Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Perbedaan Alergi dan Infeksi Virus Corona yang Harus Kamu Ketahui!

Gejala infeksi virus corona terkesan serupa dengan alergi namun faktanya berbeda.

Infeksi virus corona telah menginfeksi lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia, Infeksi ini pun telah menelan korban dengan angka kematian lebih dari 400 ribu orang hingga 10 Juni 2020. Pada umumnya orang yang terserang infeksi virus corona akan mengalami beberapa gejala ringan. Kemudian, gejala tersebut akan berkembang menjadi pneumonia, kegagalan organ, hingga kematian.

Gejala infeksi virus corona ini juga dapat terlihat serupa dengan gejala flu bahkan alergi. Beberapa gejala yang membuat flu, alergi, dan infeksi virus corona terkesan serupa adalah adanya demam, kelelahan, sakit badan, dan juga batuk. Namun pada kasus infeksi virus corona gejala-gejala tersebut dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Saat seseorang baru saja terserang infeksi virus corona bisa jadi hal yang ia rasakan adalah beberapa keluhan ringan.

Bahkan pada kasus lainnya pasien sama sekali tidak merasakan gangguan berarti sehingga sering dianggap sebagai gejala alergi. Hal yang pasti adalah infeksi virus corona mampu menimbulkan gejala yang lebih berat daripada flu maupun alergi yang kemudian akan menyerang sistem pernapasan. Faktor inilah yang menyebabkan pasien infeksi virus corona kerap kali merasakan sesak napas. Berikut adalah beberapa cara membedakan infeksi virus corona dengan alergi.

Penting untuk Mengenali Gejala Infeksi Virus Corona

Mengapa penting untuk mengetahui cara membedakan gejala infeksi virus corona dengan alergi? Dengan mengetahui perbedaan di antara keduanya maka kamu dapat mengetahui pengobatan apa yang harus kamu lakukan. Jangan sampai kamu salah langkah saat melakukan pengobatan hanya karena asumsi. Tentunya Bob pun berharap agar kamu tidak melakukan self diagnosis karena lebih baik untuk mencari pertolongan tenaga medis untuk melakukan diagnosis.

Beberapa jenis infeksi virus maupun bakteri seringkali menimbulkan gejala seperti flu, batuk, radang tenggorokan, bersin-bersin, dan juga demam. Hal inilah yang terkadang membuat sebagian orang kebingungan untuk membedakan gejala virus corona dengan flu biasa ataupun alergi. Ini penting diketahui mengingat terdapat beberapa orang yang mungkin membawa virus corona (carrier) namun tidak merasakan gejala sama sekali.

Dilansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan bahwa gejala virus corona yang paling umum akan dirasakan adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien pun dapat mengalami sakit dan nyeri pada sebagian atau seluruh bagian tubuh, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, dan juga diare. Gejala penyakit yang awalnya ringan tersebut kemudian muncul secara bertahap.

Berdasarkan data setidaknya ada satu dari enam penderita virus corona yang mengalami gejala sakit yang sangat parah hingga mengalami kesulitan untuk bernapas. Oleh karena itu beberapa pasien virus corona harus menggunakan alat bantu pernapasan berupa ventilator. Virus corona ini dapat berdampak serius jika menyerang orang lanjut usia, penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, serta penyakit kronis lainnya.

Perbedaan Pilek, Alergi, dan Gejala Infeksi Virus Corona

Pasien infeksi virus corona yang menunjukkan gejala seperti pilek dan hidung tersumbat hanya ditemukan sekitar 5% di Tiongkok. Di sana hanya sebagain kecil pasien yang terinfeksi virus corona disertai dengan pilek. Seorang dokter dari Rumah Sakit Lenox Hill di Amerika Serikat bernama dr. Marta Feldmesser mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir atau takut saat bertemu dengan orang yang bersin. Kekhawatiran berlebih tersebut perlu dihindari agar suasana tetap kondusif.

Menurut Feldmesser, pilek yang biasanya terjadi pada penderita infeksi virus corona pada umumnya akan disertai gejala mirip flu seperti demam, batuk, sesak napas, tubuh terasa sakit, hingga sakit kepala. Sedangkan pilek biasa maupun pilek yang terjadi karena alergi pada umumnya akan disertai bersin, mata gatal, dan terkadang batuk. Pada kasus lainnya pilek yang disertai sakit tenggorokan adamerupakan pertanda gangguan atau infeksi pada saluran pernapasan atas.

Feldmesser juga mengungkapkan bahwa gejala pilek biasa ataupun alergi jarang terjadi sekaligus dengan gejala infeksi virus corona. Oleh karena itu jika kamu bertemu dengan seseorang yang mengalami batuk atau bersin-bersin kamu tidak perlu langsung panik. Hal tersebut bukan menjadi penanda bahwa ia terinfeksi virus corona maka dari itu perlu dipantau lebih lanjut apakah batuk dan bersin tersebut disertai demam atau tidak. Jika gejala batuk, pilek, atau bersin tersebut kemudian disertai dengan demam maka hal itu bisa jadi pertanda masalah kesehatan selain infeksi virus corona.

Sesak Napas Pada Alergi dan Virus Corona

Menurut dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals beberapa gejala pada flu, alergi, dan infeksi virus corona memang sulit untuk dibedakan. Hal yang mudah kamu perhatikan adalah perbedaan antara flu, alergi dan virus corona di antaranya adalah gejala pilek dan batuk. Selain itu gejala seperti bersin-bersin akan lebih sering terjadi pada alergi.

Virus corona biasanya akan menyerang sistem pernapasan manusia sehingga pasien akan mengalami sesak napas. Pada pasien yang mengalami alergi sesak napas tersebut akan disertai mengi dan bunyi. Pada pasien yang mengalami flu biasanya tidak akan mengalami sesak napas. Sedangkan pada pasien virus corona akan terjadi sesak napas namun tanpa bunyi.

infeksi virus corona

Menurut dr. Mulaiman jika virus corona telah menyerang paru-paru manusia maka pasien umumnya akan membutuhan waktu yang lumayan lama untuk pulih. Saat virus telah memasuki paru-paru hal ini dapat berakhir fatal. Tentunya infeksi virus ini sangat memerlukan tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi dari seluruh pihak. Hal ini mengingat hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan obatnya. Hal yang membedakan antara virus corona dan alergi pun adalah penularannya.

Virus corona dapat menular melalui percikan atau droplet yang keluar dari mulut sedangkan alergi tidak menular. Umumnya alergi terjadi salah satunya karena faktor riwayat keluarga yang alergi. Alergi dapat diatasi dengan menghindari penyebabnya. Penderita alergi pun dapat menggunakan obat atau anti-alergi yang dapat ditemukan di apotek atau melalui resep dokter. Bagaimana apakah kini kamu mampu membedakan gejala virus corona dengan gejala alergi?

Alur yang Harus Dilalui Pasien Suspect Infeksi Virus Corona

Jika seseorang mengalami beberapa gejala virus corona seperti di atas dan memenuhi kriteria suspect virus corona maka ia akan dirujuk ke rumah sakit. Pasien kemudian akan diantar ke rumah sakit rujukan dengan menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh tenaga medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Tenaga medis dari rumah sakit rujukan tersebut kemudian akan melakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Yuk lakukan pencegahan penularan infeksi virus corona dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, menghidrasi tubuh dengan baik, berolahraga, dan beristirahat dengan cukup. Untuk menunjang kebugaran tubuh kamu bisa coba pengalaman menginap di Bobobox untuk mendapatkan kualitas beristirahat yang baik. Unduh aplikasi Bobobox untuk memesan kamar kapsul pilihan kamu!

You might also like