Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

10 Daftar Stasiun Peninggalan Belanda yang Ada di Indonesia

Ada yang masih beroperasi hingga sekarang, lho!

Bobobox.co.id — Penjajahan Hindia Belanda yang relatif lama tentu membuat banyak bangunan yang dulunya dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada jaman tersebut. Salah satunya adalah stasiun atau perberhentian kereta api. Salah satu perusahaan yang bertanggungjawab atas hal tersebut adalah Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM).

Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM) atau perusahaan kereta api di Hindia Belanda memiliki wilayah operasi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, khususnya Kota Semarang. Jadi, jangan heran jika dari 10 daftar peninggalan yang Bob akan jelaskan di bawah ini kebanyakan berada di wilayah-wilayah tersebut.

Di mana sajakah 10 daftar peninggalan Belanda tersebut? Langsung saja simak ulasan singkatnya dari Bob berikut ini. Semoga bisa menambah wawasanmu soal sejarah peninggalan Belanda ya!

Stasiun Tanjung Priuk, Jakarta

Stasiun peninggalan Belanda pertama pada daftar ini adalah Stasiun Tanjung Priuk. Awalnya, bangunan peninggalan berada tepat di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priuk dan mulai diresmikan pada tahun 1885. Dengan aktivitas yang meningkat, membuat perberhentian kereta api ini dipindah.

Hingga akhirnya pada tahun 1914 Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM) membangun perberhentian kereta sebagai ganti di sebelah halte Sungai Lagoa. Nah, sekarang ini, bangunan ini termasuk salah satu cagar budaya yang bisa kamu kunjungi selama berada di Jakarta.

stasiun tanjung priuk
via wikimedia.org

Stasiun Purwosari, Solo

Bangunan peninggalan Belanda ini sepertinya kalah tenar dengan peninggalan lainnya yaitu Solo Balapan. Sama halnya seperti yang ada di Solo Balapan, Stasiun Purwosari ini merupakan hasil bangunan dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM) yang dibangun sejak 1875.

Jalur kereta di sini sendiri termasuk salah satu yang unik. Pasalnya, di sinilah, satu-satunya jalur kereta api yang berjejer dan berdampingan langsung dengan jalan raya. Pada tahun 2013, pemerintahan Kota Solo menetapkan bangunan ini sebagai bangunan cagar budaya.

via kebudayaan.kemdikbud.go.id

Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta

Stasiun Lempuyang di Kota Yogyakarta menjadi bangunan peninggalan Belanda lainnya yang ada di Indonesia. Mulai beroperasi pada 2 Maret 1872, pembangunannya sendiri terjadi akibat NISM yang terus merugi hingga akhirnya meminta pemerintah Hindia Belanda membangun rel sepanjang 166 kilometer menuju Yogyakarta.

Berjarak 1 kilometer dari pusat kota, dulunya Lempuyangan ini hanya melayani rute dari Yogyakarta – Solo – Semarang dan sebaliknya untuk mengangkut gula. Sekarang ini, perberhentian kereta api ini digunakan sebagai persinggahan semua rute kereta ekonomi.

via gudeg.net

Stasiun Ambarawa, Semarang

Bangunan peninggalan Belanda pertama yang ada di Semarang pada daftar ini adalah Stasiun Ambarawa. Perberhentian kereta ini dibangun sejak 21 Mei 1973 dan dulunya lebih sering disebut dengan nama Stasiun Willem I. Hal ini disebabkan yang memerintah pembangunan perberhentian kereta api ini adalah Raja Willem I.

Sekarang, bangunan ini sendiri tidak lagi digunakan sebagai perberhentian barang maupun penumpang. Namun, telah dialihfungsikan sebagai museum. Salah satu yang terkenal dari tempat wisata ini adalah kereta api uap tua buatan Maschinenfabriek Esslingen yang masih mejeng dengan gagahnya di sini.

via heritage.kai.id

Stasiun Tuntang, Semarang

Stasiun Tuntang menjadi peninggalan Belanda khususnya Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM). Bangunan ini sendiri dibangun pada tahun 1871 namun baru mulai beroperasi dua tahun kemudian tepatnya pada 21 Mei 1873.

Pada tanggal 1 Juni 1970, bangunan ini akhirnya menjadi museum sejak jalur yang menghubungkan Yogyakarta dan Kedungjati ditutup. Sekarang ini, jalur kereta ini akan digunakan untuk angkuatan penumpang dan wisata dari Museum Kereta Api Ambarawa.

via situsbudaya.id

Stasiun Kedungjati, Grobogan

Tak hanya di kota-kota besar di Jawa Tengah saja, perberhentian kereta peninggalan Belanda pun bisa kamu temui di Kabupaten Grobogan. Stasiun Kedungjati ini mulai diresmikan pada 21 Mei 1873. Tempat satu ini dulunya difungsikan sebagai penghubung menuju jalur Ambarawa.

Namun, adanya erupsi Merapi pada tahun 1972 dan mulai berhenti dalam melayani rute ke Ambarawa lah yang menyebabkan perberhentian kereta ini berhenti beroperasi. Sekarang ini, PT Kereta Api Indonesia sendiri telah merencanakan bahwa jalur bersejarah ini akan dihidupkan kembali.

via rynari.wordpress.com

Stasiun Sukabumi, Sukabumi

Selain di Tanjung Priuk, Sukabumi pun memiliki bangunan cagar budaya yang berbentuk perberhentian kereta api. Stasiun Sukabumi ini termasuk salah satu peninggalan Belanda yang memiliki gaya bangunan tropical indies. Salah satu ciri khasnya adalah ventilasi berbentuk setengah lingkaran.

Bangunan ini mulai beroperasi pada tahun 1882 sebagai alat transportasi penumbang dan hasil perkebunan. Perberhentian kereta api ini dirampungkan oleh perusahaan kereta api negara staatspoorwegen. Perusahaan ini melanjutkan proyek NISM yang tidak mempunyai dana yang cukup.

via mediaindonesia.com

Stasiun Surabaya Kota, Surabaya

Menuju Kota Surabaya, di sini, kamu pun akan menemukan salah satu perberhentian kereta peninggalan Belanda yaitu Stasiun Surabaya Kota. Populer dengan nama lainnya yaitu Stasiun Semut, peninggalan Belanda ini diresmikan pada 16 Mei 1878.

Awal mulanya, tujuan pembangunannya ditujukan untuk mengangkut hasil perkebunan dari daerah pedalaman di Jawa Timur. Rute hasil perkebunannya sendiri dipusatkan dari Malang menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, sejak 11 November 1911, perubahan terjadi hingga akhirnya seperti yang kamu lihat sekarang ini.

via travelingyuk.com

Stasiun Solo Balapan, Solo

Yang satu ini bisa jadi pernah kamu dengarkan lewat salah tembang andalan Didi Kempot. Apalagi kalau bukan Stasiun Solo Balapan. Terletak di Kota Surakarta, stasiunnya mulai diresmikan pada tahun 1873. Penamaannya berasal dari jaman dulu di mana di tempat yang sekarang menjadi perberhentian kereta ini adalah pacuan kuda Balapan.

Sedangkan untuk gagasan kenapa dibuat stasiunnya sendiri adalah untuk menghubungkan Semarang yang menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah dengan Solo. Sehingga, kolonial Belanda pada saat itu merasa Solo membutuhkan jalur kereta dari Solo menuju Semarang dan sebaliknya.

via keretaapikita.com

Stasiun Tawang, Semarang

Peninggalan Belanda terakhir ada di Semarang, tepatnya di Jalan Taman Tawang, Kota Semarang. Stasiun ini mulai diresmikan pada 19 Juli 1968. Pada awalnya, pembangunannya sendiri didasari untuk mengganti stasiun Tambaksari yang ditutup pada tahun 1914.

Hingga saat ini, stasiunnya sendiri masih beroperasi namun hanya diperuntukkan untuk kereta kelas eksekutif dan bisnis saja. Sedangkan untuk kereta kelas ekonomi, kereta ini hanya akan melintas tanpa singgah terlebih dahulu di tempat pemberhentian kereta yang berjarak hanya 5 kilometer dari pusat kota Semarang.

via wikimedia.org

Menginap dengan Nyaman dan Aman? Ya di Bobobox

Setelah bersenang-senang di Museum Kereta Api Ambarawa, Semarang. Pastinya, kamu membutuhkan salah satu elemen penting saat liburan. Apalagi kalau bukan soal akomodasi penginapan untuk tempat beristirahat selama liburan di Semarang.

Banyak akomodasi penginapan yang bisa kamu pilih sebenarnya. Namun, Bob mempunyai akomodasi penginapan yang wajib kamu coba dan dijamin tidak membuatmu menyesal. Akomodasi penginapan tersebut adalah Bobobox. Hotel kapsul futuristik menawarkan fasilitas-fasilitas keren yang siap memanjakanmu selama menginap.

Pemesanan podnya mudah dan praktis. Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi Bobobox melalui link ini. Setelahnya, tinggal membuat akun baru dan pod yang kamu inginkan sudah bisa terpesan dengan beberapa sentuhan saja dari smartphonemu.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.