Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Jejak Kerajaan Majapahit di Destinasi Wisata Kaki Gunung Semeru

Yuk telesuri sejarah kerajaan Majapahit di kaki Gunung Semeru!

Destinasi wisata yang akan Bob bahas kali ini terletak di Pulau Jawa. Berada di ketinggian 3.645 mdpl destinasi wisata yang satu ini merupakan bagian dari kawasan yang dikelola oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sesuai dengan nama taman nasional tersbut saat ini Bob akan mengajak kamu untuk mengenali destinasi wisata Gunung Semeru lebih dekat!

Disamping keindahan alamnya yang memikat hati siapapun yang mengunjunginya, destinasi wisata Gunung Semeru, memiliki banyak cerita sejarah. Selain sejarah, beberapa cerita dongeng pun banyak beredar di masyarakat mengenai destinasi wisata Gunung Semeru.

Salah satu cerita dongeng yang terkenal mengenai destinasi wisata Gunung Semeru adalah mengenai keberadaan Gunung Semeru yang diyakini berasal dari India dan dibawa oleh para Dewa.Menurut cerita dongeng tersebut gunung yang dibawa dari India ini bernama Meru. Gunung Meru pada awalnya dibawa oleh para dewa untuk diletakan di Jawa Barat.

Namun karena keadaan Pulau Jawa tidak seimbang maka keberadaan Gunung Meru dipindah ke Jawa Timur. Diyakini masyarakat bahwa dalam perjalanan pemindahan gunung tersebut puncak dari Gunung Meru sempat jatuh tercecer sehingga menjadi gunung-gunung seperti Arjuno.

destinasi wisata
@agentwisatabromo.com

Keindahan Destinasi Wisata Gunung Semeru

Jalan-jalan mengelilingi destinasi wisata Gunung Semeru kurang lengkap rasanya jika kamu tidak mengunjungi destinasi wisata Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan sebuah lembahan yang berada di bawah puncak Mahameru yang terbentuk karena letusan Gunung Bajangan yang berada di bawah Puncak Mahameru.

Ternyata aliran lava dan material letusan yang cukup besar mampu membentuk lembahan yang luas sehingga membentuk danau. Danau bernama Ranu Kumbolo dengan ketinggian 2.426 mdpl ini merupakan salah satu surganya para pendaki.

Kamu perlu menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari pos terakhir tempat registrasi di Desa Ranu Pane untuk bisa sampai di danau Ranu Kumbolo. Keindahan pemandangannya menjadikan Ranu Kumbolo salah satu desinasi wisata layak untuk kamu kunjungi.

Jangan khawatir kelelahan selama perjalanan menuju ke Ranu Kumbolo karena kamu akan melewati sekitar 4 shelter yang bisa kamu manfaatkan sebagai tempat beristirahat. Para pendaki umumnya akan melewati hutan hujan basah dan berlanjut ke daerah yang diberi nama Watu Rejeng.

destinasi wisata
@genpi.co

Setelah Watu Rejeng perjalanan dilanjutkan dengan memutari pungungan hingga keluar dari hutan sampai akhirnya tiba di kawasan Ranu Kumbolo. Hal yang menarik saat mengunjungi Ranu Kumbolo adalah sebuah prasasti yang diperkirakan dikeluarkan pada zaman Kerajaan Khadiri.

Pada prasasti tersebut tertulis “Mpu Bameswara Tirtayasa” yang dituis dalam bahasa jawa kuno pada masa Khadiri dengan tulisan kuadrat. Prasasti tersebut berada tepat menghadap ke Ranu Kumbolo dengan tulisannya yang membelakangi danau.

Prasasti Peninggalan Kerajaan

Disekitar destinasi wisata ini kamu bisa menemukan sebuah prasasti yang diyakini merupakan sebagai prasasti peninggalan masa Raja Bameswara. Jika dilihat dari masa berkuasanya Raja Bameswara diperkirakan prasasti ini sudah ada diantara tahun 1117 Masehi hingga 1130 Masehi.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa Ranu Kumbolo ini memiliki fungsi sebagai tempat bersemedi Raja Bameswara. Beberapa pendapat lainnya mengatakan bahwa danau Ranu Kumbolo merupakan tempat mandi para dewa. Hal inilah yang menjadikan air di destinasi wisata danau ini dinilai sebagai air suci Gunung Semeru.

Menurut kepercayaan Hindu Jawa, destinasi wisata Gunung Semeru merupakan tempat bersemayamnya para Dewa, tak mengherankan jika Gunung Semeru dianggap suci bagi banyak masyarakat sekitar. Bagaimanapun juga destinasi wisata Gunung Semeru memang memiliki pemandangan yang sangat mempesona.

destinasi wisata
@ngalam.co

Banyak pendaki yang berkunjung ke sini dan menjadikan destinasi wisata Gunung Semeru salah satu gunung yang patut dikunjungi para pecinta aktivitas pendakian gunung. Tak hanya pendaki dalam negeri, kamu pun bisa dengan mudah menemukan beberapa pendaki dairi luar negeri di destinasi wisata Gunung Semeru.

Para pendaki mancanegara ini pun tidak ingin ketinggalan menikmati keindahan alam di sekitar gunung ini. Pahatan dalam aksara Jawa tertulis rapi di sebuah batu dengan lebar kurang lebih dua meter. Di sekitar prasasti ini bisa kamu temukan bunga-bunga serta bekas pembakaran dupa.

Aksara yang tertulis di Ranu Kumbolo tersebut ternyata memiliki beberapa kemiripan dengan prasasti-prasasti yang ditemukan di Gunung Semeru bagian selatan. Aksara pada prasasti yang terletak di bagian selatan Gunung Semeru itu diyakini para arkeolog dibuat pada masa kejayaan Majapahit hingga masa akhir Kerajaan Majapahit antara abad 14-15 Masehi.

Ranu Kumbolo Sebagai Tempat Suci

Dengan adanya prasasti di Ranu Kumbolo para arkeolog mengambil sebuah kesimpulan. Keberadaan prasasti tersebut menandakan bahwa pada abad 14-15 Masehi sudah ada pendakian-pendakian suci atau perjalanan spiritual menuju destinasi wisata Gunung Semeru ini. Perjalanan mencari air suci lazim dilakukan oleh para rohaniawan terutama pada masa Majapahit.

Hal ini pun dilakukan persis seperti yang pernah dilakukan Raja Hayam Wuruk saat mencari air suci di wilayah kekuasaannya. Sebuah prasasti mengenai hayam Wuruk pun sempat ditulis oleh Mpu Prapanca dalam kitabnya bernama Negara Kertagama. Dalam kitab tersebut dikisahkan perjalanan Hayam Wuruk mencari air suci.

Air suci yang disakralkan di Ranu Kumbolo ini diyakini cukup banyak masyarakat berbeda dengan air suci di tempat-tempat lainnya. Arti dari kata ‘ranu’ adalah cekungan yang terisi air. Istilah kata ini hanya digunakan di wilayah Jawa Timur bagian timur. Oleh karena itu Ranu Kumbolo memiliki arti bahwa seluruh air yang berada di danau itu yang disakralkan dan dianggap suci bukan hanya bagian tertentunya saja.

destinasi wisata
@phinemo.com

Misteri Arcopodo; Dua Patung Ghaib Sang Prajurit Kerajaan Majapahit

Kawasan Arcopodo di sekitar destinasi wisata Gunung Semeru ini sering dimanfaatkan para pendaki sebagai tempat istirahat pendaki. Arcopodo menjadi tempat yang ideal untuk berisitirahat karena memiliki dataran yang cukup luas.

Masayarakat sekitar mempercayai bahwa di area ini terdapat dua patung prajurit dari Kerajaan Majapahit yang hanya dapat dilihat secara langsung oleh seseorang yang memiliki mata batin.Jika diperhatikan dari asal katanya, Arcopodo memiliki arti dua arca atau dua penjaga.

Beberapa pendaki yang mengunjungi destinasi wisata Gunung Semeru mengaku pernah melihat dua patung ini, namun kebanyakan selalu melihatnya dalam ukuran yang beda.Beberapa orang mengatakan bahwa arca tersebut berukuran seorang anak kecil dan sebagian lainnya mengatakan arca tersebut berukuran raksasa.

Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki berbagai macam kisah budaya terutama yang berasal dari kebudayaan Hindu. Kerajaan Majapahit tentunya memberikan pengaruh yang cukup besar sehingga kebudayaan Hindu berkembang pesat di Pulau Jawa. Destinasi wisata Gunung Semeru pun diceritakan sebagai paku bumi untuk membuat Pulau jawa menancap di lautan.

Jelajahi Wisata Menarik Lainnya di Indonesia!

Siap menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya destinasi wisata Gunung Semeru? Jangan lupa untuk beristirahat di akomodasi yang nyaman senyaman Bobobox saat berlibur! Hadir di beberapa kota di Indonesia kamu bisa memesan kamar kapsulmu melalui aplikasi Bobobox. Yuk unduh sekarang juga!

 

You might also like