Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tak Hanya Indah, Berikut Fakta-Fakta Tentang Bunga Tulip yang Perlu Kamu Ketahui

Pernah jadi bunga termahal

Saat mendengar kata tulip, Belanda mungkin menjadi hal pertama yang terlintas dalam benak banyak orang. Hal ini tentu tidak mengherankan mengingat bunga tulip dikenal sebagai bunga nasional negara tersebut. Namun, tahukah kamu ada lebih banyak fakta tulip yang unik dan menarik selain sebagai bunga nasional Belanda? Apa saja fakta bunga tulip itu? Yuk Bob kasih tahu informasinya berikut ini!

Fakta Bunga Tulip: Asal Usul

@matteopilleri via Unsplash

Meski dikenal sebagai simbol negara Belanda, tulip ternyata berasal dari kawasan Asia Tengah lalu dibawa ke Turki sebelum akhirnya menjadi populer setelah dibudidayakan di Belanda. Tulip awalnya merupakan tanaman liar yang tumbuh di daratan Asia Tengah. Orang Turki menanam tanaman tersebut di awal masa kekaisaran Turki Ottoman.

Tahun 1594 dipercaya menjadi tahun resmi bunga tulip pertama kali bersemi di Belanda setelah sebelumnya seorang ahli botani Carolus Clusius menanam umbi tulipnya pada 1593 saat menjabat menjadi direktur Hortus Botanicus,  kebun raya tertua di dunia di Leiden University.

Clusius kemudian terus menciptakan variasi warna baru untuk tulip. Selain itu, dia juga menjadi orang pertama yang mengenali adanya ‘tulip rusak’. Tulip rusak ini berupa tulip yang terkena infeksi virus yang menyebabkan adanya corak garis pada bunga. Infeksi virus tersebut juga dapat membunuh tanaman tulip.

Untuk namanya sendiri, tulip berasal dari bahasa Persia ‘dulband’ yang berarti turban. Penamaan tersebut dipercaya berhubungan dengan bentuk bunga tulip yang serupa dengan turban. Selain itu, penaman tulip juga kerap dikaitkan dengan tren fashion Turki di masa tersebut yang kerap menambahkan tulip sebagai hiasan pada turban.

BACA JUGA: Potret Fashion Item Mewah Dengan Bentuk Paling Aneh Yang Pasti Membuatmu Bertanya-Tanya

Fakta Bunga Tulip: Lebih dari 3.000 Varietas

@standennt via Instagram

Tanaman tulip memiliki lebih dari 3.000 varietas yang tumbuh secara alami dan dibudidayakan secara genetik. Dari 3.000 varietas tersebut, tanaman tulip dapat diklasifikasikan ke dalam 150 spesies. Jenis-jenis tulip baru terus diciptakan. Namun, proses pembudidayaan hingga bunga tersebut muncul di toko bunga membutuhkan waktu sedikitnya 20 tahun.

Dari sekian banyak varietas tulip tersebut, sejumlah jenis tulip ternyata bersifat ilegal di beberapa negara. Contohnya adalah tulip dengan motif bergaris (tulip rusak) yang dilarang di Belanda pada tahun 1980-an karena dapat melemahkan akar meskipun tampilannya sangat cantik.

Fakta Bunga Tulip: Pernah Jadi yang Termahal

@mrrrk_smith via Unsplash

Tahukah kamu, bunga tulip ternyata pernah menjadi bunga termahal dan menjadi penyebab kehancuran ekonomi pada tahun 1600-an. Kala itu, sejumlah varietas tulip Clusius yang unik kabarnya banya dicari. Para spekulan pun menjual umbi tulip jauh di atas harga sebenarnya dan hal itulah yang dianggap menjadi pemicu kehancuran ekonomi.

Harga bunga tulip disebut-sebut 10 kali lebih besar dari gaji tahunan para pekerja di Belanda dan bahkan bisa lebih mahal dari kebanyakan rumah. Selain itu, umbi-umbi tulip tersebut bisa berpindah tangan hingga 10 kali hanya dalam sehari. Peristiwa yang dikenal sebagai masa “Tulip Mania” ini terjadi antara tahun 1634-1637.

Fakta Bunga Tulip: Simetris

Kuntum bunga tulip ternyata memiliki bentuk yang hampir simteris. Bunga tulip memiliki tiga kelopak dan tiga sepal dengan bentuk dan ukuran yang hampir sama. Karena itu, bunga satu ini tampak seperti memiliki enam kelopa dalam satu kuntumnya.

Fakta Bunga Tulip: Punya Lebih dari Satu Bunga

Tanaman tulip umumnya hanya memiliki satu bunga saja pada satu batang. Namun, beberapa varietas ternyata bisa memiliki hingga empat bunga pada satu batangnya.

Fakta Bunga Tulip: Mekar yang Singkat

Bunga Tulip juga terkenal sebagai tanaman musim semi yang hanya berbunga hingga dua minggu saja di negara dengan cuaca dingin atau selama beberapa hari di negara beriklim hangat. Selain itu, bunga tulip juga akan cepat layu jika kamu gabungkan dengan daffodil. Pasalnya, bunga daffodil mengeluarkan getah yang dapat menyumbat bunga potong lain, terutama bunga tulip.

Fakta Bunga Tulip: Berbagai Warna dan Makna

via farmergracy.co.uk

Bunga tulip bisa kamu jumpai dalam hampir berbagai warna mulai dari merah, hijau, kuning, ungu, oranye, merah muda dan warna-warni. Meski begitu, sejauh ini belum ada varietas dengan warna biru dan hitam murni. Kamu mungkin akan menjumpai tulip berwarna biru tetapi tulip tersebut biasanya memiliki gradasi warna keunguan. Selain itu, tulip Queen of the Night yang tampak seperti bunga hitam sebenarnya merupakan jenis tulip berwarna ungu tua.

Masing-masing warna itu disebut-sebut memiliki maknanya tersendiri. Contohnya, warna merah memiliki arti cinta sejati sedangkan warna ungu menyimbolkan kerajaan. Sementara itu, bunga tulip putih kerap dikaitkan dengan permohonan maaf, warna kuning melambangkan keceriaan, oranye melambangkan kebahagiaan dan merah muda memiliki makna percaya diri dan kebahagiaan.

Selain itu, bunga tulip juga menjadi pertanda datangnya musim semi dan digunakan sebagai simbol untuk Parkinson’s Disease Foundation. Organisasi tersebut sudah mulai menggunakannya mulai tahun 1980.

BACA JUGA: Jangan Sampai Salah Pilih! Kenali Makna Dari Bunga-Bunga Berikut Ini.

Fakta Bunga Tulip: Bisa Dimakan

@libby_penner via Unsplash

Layaknya jenis bunga lain, tulip juga bisa dikonsumsi lho! Tulip ini sebenarnya merupakan bagian dari keluarga lily seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, dan asparagus. Karena itu, umbi bunga tersebut bisa kamu gunakan sebagai pengganti bawang. Kelopak bunga tersebut juga bisa ditambahkan pada salad atau desert, bergantung pada jenis yang digunakan. Selain itu, kelopak bunga tulip juga bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat wine.

Saat Perang Dunia II, tulip dan roti tulip dikonsumsi oleh mereka yang tidak mampu membeli makanan. Dalam kasus ini, tulip bukan digunakan sebagai pengganti bawang. Saat itu tepatnya pada tahun 1944, Belanda dilanda kelaparan dan tulip menjadi pilihan bagi mereka yang tidak mampu membeli apapun atau saat tidak ada apa-apa lagi yang bisa dimakan.

Namun, konsumsi bagian tanaman tersebut dianjurkan tidak berlebihan. Pasalnya, tulip mengandung sedikit racun glikosida yang bisa menimbulkan gejala diare, munah, mual, dan ruam. Tanaman satu ini juga bisa beracun bagi hewan seperti kuda, anjing dan kucing karena kandungan tulipalin A dan B.

Fakta Bunga Tulip: Belanda Sebagai Produsen Terbesar

@giuvicente via Unsplash

Selain menjadikannya sebagai simbol negara, Belanda juga memproduksi sekitar tiga miliar umbi tanaman tulip setiap tahunnya karena tanahnya yang cocok untuk menanam umbi tulip. Hal tersebut menjadikan Belanda sebagai produsen tulip terbesar di dunia. Karena itu pula, banyak turis yang berkunjung ke negara tersebut agar bisa menikmati keindahan tulip.

 BACA JUGA: Nikmati Kesegaran Dan Keindahan Padang Bunga Canola Yang Memukau

Fakta Bunga Tulip: Bisa Tumbuh Dalam Vas Bunga

Jika kamu menaruh bunga tulip potong di dalam vas bunga, bunga tulip kamu masih bisa tumbuh di dalam vas bunga setidaknya hingga 2,5 cm tentu dengan cukup air. Sama halnya seperti kebanyakan bunga, tulip akan tumbuh mengikuti cahaya matahari sekalipun mereka harus menekuk dan meliuk.

Meski berada di rumah membuat nyaman apalagi dengan kehadiran banyak bunga dan tanaman cantik, sesekali kamu juga butuh liburan atau menjauh dari rumah untuk kepentingan tertentu. Di saat seperti itu, jangan ragu untuk memilih Bobobox sebagai akomodasi andalan kamu.

Tempatnya nyaman dan Instragammable, pelayanannya ramah, kebersihan dan keamanan terjamin, dan harganya pun terjangkau. Kamu bisa menemukan hotel kapsul berlogo koala ini di beberapa kota besar Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Semarang, Solo dan Yogyakarta.

Sudah siap? Yuk unduh dulu aplikasi Bobobox di Play Store atau App Store untuk booking dan dapatkan informasi terupdate serta promo-promo menarik dari Bob!

You might also like