Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Apa Itu Gamophobia: Ciri-ciri dan Cara Menanganinya

Ketakutan berlebih pada pernikahan

Di dunia ini, terdapat banyak fobia yang mungkin pernah atau sedang kamu alami. Fobia yang umum dikenal banyak orang di antaranya adalah fobia terhadap hewan, ketinggian, lubang-lubang kecil, gelap, ruangan tertutup, darah, suntikan, hingga fobia yang berhubungan dengan gangguan kecemasan.

Di antara banyaknya fobia tersebut, tahukah kamu ternyata ada juga orang-orang yang takut akan pernikahan atau komitmen. Sebagaimana kamu tahu, pernikahan merupakan hal sakral yang diinginkan banyak orang dan bahkan menjadi tuntutan terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia dewasa. Meski begitu, nyatanya tidak semua setuju dengan tuntutan dan impian itu dan justru merasakan ketakutan luar biasa yang disebut dengan istilah gamophobia.

Mulai penasaran dengan fobia satu ini? Yuk ketahui lebih lanjut tentang apa itu gamophobia beserta tanda-tanda dan cara mengatasinya!

Apa Itu Gamophobia?

@elgassier via Unsplash

Bagi kamu yang masih asing dengan istilah gamophobia, pertanyaan “apa itu gamophobia?” mungkin akan langsung terbersit dalam pikiran kamu saat pertama kali mendengarnya. Gamo dalam gamophobia ini berasal dari kata gamos dalam bahasa Yunani yang berarti pernikahan.

Seperti yang Bob sebutkan sebelumnya, gamophobia ini adalah sejenis fobia atau ketakutan berlebih terhadap ikatan pernikahan dan komitmen. Ketakutan tersebut biasanya dibarengi dengan gejala fisik dan psikologis serta ketidakmampuan untuk mempertahankan hubungan.

Bagi banyak orang, pernikahan mungkin merupakan impian dan momen yang paling ditunggu-tunggu. Namun, bagi yang lain keterikatan dalam sebuah pernikahan dan menghabiskan seumur hidup dengan seseorang justru terdengar sangat mengerikan. Karena itu, penderita gamophobia akan cenderung menjauh dan merasa gugup saat topik tentang pernikahan muncul, meskipun mereka sendiri tengah menjalin hubungan asmara.

BACA JUGA: Enggan Mengangkat Telfon? Kenali Apa Itu Phone Phobia Dan Gejalanya

Penyebab Gamophobia

Afif Kusuma via Unsplash

Untuk lebih mengenal apa itu gamophobia, kamu tentu perlu tahu kemungkinan penyebab terjadinya fobia tersebut. Perlu diingat, penderita fobia ini berbeda dengan orang yang memang tidak suka berkomitmen atau kehatia-hatian sebelum memutuskan untuk mensahkan hubungan.

Salah satu yang mungkin menjadi penyebab gamophobia adalaha perasaan insecure di dalam diri seseorang. Sebagaimana kamu tahu, pernikahan bukanlah hal sederhana. Akan ada banyak tanggung jawab yang harus kamu pikul serta hal lainnya yang harus kamu bagi bersama. Sebut saja masalah pribadi, sosial, finansial dan legal.

Gamophobia juga bisa disebabkan oleh peristiwa memilukan yang memberi pengaruh negatif pada gambaran pernikahan di mata seseorang. Peristiwa tersebut bisa berupa:

  • Perceraian orang tua
  • Kekerasan oleh orang tua
  • Menyaksikan pertengkaran dan perdebatan orang tua atau pasangan suami istri lainnya
  • Kegagalan dalam pernikahan atau hubungan sebelumnya
  • Penghianatan oleh pasangan
  • Mendengar tentang kegagalan pernikahan orang lain

Seseorang mungkin saja memiliki keinginan untuk menikah. Hanya saja, dia merasa sangat cemas dan takut untuk menjalaninya. Ketakutan tersebut bisa dipicu oleh:

  • Riwayat kesehatan mental
  • Ketakutan akan ditinggalkan
  • Kebiasaan hidup sendiri sehingga menimbulkan kecemasan saat membayangkan harus hidup bersama dengan orang lain
  • Depresi (biasanya akibat kurangnya rasa percaya diri, citra diri yang buruk, kurangnya rasa percaya diri secara seksual, dan  sebagainya)

BACA JUGA: Suka Menggoyangkan Kaki? Ini Dia 10 Tanda Kamu Mungkin Memiliki Gangguan Kecemasan

Ciri-Ciri Gamophobia

Joice Kelly via Unsplash

Agar pemahaman kamu tentang apa itu gamophobia lebih kuat, kenali juga yuk ciri-ciri umum yang ditunjukkan penderita fobia tersebut. Gamophobia ini bukanlah ketakutan sementara melainkan bersifat jangka panjang setidaknya selama enam bulan atau lebih. Karena itu, fobia ini sangat berpotensi mengganggu kehidupan pribadi, pendidikan hingga pekerjaan penderitanya.

Saat mengalami fobia ini, penderita mungkin menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Ketakutan yang ekstrem dan irasional pada pernikahan dan komitmen, bahkan pikiran tentang pernikahan atau melihat seseorang menikah bisa memicu ketakutan tersebut
  • Menghindari pernikahan serta segala hal yang berhubungan dengannya, misal acara pernikahan dan pembicaraan tentang itu
  • Rasa marah berlebih dan panic attack saat dihadapkan pada pikiran atau pembicaraan mengenai pernikahan
  • Kecemasan dan depresi terhadap hubungan
  • Kesadaran bahwa rasa takut tersebut tidak masuk akal namun tidak bisa mengendalikannya
  • Rendahnya self-esteem

Hanya dengan memikirkan pernikahan, penderita gamophobia juga bisa menunjukkan gejala fisik seperti:

  • Gemetaran
  • Menangis
  • Jantung berdebar kencang
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Mual atau muntah
  • Pusing hingga pingsan
  • Berkeringat
  • Perut tidak nyaman
  • Muka memerah

BACA JUGA: Kenali Gejala Dan Cara Mengatasi Panic Attack Berikut Ini

Cara Mengatasi

Marcel Strauß via Unsplash

Setelah memahami apa itu gamophobia serta penyebab dan ciri-cirinya, sekarang saatnya kamu tahu bagaimana cara mengatasinya. Langkah pertama tentu perlu datang dari diri kamu sendiri, yakni dengan mengenali ketakutan tersebut dan menyadari bahwa kamu sendirilah yang bisa mengubahnya.

Jika kamu sedang menjalani sebuah hubungan, bersikap jujur pada pasangan itu perlu. Kamu bisa memberitahunya tentang fobia tersebut dan bahwa kamu juga tengah berusaha menghadapinya. Selanjutnya, cari tahu apa yang sebenarnya menjadi penyebab ketakutan kamu dan pikirkan juga apa yang kamu inginkan dan butuhkan dalam sebuah hubungan.

Kenali lebih dalam diri kamu dan pasangan kamu serta singkirkan ego yang mungkin menjadi penghalang untuk kamu berkomitmen. Hal tersebut bisa membawa kamu pada dua keputusan, yakni kamu memang ingin menikah meski merasa takut atau pernikahan memang bukan tujuan kamu. Kesadaran tersebut mungkin bisa membantu kamu untuk menghadapi ketakutan akan pernikahan.

Jika kamu tidak mampu mengatasinya sendiri dan gejala-gejala fobia ini sudah berlangsung hingga lebih dari enam bulan dan mengganggu kehidupan kamu, gamophobia ini sebaiknya ditindaklanjuti lewat konsultasi dengan dokter. Sama halnya seperti masalah kesehatan mental lainnya, pasien akan ditangani dengan terapi atau obat-obatan.

Obat yang paling umum digunakan adalah obat antiansietas dan antidepresan. Penggunaan obat ini biasanya dilakukan pada kasus-kasus serius yang melibatkan kecemasan serta isolasi.

Dibandingkan dengan obat, terapi sebenarnya dianggap lebih efektif dalam mengatasi gamophobia. Beberapa terapi yang bisa dilakukan adalah cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dan family therapy.

Cognitive Behavioral Therapy

Seperti yang Bob sebutkan sebelumnya, gamophobia ini bisa dikaitkan dengan ingatan atau pengalaman menyedihkan di masa lalu. Penderita gamophobia cenderung merasakan ketakutan karena gambaran negatif dan buruk yang berkaitan dengan pernikahan. Maka dari itu, lewat cognitive behavioral therapy terapis biasanya akan memberikan masukan dan mencoba menemukan pikiran negatif tentang pernikahan dari penderita fobia ini. Terapis akan melakukan sesi berbicara dan berbagi yang sehat dan membimbing penderita gamophobia untuk menggantikan gambaran buruk tersebut dengan yang lebih positif.

Exposure Therapy

Saat menjalani exposure therapy, penderita akan diminta untuk menghadapi keadaan serupa pernikahan atau memulai pembicaraan tentang pernikahan. Selama sesi terapi, terapis juga akan membimbing pasien agar tetap rileks dan tenang. Dengan terus dihadapkan pada hal tersebut, pasien diharapkan mulai terbiasa dan mampu meningkatkan ketahanan pada kecemasannya.

Family Therapy

Terapi satu ini melibatkan bantuan keluarga dalam prosesnya. Terapis akan bekerja sama dengan keluarga pasien dan memberitahu mereka tentang fobia tersebut. Pasalnya, sesi konsultasi dengan keluarga akan membantu memberikan dukungan serta motivasi bagi pasien.

Menghadapi fobia memang berat. Maka dari itu, jangan lupa untuk memanjakan diri kamu dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan seperti berlibur atau sekadar staycation. Bingung masalah akomodasinya? Ke Bobobox saja!

Kamarnya nyaman dengan tempat tidur yang cukup luas serta harga yang terjangkau. Fasilitasnya juga terintegrasi dengan teknologi canggih sehingga segalanya terasa mudah saat kamu menginap di Bobobox. Ada keyless access, Bluetooth speaker, moodlamp, Wi-Fi, dan masih banyak lagi. Unduh dulu yuk aplikasinya dan dapatkan promo serta giveaway menarik dari Bobobox!

You might also like