Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tidak Hanya Terjadi di Film Fiksi, Ini Dia Butterfly Effect Terbesar di Dunia yang Mengubah Arah Sejarah Dunia

Hal kecil berdampak besar

Butterfly effect atau efek kupu-kupu secara sederhana merujuk pada hal kecil yang dapat menimbulkan konsekuensi besar. Mulanya, butterfly effect digunakan oleh seorang meteorolog Edward N. Lorenz berkenaan dengan ramalan cuaca. Dia mengemukakan hubungan antara kepak sayap kupu-kupu di Brazil yang dapat mengakibatkan sebuah tornado besar di Texas beberapa bulan kemudian.

Butterfly effect kemudian menjadi metafora yang digunakan di dalam maupun luar bidang ilmiah. Istilah ini mungkin terdengar familiar bagi kamu yang pernah menyaksikannya dalam film fiksi. Namun, tahukah kamu bahwa butterfly effect juga terjadi di dunia nyata dan menjadi penyebab berubahnya arah sejarah dunia? Yuk, simak beberapa butterfly effect terbesar di dunia berikut ini!

Butterfly Effect Terbesar di Dunia: Terbentuknya Third Reich

Pada tahun 1905, Academy of Fine Arts di Vienna menolak aplikasi seorang calon mahasiswa sebanyak dua kali yang ternyata adalah Adolf Hitler. Dia pindah ke Vienna untuk mempelajari seni. Namun, setelah ibunya meninggal, Hitler justru terdampar di sana dan terpaksa hidup di tempat kumuh.

Di saat itu pula Hitler menjadi seorang antisemit. Dari sana, dia bergabung dengan tentara Jerman dan terus naik pangkat. Nah, kesimpulannya, penolakan yang diterima Hitler tersebut membawanya jauh hingga membentuk Jerman Nazi atau Third Reich. Bagaimana jadinya ya jika seandainya dia diterima menjadi mahasiswa seni?

Butterfly Effect Terbesar di Dunia: Terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand

Terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand disebut-sebut menjadi pemicu tercetusnya Perang Dunia I dan hal tersebut terjadi akibat keteledoran sang supir. Dalam sebuah kunjungan, sang Archduke dan istrinya berhasil luput dari serangan granat oleh kelompok teroris Black Hand yang justru mengenai mobil lain.

Sayang, keberuntungannya hanya sampai di situ saja. Kunjungan tetap dilanjutkan, namun sang supir tidak mengikuti perubahan rute yang sebelumnya telah diputuskan. Di sanalah salah seorang yang bertugas membunuh Archduke berada. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan menembak sang Archduke bersama istrinya.

Baca Juga: Tonton 10 Rekomendasi Film Kisah Nyata Terbaik Versi Bob Berikut Ini! Dijamin Gak Bikin Bosen!

Butterfly Effect Terbesar di Dunia: Bom Atom Nagasaki

via BBC

Bersama dengan Hiroshima, Kokura mulanya merupakan salah satu target utama pengeboman oleh tentara Amerika pada 9 Agustus, 1945. Kota tersebut memang dikenal sebagai gudang produksi senjata serta salah satu lokasi persenjataan besar tentara Jepang. Pilot pengebom hanya dibolehkan menjatuhkan bom jika jarak pandang pada pabrik amunisi tersebut jelas.

Beruntungnya, hari itu Kokura diselimuti kabut tebal. Namun, hal itu menjadi bencana bagi Nagasaki yang kemudian dijadikan pilihan target bom atom karena langitnya yang bersih. Untuk mengenang para korban, sebuah memorial didirikan di lokasi bekas pabrik senjata Kokura.

Butterfly Effect Terbesar di Dunia: Penolakan Surat Berujung Perang Vietnam

Tahun 1919, Woodrow Wilson dikabarkan menerima surat dari seorang pria muda bernama Ho Chi Minh. Dia mengajak Wilson untuk bertemu dan berdiskusi tentang kemerdekaan Vietnam dari Prancis. Ho Chi Minh yang kala itu berpikiran terbuka pun marah akibat pengabaian yang dilakukan Wilson. Dia kemudian mulai mempelajari Marxisme hingga menjadi pemimpin gerakan Komunis Vietnam.

Ho Chi Minh juga berperan dalam melawan penjajahan Prancis bersama rakyat Vietnam sampai mempeoleh kemerdakaan. Namun, negara tersebut terbagi menjadi dua kubu, komunis utara dan non-komunis selatan dengan Ho Chi Minh sebagai pemimpin kubu utara. Pada tahun 1960-an, Vietnam Utara melakukan penyerangan pada kubu selatan dan saat itulah Amerika bergabung.

Biar nggak bosan terus di rumah, kamu bisa banget staycation di Bobobox sambil mencari tahu lebih banyak atau menonton hal-hal berbau tragedi lainya. Dengan WiFi-nya yang kencang, kamu tidak perlu khawatir acara browsing kamu terganggu. Kehadiran fitur moodlamp juga bisa kamu manfaatkan agar pencahayaan diatur dengan kenyamanan kamu. Interior podnya cukup luas dengan kasur empuk yang dijamin bikin kamu betah. Harga pun terjangkau. Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo lewat aplikasi Bobobox! Yuk unduh aplikasinya untuk informasi lebih lanjut!

You might also like