Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Yuk Pelajari Apa itu CPR, Pertolongan Pertama untuk Korban Tenggelam atau Serangan Jantung Ini

Guna selamatkan nyawa seseorang!

Bobobox.co.id — Laga Denmark melawan Finlandia mendadak hening pada menit 42. Saat itu gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps dan tak sadarkan diri saat baru saja menerima umpan dari rekannya.

Sontak para rekan setimnya pun datang menghampiri diikuti oleh tim medis. Tim medis pun langsung melakukan CPR guna mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi dalam tubuh sang pemain.

Berkat pertolongan pertama tersebut, nyawa Eriksen pun berhasil terselamatkan. Tak berhenti sampai di situ, Eriksen pun akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat guna pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi Eriksen.

Lalu, apa itu CPR sebenarnya? Berikut merupakan penjelasan singkat Bob mengenai CPR termasuk cara melakukan CPR untuk pertolongan pertama korban tenggelam ataupun orang yang terkena serangan jantung.

Yuk Berkenalan Lebih Jauh soal Apa itu CPR

Apa itu CPR?

Mengutip dari laman bhf, CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation, adalah prosedur medis dalam upaya menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami serangan jantung. Prosedur dari apa itu CPR membantu untuk memompa darah ke seluruh tubuh saat jantung orang tersebut tidak bisa.

Dilansir dari laman Alodokter, aliran darah atau pernapasan yang terhenti secara tiba-tiba bisa memicu kerusakan otak. Bahkan, hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang meninggal dunia dalam hitungan 8-10 menit.

Dengan pemberian CPR terhadap korban, aliran darah yang mengandung oksigen akan tetap tersalurkan ke otak dan seluruh tubuh. Setelah itu, barulah orang tersebut mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

Hal tersebut yang dilakukan oleh rekan-rekan setim Denmark dan tim medis. Periode tiga menit pertama setelah seseorang tak sadarkan diri akibat serangan jantung disebut sebagai masa-masa emas.

apa itu CPR
CPR via pexels.com/@rodnae-prod

Baca Juga: Kerap Merasa Cemas? Simak 10 Tips Mengatasi Cemas Berlebihan Berikut Ini


Sebelum Melakukan CPR

Bahasan lain soal apa itu CPR berkaitan dengan sebelum melakukan CPR kepada korban. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk melakukan pertolongan pertama tersebut terhadap seseorang.

Untuk itu, beberapa hal wajib diketahui jika memang suatu saat kamu menemukan seseorang tak sadarkan diri akibat serangan jantung. Berikut merupakan hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan CPR.

1. Periksa Keamanan Lokasi Sekitar

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal keamanan lokasi sekitar. Pastikanlah bahwa lokasi atau lingkungan sekitar korban yang tidak sadarkan diri terbilang aman.

Maksudnya adalah jika misalkan kamu mendapati seseorang kolaps di tengah jalan, ada baiknya evakuasi korban terlebih dahulu. Kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk mengevakuasi orang tersebut ke tempat yang lebih aman.

2. Periksa Kesadaran Korban

Hal lainnya yang berkaitan dengan apa itu CPR dan sebelum melakukannya adalah memeriksa kesadaran korban. Kamu bisa memeriksa tingkat kesadaran korban dengan cara menanyakan nama orang tersebut atau menggoyangkan tubuhnya secara perlahan.

Jika ada respons dari orang tersebut, upayakan untuk tetap membuat korban tetap sadar hingga bantuan tiba. Walaupun begitu, jangan lupa juga untuk tetap memeriksa pernapasan, denyut nadi, dan tingkat respons orang tersebut.

3. Evaluasi Pernapasan

Mengevaluasi pernapasan korban menjadi hal lain yang perlu diperhatikan. Pastikanlah bahwa korban masih bernapas secara normal. Caranya adalah dengan melihat apakah dada korban bergerak naik dan turun.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mendekatkan telingamu ke mulut dan hidung korban. Hal tersebut ditujukan untuk mendengar suara napas dan merasakan embusan napas korban.

4. Periksa Nadi

Tak hanya mengevaluasi pernapasan saja, hal yang wajib diperhatikan terkait apa itu CPR adalah memeriksa nadi. Pastikanlah bahwa jantung korban tetap berdetak.

Kamu bisa mengecek hal tersebut dengan memeriksa denyut nada. Kamu bisa memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan ataupun memeriksanya di bagian sisi leher.

5. Panggil Bantuan Medis

Hal yang diperhatikan terakhir terkait bahasan apa itu CPR adalah memanggil bantuan medis. Hal ini dilakukan jika orang yang hendak kamu tolong tidak menunjukkan respons setelah melakukan hal di atas.

Untuk itu, sesegera mungkin untuk menghubungi tenaga medis lewat nomor 112 atau nomor rumah sakit terdekat yang memungkinkan. Selama menunggu bantuan medis, lakukan apa itu CPR pada orang tersebut.

Sebelum melakukan CPR apa itu CPR
Sebelum melakukan CPR via advancedmedicalcertification.com

Baca Juga: Sering Alami Kesemutan? Ini Dia Cara Mengatasi Kesemutan Dengan Ampuh!


Langkah Sederhana Melakukan CPR

Setelah mengetahui hal apa saja, bahasan terkait apa itu CPR beralih ke langkah sederhana melakukan CPR. Bahasan yang membahas mengenai apa itu CPR ini termasuk elemen penting yang wajib diketahui.

Langkah sederhana terkait apa itu CPR ini dikenal dengan istilah DRCAB. DRCAB merupakan Danger, Response, Compression, Airways, dan Breathing. Kelimanya akan Bob bahas di bawah ini.

1. Danger

Langkah pertama adalah memastikan kondisi sekitar. Seperti yang sempat Bob singgung sebelumnya, perhatikan kondisi sekitar aman bagi korban, orang yang akan menolong, dan orang lain di sekitarnya.

Untuk mencegah faktor risiko menular, kamu bisa menggunakan pelindung yang ada. Pelindung yang bisa digunakan pun beragam mulai dari sarung tangan dan masker untuk pencegahan lebih lanjut.

2. Response

Cek respons atau kesadaran setelah memastikan kondisi sekitarnya aman. Cara untuk mengetahui respons korban sendiri sudah Bob bahas pada poin sebelumnya yakni dengan menggoyangkan tubuh si korban.

Jika memang tidak merespons, sesegera mungkin untuk menghubungi tenaga medis. Langkah selanjutnya wajib dilakukan selagi menunggu bantuan medis datang ke lokasi kejadian.

3. Compression

Selagi menunggu tenaga medis, lakukan kompresi dada atau biasa dikenal dengan sebutan RJP atau CPR. Agar kompresi dada ini efektif, posisikan korban dalam posisi terlentang pada permukaan rata dan keras.

Setelah itu, barulah berikan penekanan pada dada sebanyak 30 kali penekanan dengan kedalaman 5 hingga 6 cm. Pertahankan kecepatan dengan lokasi penekanan berada pada pertengahan dada.

4. Airways

Setelah melakukan kompresi dada, buka jalan napas korban dengan metode head-tilt chin-lift. Metode ini dilakukan dengan meletakkan satu tangan di dahi korban dan tengadahkan kepala korban.

Setelah hal tersebut dilakukan, letakkan ujung jari di bawah dagu korban untuk kemudian angkat dagunya. Tujuan dari posisi ini adalah untuk membuka dan mempertahkan jalan napas korban yang tersumbat oleh lidah yang tertarik ke tenggorokan.

5. Breathing

Langkah terakhir dari bahasan apa itu CPR adalah memberikan bantuan napas sebanyak dua kali dari mulut ke mulut. Untuk satu ini, perhatikan membusung dada korban untuk memastikan volume tidal.

Volume tidal sendiri adalah jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernapas. Cara untuk melakukannya adalah dengan menekan hidung korban, ambil napas normal, lalu tempelkan mulut serapat mungkin dan tiupkan napasmu melalui mulut.

Langkah CPR apa itu CPR
Langkah CPR via aedsuperstore.com

Baca Juga: 10 Tips Hilangkan Bau Badan Secara Alami. Dijamin Berhasil!


Menginap Tanpa Stres di Bobobox

Untuk menyembuhkan stres, traveling memang menjadi salah satu solusinya. Tidak perlu jauh-jauh untuk traveling karena dengan staycation pun kamu bisa mendapatkan esensi traveling yang sama.

Nah, salah satu tempat staycation yang bisa kamu pilih adalah Bobobox. Hotel dengan maskot Koala ini menyediakan fasilitas-fasilitas keren yang siap memanjakanmu saat menginap di sini. Dengan demikian, kualitas beristirahatmu nantinya akan tetap terjaga.

Untuk memesan pod di Bobobox, cukup unduh aplikasi Bobobox di sini. Setelah itu, kamu bisa dengan mudah untuk memesan pod yang kamu inginkan.

You might also like