Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

8 Bahaya yang Mengintaimu di Balik Banjir

Lebih baik mencegah daripada mengobati

Bobobox.co.id — Saat bencana alam melanda sebuah daerah, bahaya dari bencana alam tersebut pastinya akan mengintai siapapun dan kapanpun di daerah tersebut.

Tak terkecuali jika bencana alam tersebut adalah banjir. Bahayang mengintai sendiri selain kerugian materi juga memperbesar kemungkinanmu untuk terkena penyakit dari air kotor akibat banjir.

Berikut ini merupakan 8 bahaya yang bisa mengintaimu kapan saja di balik banjir. Bahaya yang dirangkum oleh ini mencakup bahaya terkait kendaraan dan juga soal penyakit yang bisa menganggu kesehatanmu.

Bahaya Water Hammer

Bahaya yang pertama di daftar kali ini mengintai kendaraanmu baik itu roda dua maupun roda empat. Bahaya yang mengintai yang dimaksud adalah water hammer.

Water hammer sendiri merupakan keadaan di mana kendaraan mati mendadak akibat air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui air intake. Efek dari water hammer ini tergolong mengerikan.

Pasalnya, efek dari water hammer ini akan bergantung kondisi mesin mobilmu saat masuknya air ke ruang bakar. Nah, jika air masuk saat idle, maka kemungkinan mesin mobilmu akan mati dan tidak bisa dihidupkan hanya dengan starter.

Namun, efek yang lebih mengerikan adalah justru saat mesin mobil digeber. Pada kondisi tersebut, beberapa bagian penting mobil seperti piston, connecting rods, kepala silinder, dan crankcase memiliki kemungkinan besar untuk rusak.

water hammer banjir

Terperosok ke Lubang

Saat banjir apalagi dengan genangan yang lumayan tinggi, jalanan rasanya seperti sama saja. Padahal, ada lubang atau parit yang tidak terlihat akibat genangan banjir tersebut.

Bahaya ini sendiri sudah memakan banyak korban. Mulai dari yang berjalan kaki, menggunakan sepeda, hingga kendaraan bermotor.

Salah satu cara untuk menghindari bahaya terperosok ke lubang adalah dengan berhati-hati selama berkendaraan atau berjalan kaki. Fokuslah pada jalan di depanmu.

Bagi yang berjalan kaki, kamu mungkin akan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhmu. Sedangkan bagi kendaraan, baik motor ataupun mobil, mungkin kendaraanmu harus kamu bawa ke bengkel untuk pemeriksaan mesin lebih lanjut.

via media.suara.com

Demam Tifoid (Tifus)

Bahaya selanjutnya yang mengintaimu saat banjir adalah demam tifoid atau biasa disebut tifus. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh bakteri Salmonella yang berada pada kotoran hewan.

Kemudian, menginfeksi melalui makanan ataupun minuman. Dengan kondisi banjir yang tidak bersih, kemungkinan bakteri tersebut mengontaminasi makananmu tentu sangatlah besar.

Gejala yang biasa terjadi pada orang yang mengidap demam tifoid di antaranya adalah sakit kepala, mual, demam, diare, dan kehilangan nafsu makan.

Cara untuk menghindari agar kamu tidak mengidap demam tifoid adalah dengan menghindari mengonsumsi makanan dari area yang tidak bersih. Tak hanya itu, cucilah tanganmu sebelum makan.

via newsnetwork.mayoclinic.org

Diare

Kurangnya air bersih di saat banjir menjadi kendala yang harus dihadapi bagi yang tempat tinggalnya dilanda bencana alam ini. Diare pun akhirnya menjadi salah satu penyakit yang siap mengintai kapan saja.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri seperti rotavirus, shigella, e-coli, crytosporidum, dan lainnya. Diare biasanya juga membuat yang mengidap penyakitnya memiliki intensitas buang air besar yang lebih sering.

Tidak hanya itu saja gejala dari orang yang terkena diare, beberapa gejala lain yang bisa terlihat jika seseorang mengidap diare adalah sakit perut singkat dengan BAB yang tidak terlalu encer hingga kram perut hebat.

Perbanyak minum air putih dan meminum oralit menjadi dua cara yang biasa dilakukan guna menanggulangi orang yang sedang dilanda diare.

via carolinadigestive.com

Infeksi atau Penyakit Kulit

Hujan yang menjadi penyebab banjir biasanya menjadikan air jadi lebih kotor. Pasalnya, air tersebut bercampur dengan sampah dan lumpur hingga bisa saja kotoran hewan.

Sehingga, bahaya yang akan mengintaimu akan menyangkut soal kulitmu yang terinfeksi hingga alergi. Wajar saja mengingat kamu setiap harinya diharuskan untuk melakukan kontak dengan air banjir yang kotor.

Beberapa penyakit yang mungkin bisa mengintaimu antara lain kurap, kutu air, dermatitis alergi, folikulitis, dan masih banyak lainnya yang pastinya perlu kamu waspadai.

Leptospirosis

Leptospirosis menjadi bahaya selanjutnya yang bisa mengintaimu di saat banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini biasanya terdapat pada kotoran hewan seperti tikus dan sapi.

Bakteri ini biasanya akan masuk melalui kontak dengan luka terbuka misalkan memar. Bahkan, bisa juga melalui mata yang bersentuhan dengan air yang terkontaminasi dalam waktu lama.

Gejala yang timbul dari Leptospirosis adalah sakit kepala, nyeri otot, demam, dan pendarahan di paru-paru. Jika kamu memang merasakan gejala tersebut, cobalah untuk mengecek ke dokter.

Pasalnya, jika tidak ditangani dengan segera, penyakit ini bisa memicu peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang, gangguan pernapasan, kerusakan ginjal, hingga kematian.

via hellosehat.com

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Selain demam tifoid atau tifus, demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit lainnya yang seringkali terjadi di kala banjir melanda beberapa daerah di Indonesia.

DBD termasuk salah satu penyakit serius dan mematikan bila penderitanya tidak ditangani secara serius dan sesegera mungkin.

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini memiliki beberapa gejala yang bisa dilihat. Pada anak-anak, biasanya timbul demam disertai bintik merah pada kulit.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala yang timbul adalah nyeri otot, bagian belakang mata terasa nyeri, dan sakit kepala yang luar biasa nyerinya.

via nst.com.my

ISPA

Bahaya terakhir yang mengintaimu di saat banjir adalah ISPA. ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Atas menjadi penyakit yang biasanya sering diderita masyarakat saat banjir melanda.

Penyebab dari penyakit ini adalah udara yang dingiin bersama dengan air kotor di saat banjir. Hidung, tenggorokan, dan paru-paru menjadi organ pernapasan yang terganggu karena hal tersebut.

Gejala yang timbul biasanya akan mirip seperti flu dan disertai batuk, demam, sesak napas, hingga nyeri dada. Hal yang perlu kamu ingat adalah ISPA ini mudah melunar melalui darah, air liur, dan udara.

Salah satu cara agar bisa sembuh dari infeksi saluran napas ini di antaranya adalah dengan istirahat yang cukup, mendapatkan pengobatan, dan meningkat daya tahan tubuh.

via medicalnewstoday.com

Menginap dengan Nyaman? Ya di Bobobox

Liburan biasanya identik dengan mengunjungi tempat wisata populer dan menginap di akomodasi penginapan terdekat guna mendapatkan pengalaman liburan yang lebih afdal.

Nah, jika kamu sedang liburan ke Bandung ataupun Jakarta, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Bobobox Pods yang ada di kedua kota tersebut.

Hotel kapsul ini sendiri menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dibandingkan hotel konvensional yang ada di Bandung ataupun Jakarta.

Pasalnya, selama menginap di Bobobox, kamu akan dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas keren yang bisa dijamin membuatmu nyaman. Beberapa fasilitas tersebut antara lain lampu led, pod yang luas, koneksi WiFi, dan lainnya.

Pemesanan podnya bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Bobobox yang bisa kamu unduh di sini. Jadi, tunggu apalagi? Yuk menginap di Bobobox.

You might also like