Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tahun 2021 Sudah Berlalu, Simak Kumpulan Fakta Bencana yang Terjadi di Tahun 2021 Silam

Banjir bandang hingga gempa bumi

Tahun 2022 tsudah mulai berjalan menggantikan 2021 yang penuh kenangan, kesenangan hingga kesakitan. Menengok ke belakang, bencana memang datang silih berganti di sepanjang tahun 2021.

Selain Covid-19 yang masih menjadi perhatian pemerintah, bencana besar lain turut andil menyumbang kerugian, kerusakan hingga korban jiwa. Berdasarkan data BNPB, total bencana di tahun 2021 sebanyak 3.034. Bencana tersebut meliputi banjir (1.279), gempa bumi (31), erupsi gunung (1), kebakaran hutan dan lahan (265), kekeringan (15), tanah longsor (621), cuaca ekstrem (779) serta gelombang pasang dan abrasi (43).

Dampaknya, sebanyak 662 orang meninggal dunia, 8.393.273 orang harus mengungsi, 95 orang hilang dan 14.113 luka-luka. Selain itu, bencana di tahun 2021 juga merusak ribuan fasilitas dengan rincian sebagai berikut:

  • 19.117 rumah rusak berat
  • 25.335 rumah rusak sedang
  • 97.197 rumah rusak ringan
  • 1.492 fasilitas pendidikan
  • 1.840 fasilitas peribadatan
  • 355 fasilitas kesehatan

Berikut ini adalah 7 bencana di tahun 2021. Yuk simak faktanya!

Gempa Bumi Sulawesi

via cnnindonesia.com

 

Tahun 2021 diawali dengan bencana gempa bumi berkekuatan M 5,9. Gempa tersebut mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pada pukul 14.45 WITA, Kamis, 14 Januari 2021.

Gempa kedua kemudian menyusul dengan kekuatan M 6,2 dengan kedalaman 10 km pada 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA. Gempa ini tidak berpotensi tsunami dan diduga kuat terjadi akibat aktivitas sesar naik.

Akibatnya, ribuan rumah rusak ringan hingga berat dan sebanyak 89.624 harus mengungsi. Selain itu, 105 orang meninggal dunia dan 6.489 mengalami luka-luka.

Baca Juga: 10 Gempa Bumi Terbesar Dalam Sejarah Dunia. Indonesia Termasuk Salah Satunya!

Tanah Longsor Sumedang

via nasional.tempo.co

Bencana tanah longsor di Sumedang diketahui mengakibatkan 40 orang meninggal, 3 orang mengalami luka berat dan 22 orang luka ringan, serta 1.119 mengungsi. Bencana di tahun 2021 ini tepatnya berlokasi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 15.30 WIB yang diikuti longsor susulan pada pukul19.30.

Dari segi materi, sebanyak 26 unit rumah tercatat rusak berat, 3 mengalami rusak sedang dan 1 masjid rusak ringan. Tanah longsor diperkirakan dipicu oleh tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang tidak stabil.

Siklon Tropis Seroja NTT

via cnnindonesia.com

Awal bulan April, cuaca esktrem akibat siklon tropis seroja memicu terjadinya banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang dan gelombang pasang di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut BMKG, siklus siklon tropis ini bisa diartikan sebagai sistem tekanan rendah yang disebut badai berkekuatan besar.

Siklon tropis seroja sudah mulai terbentuk sejak 3 April wilayah selatan NTT. Selanjutnya, pada 6 April, siklon bergerak menjauh dari garis pantai Indonesia.

Wilayah yang terdampak di antaranya meliputi Flores Timur, Lembata, Kupang, Malaka Tengah, Alor dan Ngada. Banjir bandang dan tanah longsor menjadi penyumbang korban terbesar alam siklus siklon tersebut. Akibatnya, sekitar 180 orang meninggal dunia, 47 orang hilang, 124 mengalami luka-luka dan 13.230 harus mengungsi.

Kabupaten Flores menjadi kabupaten dengan jumlah kematian tertinggi yaitu 72 orang. Lembata dan Alor menyusul di belakangnya dengan jumlah korban jiwa masing-masing sebanyak 46 dan 29.

Sementara itu, kerusakan rumah mencapai 6.407 untuk kategori berat, 7.231 kategori sedang, dan 39.895 kategori ringan. Fasilitas umum dan sosial juga tidak luput dari amukan bencana hingga berdampak pada 3.116 unit.

Baca Juga: Tak Hanya Pulau Komodo, Ini Dia Destinasi Wisata Nusa Tenggara Timur Hits Yang Wajib Kamu Kunjungi

Banjir Sintang

via nasional.kompas.com

Banjir menjadi bencana di tahun 2021 yang menyumbang angka terbanyak. Bencana satu ini bahkan sudah melanda sejak awal tahun, mulai dari kawasan Jakarta hingga Kalimantan.

Salah satu yang terparah terjadi pada pertengahan November di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Bencana tersebut terjadi selama hampir sebulan dan merendam hingga 12 kecamatan yang meliputi:

  • Kaya Hulu
  • Kayan Hilir
  • Binjai Hulu
  • Sintang Sepauk
  • Tempunak
  • Ketungau Hilir
  • Dedai
  • Serawai
  • Ambalau
  • Sei Tebelian
  • Kelam Permai

Puncaknya, bencana banjir ini mengakibatkan 17.496 kepala keluarga mengungsi, 21.000 rumah terendam dan dua orang meninggal dunia. Menurut penuturan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, bencana di tahun 2021 ini merupakan yang terbesar dan terlama sejak tahun 1963.

Banjir Kota Batu

via mediaindonesia.com

Di bulan yang sama, banjir bandang juga ikut menerjang kawasan Kota Batu. Aliran airnya membawa serta lumpur serta potongan kayu dan ranting dari pohon tumbang. Tak hanya itu, aliran air juga terbilang sangat deras hingga mampu menghayutkan mobil, motor dan hewan ternak. Akibatnya, sebanyak 15 orang dilaporkan tewas, 53 unit rusak, 32 rumah terendam serta 11 unit mobil dan 46 unit motor terseret arus.

Erupsi Gunung Semeru

via nasional.tempo.co

Awal Desember, Indonesia digemparkan dengan erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Guguran awan panas dari gunung tertinggi Pulau Jawa itu berhasil menciptakan kepanikan luar biasa bagi para penduduk di lereng gunung.

Bencana di tahun 2021 ini terjadi sekitar pukul 15.00 pada 4 Desember 2021. Sekitar 10.395 warga harus mengungsi di 410 titik pengungsian. 51 orang tercatat meninggal dunia dan setidaknya 863 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, erupsi juga mengakibatkan kerusakan pada sekitar 1.027 rumah. Satu fasilitas umum, yaitu Jembatan Perak, pun roboh akibat aliran lahar sehingga memutus akses antara Lumajang dan Malang. Desa Curah Kobokan menjadi desa yang paling terdampak parah akibat erupsi ini.

Baca Juga: Erupsi Beberapa Waktu Lalu, Ini Dia Mitos Seputar Gunung Semeru Yang Perlu Kamu Ketahui

Gempa Laut Flores

via liputan6.com

Tanggal 14 Desember menjadi saksi terjadinya gempa berkekuatan M 7,4 yang mengguncang Laut Flores, NTT. Secara terperinci, gempa berdampak di Kabupaten:

  • Flores Timur
  • Sikka
  • Lembata
  • Manggarai
  • Nagekeo
  • Sabu Raijua
  • Manggarai Barat
  • Ende
  • Ngada

Buntut dari gempa, BMKG pun segera mengeluarkan peringatan dini tsunami. Gelombang tsunami dilaporkan mencapai Marapokot dengan ketinggian 0,07 meter. Tak lama setelahnya, peringatan pun dicabut. Gempa tersebut diketahui terjadi pada pukul 10.20 dengan kedalaman 10 km. Gempa Laut Flores ini ternyata berdampak luas sebab bisa dirasakan hingga Sulawesi Selatan.

Staycation Aman di Bobobox

Memasuki 2022, Indonesia beserta negara-negara di dunia juga masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19.  Akibat pandemi yang masih belum kelihatan titik akhirnya, ruang gerak kamu masih terbatas demi menghindari penyebaran penyakit tersebut. Kalau kamu mulai jenuh di rumah tapi tidak bisa bepergian jauh-jauh, rencanakan saja staycation di Bobobox untuk melepas penat kamu.

Selama masa pandemi ini, Bobobox telah menerapkan sejumlah aturan untuk menjamin keamanan, kebersihan dan kenyamanan di area Bobobox. Aturannya meliputi pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, penggunaan hand sanitizer hingga kewajiban mencuci tangan. Demi kenyamanan dan keamanan bersama, pelanggan juga dianjurkan untuk membawa alat makan dan alat salat pribadi.

Untuk keperluan kesehatan, Bobobox juga menyediakan obat-obatan standar yang bisa kamu gunakan agar tubuh kamu tetap sehat dan fit. Yuk segera unduh aplikasi Bobobox di Play Store  dan App Store untuk informasi lebih lanjut!

You might also like