Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Solo Traveling Sebelum Umur 30 Tahun

Menjadikanmu pribadi yang lebih baik

Bobobox.co.id — Liburan seringkali menjadi salah satu hal yang dipilih untuk menyegarkan kembali pikiran yang lumayan penat setelah mendapatkan deadline tugas kuliah ataupun tugas pekerjaan setiap minggunya.

Biasanya, saat akan liburan, kamu tentunya merencanakannya bersama teman-temanmu. Namun, seringkali teman-temanmu tidak bisa ikut untuk liburan kali ini karena berbagai macam alasan.

Sehingga, terkadang mau tidak mau kamu harus melakukan solo traveling atau jalan-jalan sendirian. Walaupun sedang menjadi tren di kalangan para traveler, kamu bisa jadi masih ragu untuk solo traveling karena takut terjadi hal yang tidak kamu inginkan.

Padahal, melakukan solo traveling mempunyai beberapa hal yang bermanfaatBerikut ini merupakan 7 alasan kenapa kamu harus solo traveling sebelum umum 30 tahun. Paling tidak kamu sudah melakukan sekali saja nantinya!

Keluar dari Zona Nyaman

Alasan yang pertama adalah solo traveling membuatmu keluar dari zona nyaman. Semisalkan kamu orang introvert, tentu saat liburan, kamu akan terbantu oleh temanmu saat menanyakan sesuatu ke warga lokal di destinasi wisata yang dituju.

Seorang introvert biasanya memiliki ketakutan yang berlebih saat akan bertanya kepada seseorang karena takut respon dari orang yang ditanyai tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Nah, dengan solo traveling, kamu akan dipaksa untuk keluar dari zona tersebut dan diharuskan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga lokal. Dengan demikian, nantinya kamu tahu bahwa dirimu lebih dari yang kamu kira.

Lebih Mengenal Diri Sendiri

Bagi kamu yang sedang berada di usia 25an, seringkali kamu mempertanyakan siapa sih sebenarnya dirimu dan hal apa saja yang sudah kamu lakukan selama ini.

Apalagi jika teman-teman sebayamu sudah dianggap mencapai ‘sesuatu’ di usia yang sama sepertimu. Banyak orang yang menyebut hal tersebut dengan quater-life crisis.

Nah, cara untuk bisa memberikan perspektif atau pandangan baru untuk menghadapi hal seperti ini adalah dengan solo traveling. Pasalnya, kamu akan traveling sendirian.

Sehingga, saat berjalan-jalan, kamu tentunya akan menemukan hal-hal baru. Mulai dari pola pikir warga lokal dalam memecahkan sebuah masalah.

Nantinya, seiring perjalanan liburanmu, kamu akan bisa menemukan jati dirimu sebenarnya. Kamu bisa memahami bahwa perbedaan adalah hal yang tidak harus dibanding-bandingkan karena semuanya punya waktunya masing-masing.

solo traveling mengenali diri sendiri

Melatih Kemandirian dan Tanggung Jawab

Saat solo traveling, bisa jadi hal inilah yang terasah sepulangnya dari liburan. Hal yang dimaksud adalah soal melatih kemandirian dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Pasalnya, saat kamu melakukan solo traveling, kamu harus bisa merencanakan semua hal detil yang menyangkut perjalanan liburanmu seorang diri. Baik itu masalah atau hal sepele semisal waktu keberangkatan menjadi tanggung jawabmu.

Tak hanya itu, kamu pun nantinya dituntut untuk melawan rasa takut dan ketergantung terhadap orang lain. Di momen seperti inilah, kemandirianmu akan dilatih.

Sehingga, sehabis pulang dari jalan-jalan, kamu terlatih untuk mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini nantinya bisa kamu aplikasikan ke kehidupanmu sehari-hari.

Belajar Hal-Hal Baru

Alasan yang satu ini akan cocok bagi kamu yang termasuk orang yang agak pemalu dan merasa tidak terlalu nyaman untuk sekadar berkenalan terlebih dahulu dengan orang asing.

Janganlah takut untuk mencoba hal baru dan singkirkan rasa takutmu saat solo traveling. Pasalnya, selama solo traveling, kamu tentu akan menjumpai banyak solo traveler lainnya yang sama-sama sedang melakukan perjalanan ke destinasi yang sama denganmu.

Cobalah ajak berkenalan. Malahan, bukan tidak mungkin jika orang yang diajak berkenalan barusan menjadi teman travelingmu di destinasi kota tujuanmu.

Bahkan, bisa jadi kamu mendapatkan kejutan yang menyenangkan selama liburanmu. Misalkan saja, bisa belajar soal bahasa dan budaya dari orang yang baru saja kamu kenal.

Sehingga, nantinya, tidak hanya bertambah relasi di negara lain tetapi mendapatkan ilmu yang mungkin tidak akan didapat saat kamu liburan bersama teman-temanmu.

Menjadi Lebih Bersyukur

Saat traveling bersama temanmu, kamu bisa mengandalkan temanmu di saat tertentu. Misalkan, kamu yang sulit bangun pagi bisa meminta temanmu untuk membangunkanmu di jam tertentu.

Nah, saat solo traveling, hal tersebut tentu tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus bisa menggantungkan diri kepada orang lain. Alhasil, kamu bisa lebih menghargai waktu dan orang lain di sekitar.

Tak hanya karena itu saja, kamu pun akhirnya menjadi pribadi yang lebih bersyukur karena bisa melakukan solo traveling yang awalnya kamu mengira kamu tidak bisa melakukannya.

Masih Mempunyai Waktu untuk Traveling

Alasan yang satu ini bisa jadi alasan yang buat Bob wajib kamu pertimbangkan kenapa kamu harus solo traveling sebelum usiamu menginjak kepala 3 alias 30 tahun ke atas.

Di usia 30 tahun ke atas, biasanya kebanyak orang sudah memiliki tanggungan lain seperti istri atau suami dan anak. Belum lagi soal karir yang tentunya sudah harus menapaki jenjang yang lebih stabil.

Dengan kondisi tersebut, rasanya kesempatan untuk solo traveling tanpa meninggalkan tanggung jawab pun tampak semakin menipis. Sehingga, akhirnya, solo traveling yang digagas pun gagal total.

Nah, di usia di bawah 30 tahun, selain belum memiliki tanggungan yang menjadi tanggung jawab penuhmu, sempatkanlah untuk solo traveling. Apalagi di usia 25 khususnya, kamu masih memiliki cukup energi untuk mencoba aktivitas yang memacu adrenalin.

Merasakan Kebebasan

Alasan yang terakhir kenapa kamu harus solo traveling sebelum usia 30 adalah agar setidaknya bisa merasakan kebebasan yang mungkin hanya bisa kamu rasakan sekali seumur hidup.

Saat solo traveling, kamu bisa berpergian ke manapun dan kapanpun sesuka hatimu. Jadwal, kuliner, dan destinasi yang dituju bisa langsung diputuskan tanpa perlu repot merundingkannya terlebih dahulu dengan teman liburanmu.

Tak hanya jadwal dan destinasi wisatanya saja, durasi untuk berdiam di satu kota ataupun satu objek wisata bisa ditentukan oleh dirimu sendiri.

Jadi, tidak ada lagi yang namanya pusing saat berembuk soal banyak hal yang seharusnya hanya tinggal dinikmati saja selama liburan.

Menginap bagi yang sedang Solo Traveling? Coba Saja di Bobobox

Setelah kamu memutuskan untuk solo traveling, tentu salah satu hal yang wajib kamu pertimbangkan adalah soal akomodasi penginapan mengingat sekarang kamu hanya liburan sendiri tanpa didampingi oleh siapapun.

Menentukan akomodasi penginapan untuk solo traveler terbilang tricky. Jika salah dalam memilih akomodasi penginapan, bisa jadi solo travelingmu malah menjadi runyam.

Salah satu akomodasi penginapan yang Bob rekomendasikan untuk solo traveler adalah Bobobox. Hotel kapsul berlogo Koala ini menawarkan fasilitas-fasilitas yang cocok untuk solo traveler.

Mulai dari pod yang luas, pantri untuk bertemu teman-teman baru, shared toilet, dan koneksi WiFi menjadi beberapa fasilitas penunjang yang memberikan pengalaman yang lebih seru selama liburan.

Pemesanan podnya terbilang mudah dan praktis. Kamu tinggal unduh aplikasi Bobobox secara gratis bagi pengguna Android dan iOS di sini. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, menginap di Bobobox.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.