Apa itu sindrom asperger? Sindrom Asperger adalah salah satu jenis gangguan neurologis atau saraf yang masuk ke dalam golongan gangguan spektrum autisme. Gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder) ini dikenal juga sebagai sebuah gangguan pada sistem saraf. Gangguan ini kemudian akan memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Apa itu sindrom asperger dan perbedaannya dengan gangguan spektrum autisme lainnya? Sindrom Asperger memiliki beberapa perbedaan dengan gangguan spektrum autisme seperti gangguan autistik. Umumnya penderita gangguan autistik, mengalami kemunduran kecerdasan (kognitif) dan penguasaan bahasa. Sebaliknya pada mereka yang menderita sindrom Asperger, seringkali mereka tergolong cerdas dan mahir dalam bahasa.

Namun meskipun demikian, mereka dengan sindrom asperger biasanya akan tampak canggung saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Meskipun sindrom ini identik dengan anak-anak, sindrom asperger faktanya dapat bertahan hingga mereka dewasa.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menangani sindrom ini. Bagi kamu yang pernah menonton serial drama Korea kamu mungkin familiar dengan salah satu karakter bernama Geu-ru yang juga memiliki sindrom Aspeger. Ingin tahu lebih banyak tentang sindrom asperger ini? Yuk simak infromasinya!

Apa itu Sindrom Asperger: Gejala Sindrom Asperger

Apa itu sindrom asperger dan bagaimana gejala penyakitnya? Terdapat beberapa gejala-gejala sindrom asperger yang bisa kamu kenali yang tidak terlalu berat dibandingkan dengan jenis penyakit autisme lainnya. Selain kecerdasannya, mereka yang menderita sindrom asperger juga memeliki gejala-gejala seperti berikut ini:

1. Apa itu Sindrom Asperger dan Gejalanya: Sulit Berinteraksi dan Kurang Peka

Untuk menjawab pertanyaan mengenai apa itu sindrom asperger dan bagaimana gejalanya, Bob akan menjelaskan salah satu karaketiristik penderitanya dalam hal komunikasi. Umumnya mereka yang menderita sindrom asperger memiliki kesulitan saat berinterasksi dengan orang lain.Selain itu para penderita sindrom Asperger juga jarang menampilkan ekspresi wajah atau gerakan tubuh yang berkaitan dengan ungkapan emosinya.

Mereka juga umumnya mengalami kesulitan untuk fokus saat berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini membuat mereka cenderung hanya berfokus menceritakan diri sendiri dan tidak punya ketertarikan dengan apa yang sedang dibicarakan orang lain. Oleh karena itu tak heran jika para penderita sindrom asperger juga memiliki kecenderungan tidak peka dengan lingkungan sekitarnya.

2. Apa itu Sindrom Asperger dan Gejalanya: Obsesif dan Repetitif

Apa itu Sindrom Asperger
@IDN Times

Jika kamu perhatikan, penderita sindrom asperger memiliki sifat khusus berupa rutin melakukan hal yang sama secara berulang-ulang (repetitif). Sifat ini membuat mereka sulit untuk menerima perubahan pada sekitarnya. Tak mengherankan jika mereka cenderung menyukai mengonsumsi jenis makanan yang sama selama beberapa waktu atau menyukai berdiam diri di dalam kelas ketika jam istirahat berlangsung.

3. Apa itu Sindrom Asperger dan Gejalanya: Gangguan Motorik dan Fisik

Selain kesulitan berinteraksi, para penderita sindrom asperger juga memiliki kesulitan mengendalikan gerakan motoriknya. Gangguan motorik dan fisik yang mereka miliki ini terjadi karena adanya keterlambatan dalam perkembangan motoriknya  dibandingkan dengan anak seusianya.

Apa itu Sindrom Asperger dan Penyebab Sindrom Asperger

Apa itu sindrom asperger dan apa penyebabnya? Penyebab pasti sindrom aspeger sampai saat ini belum diketahi. namun para ahli percaya bahwa kelainan genetik yang diturunkan berperan dalam terjadinya gangguan spektrum autisme dan juga sindrom Asperger.

Pada tahun 1999, vaksin yang memiliki kandungan thimerosal dicurigai dapat mengakibatkan anak menderita penyakit autisme. Setelah itu hampir seluruh vaksin diproduksi tanpa kandungan zat kimia ini. Namun pada tahun 2004, dugaan tersebut tidak terbukti benar karena thimerosal tidak menyebabkan penyakit autisme terhadap anak.

Apa itu Sindrom Asperger dan Diagnosis Sindrom Asperger

@K24Klik

Apa itu sindrom asperger dan bagaimana cara mendiagnosisnya? Salah satu cara mendeteksi yang paling mudah adalah dengan memperhatikan apakah mereka memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Jika iya kamu bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter kemudian akan mengevaluasi anak mengenai interaksi sosialnya, perhatian saat berkomunikasi, penggunaan bahasa, ekspresi wajah saat berbicara, juga koordinasi otot dan perilaku.

Apa itu Sindrom Asperger dan Pengobatan Sindrom Asperger

Apa itu sindrom asperger dan bagaimana pengobatannya? Meskipun sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasinya tidak berarti sindrom asperger tidak dapat ditangani. Beberapa usaha seperti terapi faktanya dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan penderita. Berikut adalah beberapa terapi di antaranya:

1. Apa itu Sindrom Asperger dan Pengobatannya: Terapi Bahasa, Bicara, dan Sosialisasi.

Kecerdasan yang dimiliki para penderita sindrom asperger sebenarnya membuat mereka tidak kesulitan untuk dapat menguasai bahasa dan berbicara. Namun pada prakteknya, kemampuan ini sulit untuk mereka lakukan kepada orang lain. Oleh karena itulah terapi bahasa, bocara, dan sosialisai ini dilakukan agar mereka terbiasa berbicara dengan orang lain.

2. Apa itu Sindrom Asperger dan Pengobatannya: Terapi Fisik

Seain terapi bahasa, bicara, dan sosialisasi, para penderita sindrom asperger juga akan menerima terapi fisik. Terapi fisik ini memiliki tujuan untuk melatih kekuatan anggota-anggota tubuh dengan berlari, melompat, naik-turun tangga, atau bersepeda.

3. Apa itu Sindrom Asperger dan Pengobatannya: Terapi Okupasi

@IDN Times

Terapi selanjutnya yang biasanya dilakukan oleh para penderita sindrom asperger adalah terapi okupansi. Terapi okupansi ini merupakan terapi yang berisi gabungan antara latihan fisik, kognitif, dan pancaindra. Terapi ini memiliki tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan kognitif, fisik, sensorik, motorik, juga memperkuat kesadaran dan penghargaan kepada diri.

4. Apa itu Sindrom Asperger dan Pengobatannya: Terapi Perilaku Kognitif

Pengobatan terakhir yang bisa dilakukan oleh penderita sindrom asperger adalah dengan melakukan terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif akan memberikan sebuah pengajaran kepada mereka tentang bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaannya. Selain itu mereka juga akan belajar cara bergaul dengan teman sebaya atau orang-orang di sekitarnya. Penderita sindrom asperger juga akan dilatih untuk mengendalikan rasa takut, cemas, keinginan, penolakan, dan ledakan emosi.

Ayo Dukung Anak-anak dengan Kondisi Istimewa!

Anak dengan sindrom istimewa ini pada dasarnya memiliki potensi yang sama dengan anak-anak pada umumnya. Oleh karena itu penting bagi para orangtua dan keluarga untuk memberikan beberapa pelatihan. Pelatihan ini berguna untuk menstimulus perkembangan otak juga fisiknya. Apa itu sindrom asperger dan bagaimana kamu bisa mendukungnya?

Perhatian yang diberikan kepada mereka dari lingkungan sosialnya pun merupakan hal penting untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya. Bob harap informasi ini dapat juga meningkatkan kesadaran kita bersama terhadap para orang-orang dengan kebutuhan spesial ini. Hal yang paling penting adalah kita semua dapat menjalani segala aktivitas dengan penuh semangat, energi, dan tubuh yang sehat!

Agar kamu dapat memulai hari dengan penuh semangat kamu bisa mencoba menginap di Bobobox! Bobobox merupakan salah satu akomodasi dengan konsep hotel kapsul yang nyaman. Unduh aplikasi Bobobox untuk informasinya yang lebih lengkap!

lorong bobobox kamar