Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Apa Itu Peyakit Bradikardia, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Kondisi yang termasuk ke dalam jenis aritmia

Penyakit jantung mengacu pada kondisi apapun yang memengaruhi organ jantung. Jenisnya sendiri terbilang cukup banyak seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, kardiomiopati, penyakit jantung bawaan, aritmia, endokarditis hingga gagal jantung.

Kamu mungkin sudah sering mendengar penyakit jantung koroner mengingat kondisi satu ini termasuk yang paling umum terjadi dan bahkan menjadi salah satu dari 10 besar penyakit paling mematikan di dunia. Namun, bukan itu yang akan Bob bahas melainkan penyakit bradikardia. Apa itu penyakit bradikardia? Simak lebih lanjut, yuk!

Apa Itu Penyakit Bradikardia?

via Freepik

Untuk menjawab pertanyaan tentang apa itu penyakit bradikardia, ketahui terlebih dahulu jenis penyakit jantung apa bradikardia tersebut. Seperti yang Bob sebutkan sebelumnya, penyakit jantung terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya adalah aritmia.

Aritmia ini dikenal sebagai gangguan pada irama jantung dan terjadi ketika rangsangan atau impuls listrik yang mengatur detak jantung terganggu. Akibatnya, jantung pun berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak menentu. Sementara itu, agar jantung bisa bekerja dengan baik, detak jantung harus teratur. Dengan begitu, proses pengisian dan pengosongan jantung pun menjadi efektif.

Detak jantung sendiri bergantung pada sinyal elektrik yang dikirim oleh noda sinus melalui empat serambi jantung (atria dan ventrikel). Sayangnya, impuls tersebut tidak selalu sesuai dikirimkan dengan tepat.

Umumnya, detak jantung normal pada orang dewasa saat sedang beristirahat berada di antara angka 60-100 detak per menit. Jika berada di bawah angka 60, seseorang bisa saja dianggap memiliki detak jantung lemah dan lebih lambat. Hal tersebutlah yang disebut dengan penyakit bradikardia, yakni kondisi saat jantung berdetak lebih lambat dari biasanya.

Meski begitu, memiliki detak jantung rendah sendiri bukanlah hal yang buruk atau tidak normal. Hal ini umum terjadi pada orang-orang yang sedang tidur atau pada, remaja, lansia dan atlet yang tengah duduk atau berbaring. Mereka umumnya memiliki detak jantung istirahat sekitar 50-60 detak per menit. Pada atlet, detak jantung lambat ini bisa menjadi indikasi jantung yang sangat sehat karena mereka cenderung memiliki jantung yang kuat. Karena itu, jantung mereka tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Namun, saat detak jantung melambat dan dibarengi gejala-gejala tertentu, bradikardia tentu jadi masalah. Pasalnya, hal ini menjadi penanda bahwa sistem listrik jantung mengalami gangguan. Akibarnya  jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh dan terjadilah penurunan fungsi organ karena kurangnya pasokan oksigen. Dampak terparahnya bisa mengakibatkan kematian. Maka dari itu, hal tersebut akan memerlukan evaluasi serta penanganan medis.

Baca Juga: Penyakit Jantung Dan Cara Mencegahnya

Detak Jantung Normal

Untuk lebih mengenal apa itu penyakit bradikardia, ketahui juga yuk rata-rata detak jantung normal manusia saat dalam keadaan istirahat:

  • 60-100 detak per menit untuk dewasa
  • Kurang dar 60 detak per menit bagi para atlet atau orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu
  • 80-120 detak per menit pada anak-anak usia 1-12 tahun
  • 100-170 detak per menit pada bayi berumur 1-12 bulan

Untuk membuktikan hal tersebut, kamu bisa menghitung detak jantung dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan (arteri radialis) menggunakan dua jari. Setelah bisa merasakan detaknya, hitunglah jumlah detakan selama satu menit saat kamu sedang beristirahat. Kamu juga bisa menghitung sampai 15 detik saja lalu kalikan empat. Lokasi lainnya yang bisa kamu coba untuk menghitung detak jantung ada pada leher (arteri karotis), selangkangan (arteri femoralis) dan kaki (arteri dorsalis pedis dan tibialis posterior).

Penyebab

via Freepik

Setelah mempunyai gambaran tentang apa itu penyakit bradikardia, kenali juga apa saja yang menjadi penyebabnya. Untuk mengetahui penyebabnya sendiri dibutuhkan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Sebut saja pertanyaan tentang riwayat penyakit dan konsumsi obat-batan, riwayat penyakit keluarga, serta pemeriksaan fisik berupa pengukuran tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, elektrokardiogram (tes EKG), uji laboratorium, holter monitoring, event recorder dan uji diagnostik lainnya mungkin akan dilakukan.

Namun, penyebab yang paling memungkinkan di antaranya adalah:

  • Sick sinus syndrome atau masalah dengan noda sinus (SA node) yang merupakan alat pacu jantung alami kamu
  • Penyumbatan nodus atrioventrikular (AV node) atau heart block (impuls listrik dari serambi atas ke serambi bawah jantung tidak menentu atau terhambat)
  • Efeks samping obat-obatan seperti obat aritmia, penghambat beta, dan tekanan darah tinggi

Selain itu, bradikardia juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti:

  • Cedera pada jantung akibat serangan jantung, endokarditis, atau komplikasi akibat operasi jantung
  • Peradangan pada otot jantung (miokarditis)
  • Hipotiroidisme
  • Ketidakseimbangan elektrolit di dalam darah (seperti potasium dan kalsium)
  • Sleep apnea
  • Kelainan jantung bawaan
  • Penyakit jantung valvular
  • Penyakit Lyme
  • Stroke
  • Sarkoidosis

Usia (terutama 65 tahun ke atas) juga menjadi faktor risiko terjadinya bradikardia mengingat masalah jantung lebih umum terjadi pada orang yang lebih tua. Selain itu, mengingat asosiasinya dengan kerusakan pada jaringan jantung, faktor-faktor berikut ini juga memiliki kemungkinan meningkatkan risiko bradikardia:

  • Perokok
  • Penderita stres atau gangguan kecemasan
  • Pengguna napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya)
  • Tekanan darah tinggi
  • Peminum berat
  • Riwayat keluarga

Gejala-gejala bradikardia juga bisa menimbulkan komplikasi yang meliputi sering pingsang, hipotensi, hipertensi, ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah (gagal jantung), dan henti jantung mendadak.

Baca Juga: Suka Menggoyangkan Kaki? Ini Dia 10 Tanda Kamu Mungkin Memiliki Gangguan Kecemasan

Gejala Bradikardia

via Freepik

Selain mengetahui apa itu penyakit bradikardia dan penyebabnya, kamu juga perlu memiliki gambaran tengan gejala penyakit tersebut. Bradikardia biasanya menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke otak serta organ lainnya. Karena itu, hal tersebut bisa menyebabkan gejala:

  • Pusing
  • Hilang kesadaran
  • Nyeri dada
  • Bingung atau masalah ingatan
  • Pingsang atau sinkop
  • Sesak napas
  • Mudah lelah saat beraktivitas berat
  • Kurang berenergi
  • Jantung berdebar atau palpitasi
  • Nyeri lengan
  • Nyeri rahang
  • Sakit kepala berat
  • Kebutaan atau perubahan pada penglihatan
  • Nyeri perut
  • Kulit pucat
  • Sianosis (warna kulit kebiruan)
  • Disorientasi

Penanganan

via Freepik

Informasi tentang apa itu penyakit bradikardia tentu tidak lengkap tanpa penanganannya. Penanganan bradikardia sendiri akan bergantung pada kondisi masing-masing pasien serta penyebabnya. Jika intensitasnya tidak sering dan tidak berlangsung lama, kamu mungkin tidak membutuhkan penanganan.

Dalam kasus tertentu, misal hipotiroidisme, dokter biasanya akan menganjurkan terapi. Sementara itu, ketika obat-obatan adalah penyebabnya, dokter akan mengganti jenis obat, menurunkan dosis, atau justru menghentikan pengobatan.

Kamu mungkin akan membutuhkan alat pacemaker (alat pacu jantung) jika ada masalah elektrik pada jantung agar organ tesebut berdetak seperti seharusnya. Alat tersebut akan ditempatkan di bawah kulit tulang selangka, di bagian kanan atau kiri dada untuk mengawasi detak dan ritme jantung. Alat pacu akan mengirimkan impuls listrik ke jantung untuk menormalkan detaknya.

Pencegahan

Cara paling efektif untuk mencegah bradikardia adalah mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Namun, jika kamu terlanjur menderita penyakit jantung, kamu perlu mengawasi dan mengikuti agenda pengobatan serta melaporkan perubahan apapun untuk menurunkan risiko bradikardia. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi faktor risiko dengan:

  • Berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Mengontrol tekanan darah dan kolesterol
  • Tidak merokok
  • Jika peminum, jangan berlebihan
  • Jauhi napza
  • Kelola stres
  • Lakukan checkup rutin (seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah)

Baca Juga: 10 Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Agar Tidak Terkena Penyakit Jantung

Memanjakan diri bisa kamu anggap sebagai salah satu cara untuk mengontrol stres. Tentunya ada banyak cara yang bisa kamu lakukan dan salah satunya adalah dengan berlibur atau sekadar staycation. Untuk akomodasi, serahkan saja pada Bobobox! Hotel kapsul yang satu ini dirancang agar memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan desain minimalis dan futuristik.

Banyak fitur menarik yang wajib kamu coba saat menginap di sini. Salah satunya adalah fitur moodlamp yang memungkinkan kamu untuk mengubah warna cahaya LED di dalam pod. Suasana terang hingga temaram bisa kamu coba dan sesuaikan dengan kebutuhan dan mood kamu. Tertarik? Yuk unduh aplikasi Bobobox untuk informasi lebih lanjut!

You might also like