit matahari saat matahari bergerak pada setiap rumah zodiak. Saat matahari memasuki Aries (yang biasanya terjadi di bulan April), hal itu menandai berakhirnya siklus 12 bulan dan menjadi awal tahun matahari baru.

Makna Di Balik Penggunaan Air

@hairtogoasia via Instagram

Perayaan festival air Thailand pada tanggal 13-15 April dianggap sebagai hari libur nasional di seluruh Thailand. Jika kamu berkunjung ke negara gajah putih tersebut, perang air biasanya cukup intens terjadi pada tanggal 13 dan 15.

Namun, di beberapa daerah, festival air Thailand ini sudah berlangsung mulai satu atau dua hari lebih awal. Sementara itu, di daerah Chonburi, termasuk di dalamnya Pattaya, festival bisa berlangsung melebihi tanggal 15 dan bergabung dengan Festival Wan Lai.

Karena itu, jika kamu berkunjung di tanggal-tanggal festival Songkran, kemungkinan besar kamu akan ikut terkena siraman air. Terimalah dengan baik, anggap sebagai berkat untuk keberuntungan kamu, dan ikuti saja arus permainannya.

Jalanan biasanya akan dipenuhi anak-anak, remaja hingga dewasa dan orang tua. Di sepanjang jalan, kamu juga akan menjumpai kios-kios penjual pistol air dan tanah liat. Saat perayaan, anak-anak biasanya akan mendekati para turis asing dan mengusapkan tanah liat pada pipi mereka sambil berkata ‘sawatdee pii mai’ yang berarti selamat tahun baru. Hal ini merupakan cerminan dari tindakan pemberkatan oleh biksu saat memberkati sesuatu.

Tradisi perang air ini sendiri berawal dari tradisi orang-orang Thailand yang mengumpulkan air serta anggota keluarga dengan yang sebelumnya telah disiramkan pada patung Buddha. Air tersebut kemudian digunakan untuk memberkati para manula dan anggota keluarga dengan mengucurkannya pada bagian pundak.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membersihkan diri dari nasib buruk di tahun sebelumnya serta memberikan awal yang bersih untuk tahun baru. Di masa lalu, mencipratkan air juga kerap dikaitkan dengan kesuburan dan salah satu cara untuk mendorong turunnya hujan yang sangat penting bagi keberlangsungan penanaman padi.

Apa Saja yang Dilakukan Selain Perang Air?

@robertsoc23 via Instagram

Selama tiga hari di tanggal 13-15 April, Thailand akan diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik. Di hari pertama, masyarakat setempat akan memulai tahun baru dengan membersihkan rumah mereka.

Selanjutnya, pada tanggal 14 April, Wan Nao akan diselenggarakan. Wan Nao ini merupakan malam tahun baru saat matahari bergerak di antara Pisces dan Aries. Di tanggal 14 ini, kamu bisa menyaksikan ritual yang lebih formal karena di tanggal tersebut banya Buddhis yang pergi ke kuil mereka untuk membangun chedis pasir (semacam istana pasir yang dibuat menyerupai kuil Buddha).

Lalu, untuk hari Tahun Barunya sendiri atau hari terakhir perayaan Festival Songkran jatuh pada tanggal 15 April. Di tahun baru ini, ada banyak persembahan yang ditinggalkan di kuil-kuil disertai dengan berbagai acara-acara lainnya yang tak kalah menarik.

Secara keseluruhan, Thailand akan diramaikan dengan berbagai kegiatan mulai dari:

  • Mengunjungi anggota keluarga
  • Membersihkan rumah secara menyeluruh
  • Mengunjungi biara dan melakukan ritual mencuci patung Buddha
  • Memberikan makanan atau jubah baru untuk para biksu
  • Membawa air yang dituangkan pada patung untuk diberikan pada orang tercinta
  • Membuat pagoda dari pasir
  • Melepas burung dan ikan

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung di Hari Festival Air Thailand

@harvestholiday via Instagram

Jika keadaan sudah memungkinkan dan kamu berencana untuk mengikuti perayaan festival air Thailand, tentu ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar acara berjalan dengan menyenangkan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Pilihlah hotel yang dekat dengan acara perang air agar mudah untuk berganti pakaian
  • Tinggalkan benda-benda elektronik seperti ponsel dan kamera di hotel agar tidak basah atau siapkan waterproof case dan dry bag jika tetap ingin membawa barang elektronik
  • Selalu waspada dan tahan emosi karena kamu akan berada di tengah kerumunan dalam festival besar
  • Hindari menyemprot orang yang tengah makan, berkendara serta para biksu, biarawati dan lansia
  • Hindari melemparkan balon air dari ketinggian karena dapat menimbulkan rasa sakit yang lumayan
  • Sebaiknya jangan beli pistol air di hari H karena harga akan sangat mahal
  • Perhatikan pemilihan bahan dan warna pakaian, sebaiknya gunakan warna gelap dan berbahan tebal serta
  • Hindari memakai sepatu, lebih enak pakai sandal jepit biar perayaan terasa nyaman
  • Angkat tangan kamu untuk menunjukkan penolakan untuk disiram
  • Sebaiknya hindari menyemprot area mata, mulut dan wajah
  • Tempat-tempat paling ramai saat festival air Thailand adalah Bangkok, Chiang Mai dan Phuket

Sebagai ibukota dari negeri gajah putih, Bangkok sudah pasti akan sangat ramai dan meriah saat festival air Thailand digelar. Upacara pembukaan biasanya dilaksanakan di Wat Pho, salah satu kuil Buddha paling penting di Thailand dan rumah bagi patung Buddha berbaring yang megah dan berlapis emas. Perayaan-perayaan lain umumnya dilakukan di Khao San Road yang merupakan salah satu jalan paling populer di dunia untuk para backpacker.

Aman dan Nyaman di Bobobox

Ingin liburan tapi situasi belum aman? Staycation saja di Bobobox terdekat kamu. Kamu bisa pilih kawasan Bandung, Jakarta, Semarang, Solo atau Yogyakarta.

Soal keamanan, tidak usah ditanya. Selain menerapkan keyless access menuju pod agar kamar tetap terjaga keamanannya, protokol kesehatan juga berlaku. Dengan begitu, kamu bisa dengan tenang menikmati masa staycation selama di Bobobox. Yuk unduh dulu aplikasinya untuk booking serta update dan promo terbaru Bobobox!

You might also like