Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Ingin Belajar Bahasa Isyarat? Ini Dia 10 Hal Dasar yang Harus Kamu Ketahui!

Sebelum belajar bahasa isyarat, simak dulu yuk tips berikut ini

Kamu tertarik belajar bahasa isyarat? Ini adalah momen yang pas untuk memulai. Soalnya tanggal 23 September diperingati sebagai Hari Bahasa Isyarat Sedunia bersamaan dengan perayaan Hari Tuli Sedunia. Hari ini ditujukan untuk mendukung dan melindungi perbedaan identitas bahasa dan budaya orang tuli dan pengguna bahasa isyarat di dunia.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang bahasa isyarat, yuk kita belajar bahasa isyarat bareng-bareng. Berikut adalah 10 hal dasar yang perlu kamu ketahui. Simak terus di sini ya!

Kenali jenis-jenis bahasa isyarat

belajar bahasa isyarat
Photo by Vladislav Klapin on Unsplash

Sebelum belajar bahasa isyarat, kamu harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenisnya. Seperti, bahasa pada umumnya, bahasa isyarat juga memiliki karakteristik yang berbeda di setiap negara. ASL (American Sign Language) adalah bahasa isyarat yang paling umum digunakan di dunia.

Selain digunakan di Amerika Serikat, ASL juga digunakan di Kanada, Afrika Barat, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Selain ASL ada juga BSL (British Sign Language). BSL digunakan di Britania Raya dan menjadi pilihan utama bahasa isyarat orang Inggris.

Nah, Indonesia sendiri memiliki dua jenis bahasa isyarat yang berbeda yaitu SIBI dan BISINDO. SIBI (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia) diadopsi dari ASL, bersifat baku, dan lebih rumit. Di sisi lain, BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) lahir dari kelompok tuli, muncul secara alami, dan memiliki keunikan di setiap daerah yang menggunakannya.

Mulai belajar bahasa isyarat dari huruf alfabet

belajar bahasa isyarat
Photo by Jason Leung on Unsplash

Belajar bahasa isyarat berarti kamu harus memahami hingga ke tingkat paling dasar, yaitu huruf. Sama seperti bahasa yang menggunakan alfabet, bahasa isyarat juga memiliki 26 huruf. Meskipun begitu, baik di ASL, BSL, SIBI, atau BISINDO, bentuk hurufnya pun berbeda-beda.

Di negara-negara yang tidak menggunakan huruf alfabet seperti Cina, Arab, dan Jepang, isyarat yang digunakan pun berbeda, menyesuaikan dengan bahasa masing-masing negara. Oleh karena itu, jika kamu belajar bahasa isyarat menggunakan satu gaya, belum tentu kamu bisa berkomunikasi dengan orang lain yang belajar bahasa isyarat dengan gaya yang berbeda.

Belajar bahasa isyarat melalui fingerspelling

belajar bahasa isyarat
Photo by Johannes W on Unsplash

Fingerspelling pada dasarnya adalah mengeja. Jika kamu belajar bahasa isyarat dan baru menghapal huruf saja, belum isyarat untuk kata tertentu, kamu bisa menggunakan fingerspelling untuk mengeja huruf demi huruf hingga terbentuk sebuah kata.

Belajar bahasa isyarat melalui ekspresi-ekspresi dasar

belajar bahasa isyarat
Photo by Franco Antonio Giovanella on Unsplash

Nah, supaya kamu semakin mahir dalam belajar bahasa isyarat, kamu bisa mulai mempelajari ekspresi-ekspresi dasar seperti memberi salam, meminta tolong, mengucapkan terima kasih, berkta iya, dan berkata tidak.

Eskpresi dasar ini bisa membantu kamu dalam berkomunikasi dengan pengguna bahasa isyarat lainnya dengan lebih mudah jika kamu belum terlalu mahir. Setelah itu, kamu bisa mulai belajar bahasa isyarat untuk kata-kata yang lebih spesifik seperti warna, makanan, kata kerja, hewan, waktu, tanggal, dan masih banyak lagi.

Bahasa isyarat memiliki tata bahasanya sendiri

belajar bahasa isyarat
Photo by Bacila Vlad on Unsplash

Ada aturan khusus yang harus diikuti untuk bisa menyusun kalimat yang baik dalam bahasa isyarat. Berbeda dengan bahasa lisan yang menggunakan struktur kalimat sebagai acuan tata bahasa, bahasa lisan melibatkan lebih banyak hal. Gerakan tangan, urutan isyarat, gestur, dan ekspresi digunakan bersamaan untuk menciptakan kalimat yang utuh.

Misalnya saja, dibutuhkan ketinggian alis yang tepat untuk menyampaikan pertanyaan siapa, apa, di mana, kapan, dan mengapa. Hal ini disebut juga dengan aktivitas non manual.

Jangan hanya gunakan gerakan tangan

belajar bahasa isyarat
Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Meskipun bahasa isyarat menggunakan gerakan tangan sebagai alat komunikasi utamanya, kamu juga harus memerhatikan dua hal lain yaitu gestur tubuh dan ekspresi wajah. Kedua hal tersebut akan sangat membantu dalam menekankan maksud yang ingin kamu sampaikan.

Misalnya, jika kamu sedang bertanya kamu bisa menaikkan alis untuk memberi penekanan. Gerakan-gerakan seperti anggukan atau gelengan kepala, mengangkat bahu, dan gerakan tubuh lainnya bisa memberi intonasi terhadap apa yang ingin kamu sampaikan.

Belajar bahasa isyarat dengan cara mendengarkan dan menyimak

belajar bahasa isyarat
Photo by Mimi Thian on Unsplash

Belajar bahasa isyarat bukan hanya belajar untuk menyampaikannya. Komunikasi merupakan kegiatan dua arah sehingg kamu harus bisa juga memahami bahasa isyarat yang disampaikan orang lain. Kamu bisa belajar melalui video atau dengan orang yang sudah mahir berbahasa isyarat.

Bahasa isyarat juga memiliki dialek

belajar bahasa isyarat
Photo by Raphael Schaller on Unsplash

Mengetahui bahwa bahasa isyarat adalah bahasa yang kaya akan keragaman merupakan hal penting. Hal ini disebabkan kamu bisa saja berkomunikasi dengan orang lain yang menggunakan gaya bahasa yang berbeda. Tata bahasa ASL (American Sign Language) berbeda dengan SEE (Signed Exact Language), dan juga berbeda dengan SIBI maupun BISINDO. Dalam dunia pendidikan, cara belajar bahasa isyarat yang diterapkan pun bisa berbeda.

Perhatikan perkembangan zaman

belajar bahasa isyarat
Photo by Gary Butterfield on Unsplash

Bahasa tetaplah bahasa, alat yang digunakan untuk menyampaikan pikiran. Jika dalam sebuah bahasa tidak terdapat kata yang bisa merepresentasikan pikiran tersebut, terciptalah kata baru. Hal ini pun berlaku untuk belajar bahasa isyarat.

Jika kamu sudah belajar bahasa isyarata dan memahami betul bahasa tersebut, ketahuilah bahwa bahasa terus berkembang seiring berjalannya waktu. Akan ada kata slang yang muncul yang tidak kamu ketahui sebelumnya dan ekspresi-ekspresi lain yang menyesuaikan dengan kebutuhan.

Terus belajar bahasa isyarat

belajar bahasa isyarat
Photo by Brett Jordan on Unsplash

Bahasa isyarat adalah kemampuan yang harus terus dilatih. Kamu tidak bisa menguasainya hanya dalam beberapa hari saja, apalagi jika kamu hanya berlatih sendirian. Untuk belajar bahasa isyarat, kamu tetap membutuhkan orang lain untuk melatih kemahiran berbahasamu.

Bahkan kamu pun bisa mengikuti kelas dan workshop jika ingin semakin mahir. Siapa tahu jika kamu belajar bahasa isyarat dengan sungguh-sungguh kamu bisa mendapatkan sertifikasi dan menjadi seorang interpreter.

Tetap bahagia dengan menginap di Bobobox

bobobox

Supaya kamu cepat mahir belajar bahasa isyarat, kamu harus terus latihan. Akan tetapi, kamu juga butuh istirahat dan liburan. Nggak perlu ribet kalau soal liburan. Staycation aja di Bobobox.

Bobobox adalah hotel kapsul yang bisa bikin kamu bebas dari stres. Suasana tenang dan hening akan kamu dapatkan saat masuk ke pod-nya. Selain itu, desainnya yang modern juga enak untuk dinikmati.

Nggak cuma itu, teknologi yang digunakan juga canggih. Untuk memesan kamar, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Bobobox. Aplikasi ini, selain untuk memesan, juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Tinggal pindai saja QR code-nya. Untuk memberikan gambaran pengalaman menginap yang lebih nyata, yuk, keliling-keliling di pods Bobobox lewat 360° virtual tour bareng Bob.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan lupakan stres untuk sejenak!

You might also like