Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Jangan Risau! Ayo Kenali Apa itu Panic Attack dan Gejala-Gejalanya!

Beberapa tips tentang cara menangani panic attack yang kamu wajib tahu!

Pernah nggak kamu merasa takut, sangat takut secara tiba-tiba? Mungkin kamu lagi asyik belanja bulanan atau browsing baju-baju lucu di gerai favoritmu. Tiba-tiba, kamu merasa ketakutan sampai nggak bisa bergerak. Kamu juga mungkin lagi seru ngobrol sambil ngopi bareng teman-teman di kafe. Entah kenapa, kamu merasa takut sampai kesulitan bernapas dan pusing. Pernah mengalami kondisi seperti itu?

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah serangan panik atau panic disorder. Nah, beberapa dari kalian mungkin belum tahu apa itu panic attack. Dilansir dari Alodokter, panic attack ada kemunculan ketakutan atau kegelisahan berlebihan secara mendadak. Kondisi ini bisa terjadi sesekali dalam hidup. Namun, kondisi dapat memburuk menjadi gangguan panik (panic disorder) jika terjadi secara berulang dalam jangka waktu panjang.

cara menangani panic attack
Credit: SHVETS Production via Pexels

Baca Juga: 9 Aplikasi Anti Stres yang Harus Ada di Smartphone Kamu


Panic attack merupakan kondisi yang ternyata umum terjadi. Di Australia, dilansir dari BetterHealth Channel, sekitar 35% populasinya pernah mengalami serangan panik. Sementara itu, menurut ADAA, sekitar 2,7% populasi Amerika Serikat atau 6 juta jiwa mengidap gangguan panik. Selain itu, ternyata wanita memiliki risiko mengalami gangguan ini dua kali lebih besar dibandingkan pria.

Di situasi seperti ini, serangan panik makin mudah menyerang. Seperti yang Bob bilang sebelumnya, serangan ini bisa terjadi kepada siapa saja, kapan dan di mana saja. Nah, supaya kita nggak panik sejak awal, yuk kenali gejala-gejala panic attack. Bob juga akan jelaskan penyebabnya dan cara menangani panic attack. Jadi, tarik napas dalam-dalam, tenangkan diri, dan pelajari cara menangani panic attack secara efektif di artikel ini.

Apa Itu Panic Attack?

Seperti yang Bob jabarkan di awal tulisan, panic attack adalah munculnya ketakutan hebat secara mendadak. Beberapa orang mengalami kejadian ini hanya beberapa kali seumur hidup. Namun, jika kondisi ini berulang, mereka bisa mengalami gangguan panik atau panic disorder. Kondisi ini bisa ditangani sebetulnya. Namun, menurut Dr. Andri, Sp.KJ dalam sebuah artikel Kompas, kemungkinan “kumatnya” gangguan panik mencapai 40-50%.

cara menangani panic attack
Credit: Teona Swift via Pexels

Baca Juga: 8 Starter Pack Anti Stress Berikut Ini Bantu Pikiranmu Lebih Tenang


Dilansir dari Mayo Clinic, serangan ini bisa memicu ketakutan yang luar biasa. Meskipun tidak mematikan, dampaknya bisa jadi sangat mengerikan dan memengaruhi kualitas kehidupanmu. Wah! Tentunya merepotkan kalau panic attack sudah sampai mengganggu keseharianmu. Namun, dengan mengetahui penyebab, gejala, dan cara menangani panic attack, kondisi ini bisa di-handle, kok.

Apa Saja Gejala Panic Attack?

Sedang asyik-asyik makan di sebuah restoran, tiba-tiba kamu merasa panik. Entah kenapa, kamu tiba-tiba takut sesuatu yang buruk seperti bencana alam atau kejahatan akan terjadi di restoran tersebut. Kamu mulai kesulitan berkonsentrasi, napas mulai tak teratur, dan kepala terasa sakit. Pernah mengalami kondisi tersebut? Hmm… Bisa jadi kamu mengalami satu atau beberapa gejala panic attack.

cara menangani panic attack
Credit: MART Production via Pexels

Ada beberapa gejala panic attack yang kamu perlu kenali. Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu gejala paling menonjol adalah perasaan adanya musibah atau bahaya yang akan terjadi. Penderita panic attack juga takut kehilangan kendali atas apa pun dan kematian. Selain itu, panic attack juga bisa membuat penderitanya terlepas dari atau tidak bisa mengenali realita. Yang jelas, serangan ini membuat penderitanya panik dan ketakutan setengah mati.

Serangan panik juga ditandai oleh beberapa gejala fisik. Menurut NHS, penderita panic attack akan mengalami kesulitan bernapas. Detak jantungnya menjadi lebih cepat dan berdebar-debar. Leher terasa tercekik dan mulut menjadi kering. Tubuh akan terasa lemas. Pusing, gemetaran, rasa mual, dan berkeringat hebat juga menjadi beberapa gejala panic attack. Beberapa orang juga merasa kebas, atau bahkan ada yang merasa ingin buang air.

cara menangani panic attack
Credit: Mikhail Nilov via Pexels

Serangan panik bisa terjadi selama 5 hingga 20 menit. Bahkan, beberapa penderitanya mengalami serangan selama hingga satu jam. Untuk menghadapi kondisi ini, kamu tentunya harus tahu cara menangani panic attack secara efektif. Namun, sebelum mempelajari cara menangani panic attack dengan tepat, ada baiknya kamu mengenali sumbernya terlebih dahulu.


Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Kesehatan Mental Penting Saat Pandemi dan Harus Menjadi Prioritasmu!


Pemicu atau Penyebab Panic Attack

Kalau kamu ingin tahu cara menangani panic attack, tentunya kamu harus tahu dulu pemicu atau penyebabnya. Serangan panik memang bisa terjadi kapan dan di mana pun, tanpa pemicu yang jelas. Namun, ada beberapa kondisi atau hal yang diduga atau berpotensi menimbulkan kondisi ini. Dilansir dari Banyan Mental Health, stres merupakan kondisi utama yang bisa memicu munculnya serangan panik. Stres sendiri disebabkan oleh banyak hal, termasuk hubungan sosial dan kendala finansial.

cara menangani panic attack
Credit: Gustavo Fring via Pexels

Selain stres, panic attack juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan sebelumnya. Masalah kesehatan yang dialami tentunya dapat menjadi beban pikiran yang pada akhirnya memperberat stres. Beberapa jenis obat juga dapat memicu kecemasan dan panik. Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan dan konsumsi kafeina berlebihan ternyata bisa juga menyebabkan panic attack. Hmm… Tetap jaga asupan kafeina harian kamu, ya!


Baca Juga: Hindari Penyebab Stres di Pagi Hari Berikut Agar Kamu Bahagia


Beberapa faktor lain juga bisa memicu panic attack. Dilansir dari Mayo Clinic, faktor genetik, temperamen, serta trauma juga memegang peran dalam kemunculan serangan panik. Sebagian penyebab panic attack juga merupakan pemicu gangguan panik. Dilansir dari Kompas, diet ketat dan pola tidur yang rusak juga dapat memicu gangguan panik.

Cara Menangani Panic Attack

Setelah mengetahui gejala dan pemicunya, kamu bisa mengetahui dan merancang cara menangani panic attack. Metode-metode ini bisa kamu terapkan untuk diri sendiri atau orang lain. Dilansir dari Liputan6, kamu bisa mengatur pernapasan terlebih dahulu saat serangan panik tiba. Coba pelajari teknik pernapasan dalam atau pernapasan pelan. Dengan ritme napas yang lebih teratur, kamu bisa merasa lebih rileks.

cara menangani panic attack
Credit: Kelvin Valerio via Pexels

Kamu juga bisa mengambil langkah lain untuk merilekskan tubuh. Coba duduk atau berbaring saat kamu merasa terserang oleh kepanikan. Kendalikan juga pikiran kita. Gunakan self-talk untuk meyakinkan diri bahwa situasi akan membaik dan kamu akan baik-baik saja. Namun, seperti dilansir dari BetterHealth Channel, jangan pusatkan perhatianmu pada gejala-gejala kepanikan. Jadi, self-talk seperti “Jangan panik!” ada baiknya tidak dilakukan.

Coba alihkan atau sibukkan pikiranmu dengan aktivitas lain. Kamu bisa mencoba berhitung dari satu sampai seratus, misalnya. Kamu juga bisa mengingat atau membayangkan lagu kesukaanmu. Selain itu, beranikan diri untuk tetap berada di tempat atau lokasi. Jika kamu “melarikan diri”, kamu justru makin yakin kalau panic attack tidak bisa di-tackle. Memberanikan diri jadi salah satu cara menangani panic attack yang berdampak baik untuk jangka panjang.


Baca Juga: 5 Manfaat Memijat Telinga Sebelum Tidur. Mengurangi Tingkat Stres Hingga Membuat Kepala Terasa Lebih Ringan!


Apakah Panic Attack dan Anxiety Attack Sama?

Kamu mungkin pernah mendengar keduanya dan menggunakannya secara bergantian. Namun, ternyata keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Gejala-gejalanya memang mirip, tetapi panic attack tidak sama dengan anxiety attack. Dari segi bahasa, anxiety attack berarti serangan kecemasan. Supaya nggak bingung, kamu perlu mengetahui perbedaannya.

cara menangani panic attack
Credit: Andrew Neel via Pexels

Dilansir dari Medical News Today, pola kemunculan menjadi salah satu pembeda utama. Serangan panik datang secara tiba-tiba. Sementara itu, serangan kecemasan muncul secara bertahap dan menjadi lebih parah dalam hitungan menit, jam, bahkan hari. Serangan panik sendiri muncul tanpa sebab, sementara anxiety attack merupakan respons terhadap pemicu yang lebih jelas.

Meskipun kamu sudah mengetahui cara menangani panic attack, terkadang kondisi tidak kunjung membaik. Saat serangan atau gangguan panik, atau kondisi mental lainnya sudah mengganggumu secara signifikan, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog. Kamu juga mungkin akan dirujuk ke psikiater atau konseling. Jangan ragu atau takut mengikuti terapi atau konseling! Pihak ahli bisa membantumu merancang langkah penanganan yang sesuai.

Panic Attack Bisa Ditangani!

Serangan panik yang dialami memang mengerikan dan berdampak serius. Namun, jangan risau atau berkecil hati karena kondisi ini bisa ditangani. Dengan mengenali penyebab dan gejalanya, kamu bisa mengetahui cara menangani panic attack secara efektif. Bahkan, kamu juga bisa membantu orang lain yang mengalami panic attack.

Salah satu pemicu panic attack adalah stres. Nah, dari sekarang yuk mulai periksa tingkat stresmu. Kalau kamu mulai merasa tertekan, inilah waktunya untuk rehat sejenak. Kamu bisa mengambil cuti atau staycation, dan staycation di Bobobox bisa jadi salah satu opsi yang pas.

Di Bobobox, kamu bisa merasakan pengalaman menginap di hotel kapsul berteknologi canggih. Setiap pod memiliki desain futuristik dan dilengkapi teknologi yang terintegrasi dengan aplikasi seluler. Fasilitas seperti pantry, communal space, WiFi yang reliable, dan shared bathroom akan menunjang kebutuhanmu. Kamu bisa mengunduh aplikasi Bobobox ke ponselmu. Aplikasi ini hadir untuk platform Android dan iOS serta bisa diunduh secara gratis!

You might also like