Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Diam-Diam Membahayakan, Ini Dia 7 Bahaya Sering Makan Mi Mengintaimu Setiap Saat

Jangan terlalu sering dikonsumsi, ya!

Bobobox.co.id — Mi instan merupakan salah satu makanan yang disenangi oleh banyak orang lantaran mudah disajikan dan rasanya yang lezat. Makanan satu ini pun kerapkali dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi.

Namun, dibalik kemudahan dan kelezatannya, mi instan tidak baik untuk dikonsumsi terlalu sering. Pasalnya, mengonsumsi mi instan terlalu sering justru diam-diam berbahaya bagi kesehatan tubuhmu.

Bahaya mi instan ini tentunya jangan sembarang diabaikan. Bahaya yang ditimbulkan sendiri berasal dari kandungan mi instan di mana mengandung sedikit nutrisi namun dengan sodium yang terbilang cukup tinggi pada setiap kemasannya.

Oleh karena itu, Bob akan membahas mengenai bahaya sering makan mi yang wajib kamu ketahui. Tak usah berlama-lama, langsung saja simak ulasan mengenai 7 bahaya sering makan mi yang mengintaimu setiap saat.

Gangguan Pencernaan

Bahaya sering makan mi pertama adalah risiko terganggunya sistem pencernaan. Bahaya satu ini sendiri tidak mengenal usia karena bisa mengenai siapapun mau itu anak-anak, pria ataupun wanita.

Sistem pencernaan yang terganggu akibat mi instan terjadi akibat kandungan serat dan nutrisi yang relatif rendah dalam sebungkus mi. Oleh karenanya, risiko sembelit pun semakin meningkat saat makan mi terlalu sering.

Secara prinsip, kandungan serat sangatlah dibutuhkan dalam proses melancarkan sistem pencernaan. Nah, mi ini sendiri tak memiliki kandungan serat yang tinggi dan juga tidak mudah diurai dalam saluran pencernaan.

Untuk itu, saluran pencernaan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk memcahkannya. Akibat dari hal ini adalah konstipasi bisa saja terjadi. Bahkan, bahaya sering makan mi lainnya adalah keluhan mual pada sebagian orang.

bahaya sering makan mi gangguan pencernaan
@olly via pexels.com

Kelebihan Berat Badan

Bahaya sering makan mi berikutnya adalah menaikan berat badan. Bahkan, tak hanya mampu membuat seseorang bertambah berat badannya tetapi juga meningkatnya risiko obesitas pada orang tersebut.

Hal tersebut terjadi karena kalori yang ada dalam mi instan. Dalam porsi yang sama, kalori yang dimiliki oleh mi instan lebih tinggi jika dibandingkan dengan makanan berkarbohidrat lainnya seperti nasi dan kentang.

Nah, implikasinya adalah kelebihan kalori jika kamu memakan mi terlalu sering. Kelebihan kalori dan karbohidrat inilah yang menyebabkan berat badanmu naik dan dapat memicu meningkatnya risiko obesitas.

Hal tersebut semakin diperparah jika kamu memakan mi bersama dengan nasi. Pasalnya, memakan keduanya sekaligus justru meningkatkan kemungkinan untuk volume lingkar perut yang melebar.

@pixabay via pexels.com

Risiko Kanker

Siapa sangka jika bahaya sering makan mi instan adalah meningkatnya risiko kanker. Hal ini nyatanya menjadi sebuah fakta yang tentunya patut untuk direnungkan baik-baik bagi kamu para penggemar mi instan.

Seperti yang kamu ketahui, proses mencerna mi instan oleh saluran pencernaan memakan waktu yang cukup lama. Hal tersebut ditambah dengan kandungan bahan kimia seperti TBH dan BHA yang bersifat karsinogenik.

Bahan pengawet yang terkandung dalam mi instan ditujukan agar bisa bertahan dalam waktu yang lama. Nah, bahan kimia inilah yang justru ‘berperan’ dalam memicu sel-sel kanker yang patut dihindari.

Oleh karenanya, cek kembali berapa kali makan mi instan dalam seminggu ke belakang. Cobalah untuk mengatur waktu dalam mengonsumsi mi instan walaupun rasa yang dihasilkan dari mi instan sangatlah lezat.

@padrinan via pexels.com

Bahaya Sering Makan Mi Diabetes

Mi instan biasanya terbuat dari maida. Maida sendiri merupakan olahan tepung terigu yang telah mengalami berbagai proses seperti proses penggilingan, penghalusan, dan pemutihan dalam pembuatannya.

Nah, maida ini tidak mengandung nutrisi apapun. Bahkan, maida memiliki kandungan gula yang tinggi. Dengan begitu, bahaya sering makan mi lainnya adalah meningkatnya gula darah dan risiko diabetes.

Oleh karena alasan ini pula, mi instan sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi pasien diabetes. Pasalnya, hal tersebut justru bisa mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin dalam tubuh.

Pelepasan insulin untuk segera dicerna inilah yang memungkinkan meningkatnya potensi diabetes tipe 2. Seharusnya, insulin tersebut membutuhkan waktu dalam proses pelepasan dan mencernanya.

@wdnet via pexels.com

Tekanan Darah Tinggi

Kandungan mi instan seperti MSG dan natrium tinggi menjadikan mi instan sangat berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering. Bahaya sering makan mi berikutnya adalah bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Naitrium sendiri merupakan suatu zat yang akan menyebabkan tekanan darah meningkat jika dikonsumsi terlalu sering. Hal inilah yang menyebabkan risiko tekanan darah tinggi pun akan semakin tinggi.

Oleh karenanya, kurangilah konsumsi mi instan. Kamu bisa mengonsumsi mi instan dalam kondisi tertentu dengan batas maksimal satu hingga 2 bungkus mi instan dalam satu bulan dan dengan rentang yang relatif lama.

Pasalnya, bahaya sering makan mi ini akan semakin berbahaya bagi kamu yang memiliki tekanan darah tinggi. Untuk itu, cobalah untuk mengurangi mengonsumsi mi instan demi kesehatanmu sendiri.

via medicalnewstoday.com

Kerusakan Jaringan Otak

Bahaya sering makan mi berikutnya adalah meningkatnya risiko kerusakan jaringan otak. Lagi-lagi, monosodium glutame atau MSG ‘berperan’ dalam meningkatkan bahaya mi instan yang satu ini.

MSG memang menjadi idaman banyak orang. Hal ini karena MSG membuat cita rasa sebuah makanan menjadi lezat. Namun, terlalu banyak dikonsumsi justru sangat tak baik untuk kesehatan tubuh.

Terlalu sering mengonsumsi mi instan justru dapat membuat bertumpuknya zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh. Efek yang bisa dirasakan dari makanan ini adalah rusaknya sel-sel jaringan otak.

Nah, bagi beberapa orang yang sensitif, orang-orang ini akan mudah mengalami sakit kepala. Bahkan, kondisi ini terjadi meskipun dosis konsumsi masih dalam batas normal untuk orang-orang tersebut.

@sbtlneet-3591002 via pixabay.com

Kerusakan Organ

Bahaya sering makan mi instan yang mengintaimu setiap saat terakhir adalah kerusakan organ. Kerusakan ini diakibatkan oleh salah satu kandungan dalam mi instan yakni propylne glycol dan tertiary butylhydroquinone.

Kedua kandungan tersebut berperan penting untuk ketahanan mi agar tahan lama dan mempertahan bentuk dan tekstur mi. Namun, keduanya sangatlah berbahaya jika terlalu sering masuk ke dalam tubuh.

Misalkan saja, PG yang mudah sekali terserap oleh tubuh. Jika menumpuk di organ-orang seperti ginjal, hati, ataupun saluran pencernaan, hal tersebut akan berbahaya pada kesehatan organ-organ tersebut.

Di sisi lain, THBQ pun berpengaruh pada kesehatan organ. Saat dikonsumsi dalam batas aman, memang tidak akan masalah. Namun, jika terus-terusan, gangguan kesehatan seperti gangguan penglihatan dan kerusakan liver bisa terjadi.

via kernpharma.com

Menginap dengan Harga Terjangkau? Bobobox Jawabannnya

Bingung dalam memilih tempat menginap dengan harga terjangkau? Tak usah pusing karena Bob tahu jawaban yang kamu butuhkan. Jawaban tersebut adalah Bobobox.

Hotel kapsul ini menawarkan harga inap per malam yang murah namun dengan fasilitas-fasilitas yang mumpuni untukmu menginap. Mau memesan podnya? Tinggal unduh aplikasi Bobobox melalui link ini.

Sedangkan, bagi kamu yang penasaran dengan interior di Bobobox, kamu bisa melihatnya langsung di rumah, lho. Caranya adalah dengan mengakses virtual tour Bobobox yang bisa diakses di sini.

Bobobox Pods Juanda

You might also like