IMG-8289

Telah Digelar Pekan Lalu, Ini Dia Fakta-Fakta Seputar Formula E Jakarta

Untuk pertama kalinya, Indonesia menggelar kejuaraan balap mobil listrik single-seater dunia yakni Formula E pada 4 Juni 2022. Terdapat sebanyak 11 tim dengan 22 pembalap yang ikut berpartisipasi di ajang bergengsi yang digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol ini. Selain serunya balapan, ada beberapa fakta Formula E Jakarta yang juga menarik dan tidak boleh kamu lewatkan. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Fakta Formula E Jakarta: Awalnya akan Digelar di Monas

Fakta Formula E Jakarta yang pertama adalah lokasi sirkuit yang berubah dari rencana awal. Awalnya, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta dikabarkan telah mencetuskan untuk menggelar ajang bergengsi Formula E ini di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Namun, pihak TACB Jakarta mengklaim bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan rekomendasi perihal lokasi tersebut. Akibat pernyataan tersebut, maka rencana penetapan Monas sebagai lokasi ajang Formula E batal dan digantikan dengan lokasi sirkuit Ancol.

2. Fakta Formula E Jakarta: Para Pembalap Menggunakan Mobil yang Sama

Berbeda dengan F1 yang mesin mobil-mobilnya diusung oleh berbagai merk perusahaan otomotif ternama mulai dari Mercedes, BMW, Ferrari, Alpine (Renault), hingga Honda, di ajang Formula E para pembalap akan menggunakan mobil yang sama.

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Mulai dari mesin, sasis, baterai, hingga ban mobilnya pun sama. Para tim hanya dapat memodifikasi part-part tertentu seperti gearbox, inverter, atau cooling system. Maka dari itu, pertandingan balap di ajang Formula E ini pun akan berlangsung sengit karena imbangnya spek mobil dari semua pembalap.

3. Fakta Formula E Jakarta: Tak Ada Pit Stop

Pergantian ban super cepat oleh para teknisi di mobil-mobil F1 mungkin merupakan salah satu daya tarik seru di ajang tersebut. Namun, salah satu kebijakan regulator di Formula E adalah tidak adanya pit stop untuk berganti ban di ajang balapan ini. Meski begitu, jika ada ban mobil yang rusak maka pembalap boleh melakukan pergantian ban.

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Selain tidak berganti ban, para pembalap pun tidak perlu melakukan pergantian mobil lagi jika baterai habis seperti di musim-musim sebelumnya. Sebab, kapasitas baterai setiap mobil telah diperbesar. Jika baterai mobil tidak cukup untuk menyelasaikan balapan, para pembalap dapat mengisi daya baterai mobil dengan sangat cepat namun juga optimal, karena menggunakan metode flash charging.

4. Fakta Formula E Jakarta: Bobot Mobil Lebih Berat dari Mobil Formula 1

Fakta Formula E Jakarta berikutnya adalah tentang bobot mobilnya yang lebih berat daripada mobil Formula 1. Bobot mobil Formula 1 diketahui sebesar 746 kg. Rata-rata bobot total mobil Formula E adalah 900 kg, sudah termasuk bobot baterai seberat 385 kg.

BACA JUGA: Simak Highlight GP Indonesia Mandalika Berikut Ini!

Tidak heran jika bobot baterai mobil Formula E memang seberat itu, karena daya yang dibutuhkan mobil agar bisa tetap berpacu selama balapan memang sangat besar.

5. Fakta Formula E Jakarta: Mobil Formula E Ternyata Masih Bising

Jika banyak yang beranggapan bahwa mobil listrik akan melaju dengan senyap, maka hal itu adalah salah besar. Sebab, fakta Formula E Jakarta selanjutnya adalah tentang mobilnya yang ternyata masih mengeluarkan suara bising. Layaknya di ajang F1, mobil-mobil yang digunakan dalam ajang Formula E juga merupakan mobil bertenaga tinggi sehingga tetap menghasilkan suara yang bising saat melaju di lintasan.

6. Fakta Formula E Jakarta: Menjadi Pelopor Green Sportainment di Indonesia

Fakta Formula E Jakarta selanjutnya yang juga menarik untuk disimak adalah bahwa ajang balap bergengsi satu ini menjadi pelopor green sportainment di Indonesia. Jadi, ajang balap mobil bergengsi ini merupakan salah satu contoh implementasi dari prinsip sustainability, yang juga menekankan aspek keberlanjutan lingkungan. Sehingga, hal ini menjadi titik tolak tanah air menuju kendaraan bebas emisi di masa mendatang.

7. Fakta Formula E Jakarta: Desain Sirkuit yang Belum Pernah Ada Sebelumnya di Dunia

Fakta Formula E Jakarta berikutnya adalah tentang desain sirkuitnya yang disebut-sebut mirip ‘kuda lumping’. Namun, Vice President Infrastructure & General Affairs OC Jakarta EPrix 2022 yaitu Irawan Sucahyono mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah suatu kesengajaan.

BACA JUGA: Pencinta Otomotif Mana Suaranya? Ketahui Fakta Menarik Seputar Sirkuit MotoGP Mandalika Berikut Ini!

Beliau juga menjelaskan bahwa bentuk dari desain sirkuit ini belum pernah ada atau baru pertama kali digunakan di dunia. Sehingga dapat memunculkan kemungkinan adanya overtaking, yang biasanya hal tersebut tidak bisa terjadi pada balapan konvensional.

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Selain itu, menurutnya desain dari sirkuit Ancol ini pun sulit diikuti oleh negara lain karena geometri jalannya tidak memungkinkan untuk membuat dimensi lebih besar ketika memasuki tikungan.

8. Fakta Formula E Jakarta: Panjang Sirkuit dan Jumlah Lap

Selain bentuk sirkuitnya yang disebut-sebut mirip ‘kuda lumping’, fakta Formula E Jakarta yang satu ini pun cukup menarik untuk kamu ketahui. Yakni tentang panjang sirkuit serta jumlah lap-nya. Panjang dari sirkuit Formula E Jakarta adalah 2,4 km dengan lebar 14 dan memiliki 18 tikungan.

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Nah, untuk jumlah lap-nya sendiri, ajang Formula E memiliki format balapan yang cukup berbeda, sehingga tidak memiliki acuan jumlah lap tertentu di setiap balapan. Format balapan yang digunakan sejak menggunakan mobil generasi kedua adalah format 45 minutes plus 1 lap. Ini berarti setelah balapan berlangsung selama 45 menit, pembalap yang berada di posisi pertama akan menjalani satu putaran atau satu lap sebelum finish.

9. Fakta Formula E Jakarta: Attack Mode

Bagi kamu yang sering menyaksikan pertandingan balap Formula 1, maka kamu pasti familiar dengan Drag Reduction System (DRS), yang mana sayap belakang mobil F1 akan terbuka lebar agar bisa melaju dengan kecepatan maksimal di trek lurus.

BACA JUGA: Mau Tampil Keren Seperti Juara Formula 1? Ini Dia Inspirasi Fashion Lewis Hamilton Yang Bisa Kamu Tiru

Nah, di ajang Formula E ini para pembalap memiliki senjata bernama Attack Mode, yaitu sebuah tombol yang dapat meningkatkan kecepatan atau memberikan kekuatan lebih dalam waktu singkat. Menariknya, tombol Attack Mode ini tidak bisa selalu mereka gunakan. Terdapat peraturan mengenai durasi dan frekuensi dari pemakaian tombol ini.

Serunya lagi, para panitia baru akan memberikan pengumuman mengenai peraturan penggunaan tombol Attack Mode ini satu jam sebelum balapan berlangsung. Sehingga, setiap tim baru bisa mendiskusikan strategi penggunaannya sesaat sebelum mulai balapan. Dengan begini, balapan akan berlangsung lebih seru dan menarik!

10. Fakta Formula E Jakarta: Para Penonton dan Fans Dapat Membantu Pembalap Idolanya Menang

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Fakta Formula E Jakarta berikutnya ini pun cukup unik untuk kamu simak, yakni bahwa para penonton atau fans bisa membantu peluang menang dari pembalap idolanya menjadi semakin besar. Sebab, ajang balap mobil bergengsi satu ini memiliki fitur fanboost dengan kinerja cukup unik.

BACA JUGA: Resmi Gantung Helm. Simak 10 Fakta Valentino Rossi Pensiun, Pembalap Dengan Julukan The Doctor Ini

Fitur tersebut memungkinkan para penonton untuk memberikan vote sebanyak-banyaknya untuk pembalap idolanya. Lima pembalap yang memeroleh vote terbanyak nantinya akan mendapat kekuatan ekstra untuk mereka gunakan saat balapan. Panitia telah membuka sesi voting dari fitur ini mulai dari enam hari sebelum balapan hingga 15 menit setelah balapan mulai berlangsung.

11. Fakta Formula E Jakarta: Dimeriahkan oleh Banyak Musisi Indonesia Papan Atas

Fakta Formula E Jakarta

(Image by @formulaejakarta_ via Instagram)

Tidak hanya menyaksikan serunya balapan dari ajang bergengsi Formula E 2022, para penonton juga dapat menyaksikan kemeriahan lain dari pagelaran ajang balap ini yang menghadirkan Community Engagement, Food Festival, Electric Village, serta konser musik dengan musisi-musisi papan atas tanah air yang ikut meramaikannya, seperti D’Massiv, Wali, dan musisi-musisi lainnya.

Pasti happy staycation di Bobobox!

Menonton pertandingan balap yang kamu suka tentunya sangat menghibur dan dapat membantu mengurangi stress yang sedang kamu rasakan. Selain itu, ada berbagai cara asik untuk melepas stress, salah satunya adalah dengan staycation!

Bingung pilih hotel yang seru dan nyaman untuk staycation-mu? Tenang, ada Bobobox! Hotel kapsul yang modern dan unik ini pasti bisa memberikan kamu pengalaman baru menginap di hotel. Pod-nya yang unik dan nyaman pasti bikin kamu betah berlama-lama staycation di Bobobox. Selain itu, di dalam pod-nya juga terdapat lampu LED yang bisa kamu sesuaikan dengan suasana hati.

Untuk memesan kamar, kamu nggak usah khawatir bakal ribet, tinggal download aja aplikasinya. QR code yang ada di aplikasinya juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Keren, kan? Tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox! Oh iya, kamu juga bisa melihat langsung pods Bobobox lewat virtual 360° tour lho!

bobobox luas

Bobobox

Bobobox

Sejak tahun 2018, Bobobox hadir menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para traveler untuk menikmati perjalanan yang sempurna. Bobobox menghubungkan traveler, dari pod ke kota.

All Posts

Bobobox

Rasakan sensasi menginap di hotel kapsul Bobobox! Selain nyaman, hotel kapsul ini mengedepankan teknologi dan keamanan. Bobobox bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati perjalanan dan beristirahat, dan cocok untuk perjalanan liburan atau bisnis.

Top Articles

Categories

Follow Us

Latest Articles