Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Menjadi Caregiver Bagi yang Menghadapi Gangguan Kesehatan Mental

Karena teman kamu membutuhkan support system agar tidak sendiri. Yuk mulai peduli dengan teman kita sekaligus peduli dengan diri kamu sendiri!

Sekarang ini banyak ditemukan masalah kesehatan mental di sekitar kita, khususnya di Indonesia. Trigger dari masalah tersebut pun beragam, mulai dari beban hidup, pekerjaan, masalah ekonomi, dan masih banyak lagi. Mungkin sahabat di sekitarmu pun sedang mengalami hal serupa. Bahkan mungkin kamu caregiver atau perawat dari sahabat dan sanak saudara yang sedang mengalami depresi juga sejenisnya. Namun, jangan sampai kamu mengabaikan fakta bahwa menjadi caregiver dari pengidap gangguan jiwa bisa terkena dampak pada psikologi caregiver-nya sendiri. Pasalnya, merawat orang dengan gangguan jiwa memang tidak mudah.

Mungkin para caregiver dari teman dan kerabat kita yang mengidap gangguan kesehatan mental kerap kali menunjukkan perilaku berbeda dari biasanya. Di antaranya perilaku agresif dan emosi yang tidak terkendali dari pengidapnya sendiri. Tidak mengherankan jika di beberapa kesempatan caregiver pun begitu rentan mengalami stress, dan berujung mentalnya terganggu pula. Mengutip goodtherapy.org, data yang diambil dari Family Caregiver Alliance (FCA) pada tahun 2006 pun menunjukkan bahwa sekitar 25-50% caregiver mengalami diagnosa kriteria depresi dan 40-70% menunjukkan gejala signifikan dari depresi. Lalu bagaimana caranya agar kita tetap bisa menjadi caregiver bagi teman kamu dan tetap bisa sayang dengan diri kamu sendiri? Berikut langkah yang harus kamu lakukan.

Cari Tahu Tentang Depresi dan Gangguan Mental Lainnya

Melansir HelloSehat.com, para caregiver penting untuk tahu lebih jauh mengenai masalah kejiwaan satu ini. Hal tersebut kamu lakukan, supaya kamu bisa punya perhitungan apa yang harus kamu perlu lakukan dan yang tidak dianjurkan untuk kamu lakukan.

Dengarkan Mereka, Karena Mereka Perlu Kamu

pixnio.com/Maysam Yabandeh

Terlihat sederhana bukan? Memang sebenarnya mereka butuh didengar. Mungkin ketika mereka bercerita, kamu akan selintas berpikir “Serius, cuma gini doang?” atau, “Sumpah lebay bener deh”. Namun, kembali lagi, kapasitas setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi masalah terasa lebih mudah karena kesehatan psikis setiap orang berbeda-beda. Orang yang sedang depresi akan kehilangan kemampuan untuk berpikir benar, bahkan bersikap positif. Jadi jangan coba-coba untuk mengatakan hal tersebut, apalagi membandingkan masalahnya dengan orang lain.

Cukup dengarkan dan beri dukungan baik itu dengan lisan atau beri kontak fisik seperti rangkulan, genggam tangan, pelukan. Jangan lupa beritahu temanmu “Kamu jangan khawatir, aku ada di sini”. Dengan begitu, teman kamu tidak merasa sendiri. Jangan sampai komunikasi kalian terputus juga ya!

Jika Rasanya Kamu Mulai Sulit Hadapi Sendiri, Jangan Ragu untuk Bawa Temanmu ke Ahlinya

pexels.com

Memang sulit untuk meyakinkan temanmu yang menganggap dirinya baik-baik saja, namun jika memang diperlukan – sebaiknya kamu beri pengertian untuk mengajaknya ke psikolog atau ke ahlinya. Pasalnya, kamu pun tidak bisa menghadapinya sendiri jika kondisi temanmu memburuk atau sudah tidak bisa terkendali. Jika memang perlu, kamu sendiri bisa mengajak temanmu mencari bantuan medis. Apabila temanmu sudah menunjukkan gejala lain seperti berat badan turun drastis, menyakiti diri sendiri, dan mulai berpikir untuk mengakhiri nyawanya.

Sebagai Caregiver, Kamu Perlu Memiliki “Me Time” dan Tetap Aktif Bersosialisasi

Caregiver pun tidak bisa fokus dengan satu orang yang perlu pertolongan, kamu pun sedikitnya perlu quality time dengan diri sendiri. Hal tersebut diperlukan supaya meredakan stress yang dihadapi caregiver yang dapat berujung depresi. Kamu juga harus meluangkan waktu dengan mengobrol bersama orang-orang yang memiliki mental hesat, agar kamu bisa menjaga stabilitas diri.

Jika kamu menemukan kerabat, teman, atau keluarga yang menunjukkan gejala depresi, penyakit mental, atau ada keinginan dan perilaku untuk bunuh diri, jangan ragu dan segera mencari pertolongan secepatnya ya!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.