Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

7 Bahaya Bau Cat untuk Kesehatan yang Perlu Diperhatikan. Tak Boleh Lagi Disepelekan!

Bisa tingkatkan risiko kerusakan saraf!

Bobobox.co.id — Saat mengecat sebuab ruangan, kamu kerap mencium bau menyengat. Biasanya, kamu akan cuek saja dengan bau tersebut. Namun, hal tersebut bakal berubah saat kamu mengetahui bahaya bau cat.

Pasalnya, bau cat tersebut justru dapat membahayakan kesehatan jika dihirup dalam jangka waktu yang lama. Biang kerok dari bahaya bau cat tersebut adalah VOC, volatile organic compound, minyak pelarut dalam cat.

Kira-kira bahaya apa saja yang mungkin timbul dari bau cat? Berikut adalah ketujuh bahaya bau cat untuk kesehatan yang perlu kamu perhatikan. Mulai sekarang, jangan sepelekan lagi bau menyengat cat!

Berikut adalah Bahaya Bau Cat untuk Kesehatan

1. Gangguan Pernapasan

Bahaya bau cat untuk kesehatan pertama adalah menyebabkan gangguan pernapasan. Bahaya satu ini terbilang bahaya yang mungkin paling mudah untuk diidentifikasi karena bau cat tembok yang cukup menyengat.

Sebenarnya, bau cat pada awalnya tidak terlalu menyengat. Namun, bau menyengat tersebut bisa muncul karena dihasilkan oleh VOC dan memungkinkan untuk membuat orang yang menghirup terganggu pernapasannya.

Volatile organic compound sendiri terbilang memiliki peranan penting. Pasalnya, minyak yang mudah menguap ini mampu membuat cat lebih mudah kering saat kamu aplikasikan pada dinding-dinding rumah yang ingin dicat.

Saat cat mengering, VOC ini akan menguap ke udara dan bau cukup menyengat pun akan perlahan tercium. Bahaya bau cat tersebut akan lebih parah jika orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan pernapasan.

Gangguan pernapasan bahaya bau cat
Gangguan pernapasan via Open University

2. Iritasi Kulit

Bahaya bau cat selanjutnya adalah dapat menyebabkan iritasi kulit. Efek samping dari bau cat ini pun membuat kamu yang memiliki kulit sensitif dan alergi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam cat semakin terasa.

Hal tersebut bisa terjadi karena VOC yang menguap. Oleh karena itu, tak hanya dapat menyebabkan gangguan pernapasan, bahaya bau cat khususnya dari VOC yang menguap sendiri mampu menyebabkan iritasi kulit.

Iritiasi kulit tersebut bisa semakin parah jika cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Pasalnya, senyawa yang terdapat dalam cat dapat terserap langsung oleh kulit dan bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Untuk itu, ada baiknya jika kamu mulai melindungi bagian tubuhmu saat akan mengecat dinding-dinding rumah. Sarung tangan ditambah kaos lengan panjang bisa menjadi pilihan yang mampu melindungi sebagian besar bagian tubuh.

Iritasi kulit bahaya bau cat
Iritasi kulit via pexels.com/@catscoming

Baca Juga: 7 Bahaya Yang Mengintaimu Dari Minuman Boba


3. Sakit Kepala

Sakit kepala atau pusing adalah salah satu penyakit yang hampir semua orang pernah alami. Biasanya, sakit kepala ini bakal sembuh dengan sendirinya dalam waktu tertentu bergantung seberapa kuat rasa sakitnya.

Nah, dari sekian banyak penyebab sakit kepala, menghirup bau cat adalah salah satunya. Bahaya bau cat jika dihirup ini lagi-lagi disebabkan oleh salah satu komponen penting dalam sebuah cat yakni VOC.

Saat VOC terhidup saat menguap di udara, hal tersebut justru menyebabkan kadar oksigen yang terhirup akan rendah. Alhasil, suplai oksigen yang masuk ke otak pun akan menurun akibat rendahnya kadar oksigen secara total.

Kondisi tersebutlah yang menjadikan kamu merasakan sakit kepala akibat menghirup cat. Jika salah satu bahaya bau cat ini kamu alami, alangkah baiknya langsung hentikan kegiatan mengecatmu dan minum obat paracetamol.

Sakit kepala bahaya bau cat
Sakit kepala via unsplash.com/@usmanyousaf

Baca Juga: 10 Makanan Yang Justru Berbahaya Jika Dipanaskan Kembali


4. Penyakit Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang wajib dijaga. Pasalnya, ginjal sendiri memiliki fungsi yang mana menyaring limbah, racun, dan cairan berlebih yang ada di dalam darah dan mengeluarkannya melalui urine.

Nah, demi menjaga kesehatan ginjal, ada baiknya menghindari ruangan yang baru saja dicat. Bahaya bau cat bagi kesehatan lainnya berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit ginjal.

Walaupun terbilang jarang, zat kimia seperti timbal dan merkuri dalam cat dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Biasanya, kandungan timbal terbilang cukup tinggi pada cat-cat yang berwarna oranye dan kuning.

Merkuri pada cat sendiri sebenarnya berfungsi sebagai pencegah jamur ketika cat diaplikasikan. Namun, bahan logam berat ini bakal menyebabkan salah satu bahaya bau cat jika dihirup dan masuk ke dalam tubuh.

Penyakit ginjal bahaya bau cat
Penyakit ginjal via freseniusmedicalcare.com

Baca Juga: Suka Tidur Larut Malam? Hati-Hati! Ini Dia 5 Efek Samping Begadang | Jangan Terlalu Sering Ya!


5. Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf merupakan salah satu bahaya bau cat bagi kesehatan lainnya. Seperti dilansir oleh Halosehat, partikel-partikel kimia yang terkandung dalam cat dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Pigment yang terdapat dalam cat adalah penyebab dari meningkatnya risiko kerusakan saraf tersebut. Pigment sendiri adalah zat kimia yang digunakan sebagai zat pewarna dan menciptakan daya tutup pada cat.

Lead chromate adalah jenis pigment yang paling sering digunakan. Pigment satu ini sering digunakan untuk memberikan warna cat seperti kuning, hijau, dan merah. Risiko dari pigment ini sendiri terbilang cukup tinggi.

Bahaya bau cat ini jika mengenai kulit atau terhirup akan menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Risiko semakin tinggi jika terjadi pada ibu hamil karena akan sangat berisiko pada bayi untuk alami kerusakan saraf.

Kerusakan saraf bahaya bau cat
Kerusakan saraf via SciePro/shutterstock

6. Tidak Baik untuk Ibu Hamil

Bahaya bau cat untuk kesehatan lainnya bisa berdampak tidak baik bagi ibu hamil. Dilansir oleh Alodokter, sejumlah penelitian menemukan bahwa bahaya bau cat bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami keguguran.

Tak hanya itu, risiko lainnya yang bisa muncul adalah kelainan bawaan saat melahirkan bayi atau juga akan mengalami gangguan kemampuan belajar. Hal tersebut terjadi jika ibu hamil menghirup terlalu banyak solven.

Di samping itu, pada ibu hamil yang memasuki kehamilan pertama, ada risiko di mana meningkatnya gangguan sistem saraf dan sistem ginjal pada bayi. Kemungkinan itu muncul saat sang ibu terlalu banyak menghirup bau cat.

Oleh karenanya, ada baiknya jika menghindarkan ibu hamil dari ruangan-ruangan yang baru saja dicat. Jika bau cat ruangan yang baru dicat sudah dalam keadaan normal, barulah ibu hamil boleh masuk untuk hindari bahaya ini.

Berpengaruh pada ibu hamil bahaya bau cat
Berpengaruh pada ibu hamil via pexels.com/@freestocks

Baca Juga: 7 Bahaya Kurang Tidur; Salah Satunya Dapat Memicu Risiko Kanker


7. Mata Perih

Bahaya bau cat untuk kesehatan terakhir adalah menyebabkan mata perih. Komponen yang menguap setelah mengering dalam sebuah ruangan yang baru dicat bisa membuatmu merasakan iritasi pada matamu jika berlama-lama.

Walaupun tak terlihat, udara yang ada di sekitar ruangan yang baru dicat masih mengandung partikel VOC. Hal inilah yang menjadikan matamu bakal merasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut.

Mak, tidak usah heran jika tenaga profesional kerap menggunakan kaca mata saat melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindarkan mereka dari bahaya bau cat ini.

Kamu pun bisa mulai membiasakan dalam menggunakan kaca mata saat akan mengecat ruangan di rumah. Dengan begitu, masalah mata perih yang mungkin timbul tidak akan kamu alami di masa yang akan datang.

Mata perih bahaya bau cat
Mata perih via Antonio Guillem/istock photo

Dapatkan Tidur Berkualitas dan Mumpuni di Bobobox

Seperti yang Bob singgung sebelumnya, kamu membutuhkan kualitas tidur yang mumpuni untuk jalani hari yang baik. Bobobox menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Penasaran seperti apa tidur berkualitas yang dimaksud? Unduh aplikasi Bobobox di sini untuk pemesanan podnya.

bobobox aplikasi

You might also like