Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

7 Tips Bagi Orang Tua Untuk Mendisiplinkan Anak

Pendidikan adalah yang utama!

Anak adalah titipan Tuhan yang harus selalu dijaga. Oleh karena itu, orang tua memiliki kewajiban untuk mendidiknya agar selamat dunia akhirat.

Meskipun begitu, mendisiplinkan anak supaya bisa menuruti perkataan orang tua bukanlah hal yang mudah. Orang tua harus sabar dan memahami mereka agar pesan yang disampaikan bisa dimengerti oleh sang buah hati. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendisiplinkan mereka.

1. Berikan Contoh Sejak Dini

Hal pertama yang anak pelajari dari orang tua bukanlah nasihat melainkan perilaku. Anak-anak memiliki daya serap yang tinggi dan oleh sebab itu, apa yang orang tua lakukan di hadapan mereka akan mereka ikuti.

Maka dari itu, sebelum menasihati mereka agar disiplin, orang tua harus bisa memberikan contoh yang bisa mereka ikuti. Jika mereka berbuat kesalahan dan hal itu tidak dicontohkan di dalam rumah, kamu bisa memiliki argument yang kuat saat menasihati.

2. Buat Batasan yang Jelas

Si kecil memang senang melakukan banyak hal karena rasa penasaran mereka yang masih besar. Akan tetapi, membiarkan mereka berbuat sesuka hati dan selalu menuruti keinginan mereka bukanlah hal yang bisa terus dilakukan.

Di sinilah batasan atau aturan berperan penting dalam mendisiplinkan anak. Dengan batasan mereka bisa belajar mana yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Ini juga memberikan mereka rasa tanggung jawab lebih terhadap sesuatu.

Dalam memberikan aturan, ada baiknya jika disesuaikan dengan usia setiap anak. Jelaskan aturan tersebut dengan bahasa yang mereka mengerti. Usia balita, remaja, dan remaja-dewasa tentunya memiliki bahasa yang berbeda.

3. Berikan Konsekuensi atas Kesalahan Mereka

Aturan tidaklah lengkap tanpa konsekuensi. Jika melanggar aturan yang telah dibuat namun mereka tidak menerima konsekuensi atas tindakan yang mereka buat, ini akan menjadikan mereka abai terhadap aturan.

Buatlah hukuman atas setiap pelanggaran aturan yang mereka lakukan. Jelaskan pada mereka bahwa setiap kali mereka melampaui batas, mereka tidak akan lepas begitu saja.

4. Dengarkan Apa yang Mereka Katakan

Beberapa orang tua terkadang khilaf bahwa, meskipun berbuat salah, anak pun adalah manusia. Mereka mempunyai kebutuhan untuk didengarkan. Mereka memiliki hak untuk menjelaskan.

Jangan langsung beranjak pada hukuman setiap kali berbuat salah. Jika sudah cukup usia untuk berbicara dan bercerita, minta mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi. Dengan demikian, anak akan merasa aman dan terbuka terhadap orang tua.

Rasa percaya ini penting untuk ditumbuhkan. Mereka akan lebih patuh dan disiplin jika mereka memercayai orang tua mereka dan tahu bahwa mereka punya hak untuk didengar.

5. Apresiasi Kebaikan Anak

Mendisiplinkan anak bukan hanya saat mereka berbuat salah saja. Kamu juga perlu memuji mereka saat berbuat baik atau menurut. Hal ini akan membuat mereka merasa dihargai atas kebaikan yang mereka kerjakan.

Jika kamu hanya menggarisbawahi kesalahan mereka saja, anak bisa turun mentalnya dan berpikir bahwa orang tua mereka tidak menghargai mereka. Memberi pujian saat menurut dan konsekuensi saat melakukan kesalahan sejak dini juga bisa membantuk anak membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

6. Jangan Merespon Setiap Saat

Terkadang, mendisiplinkan anak tidak harus dengan aksi. Ada saatnya di mana kamu harus diam dan membiarkan mereka merasakan sendiri akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Misalnya, jika mereka selalu merusak mainannya, jangan marahi atau malah membelikan mainan baru. Biarkan mainan itu rusak sehingga mereka tidak memiliki mainan lagi untuk dimainkan.

Hal ini juga bisa menjadi cara bagi orang tua untuk mengajarkan sang buah hati pentingnya mengapresiasi apa yang mereka miliki.

7. Beda Usia Beda Penanganan

Mendisiplinkan anak berusia lima tahun tentunya akan berbeda dengan anak berusia 17 tahun. Pada usia nol hingga enam tahun, sayangi mereka dengan sepenuh hati dan berikan mereka perhatian yang mereka butuhkan. Jangan lakukan hukuman fisik meski bertujuan untuk mendidik.

Pada usia tujuh hingga 14 tahun, aturan harus semakin diperketat. Jika mereka meninggalkan salat misalnya, kamu boleh memukul mereka. Pukulan ini bukan bertujuan untuk menyiksa dan bukan berupa pukulan yang keras.

Karena di usia balita anak sudah merasa aman dengan orang tua mereka, sedikit teguran berupa pukulan bisa menyadarkan mereka saat berbuat salah.

Pada usia remaja atau sekitar 15 hingga 21 tahun, mereka akan memiliki keadaan psikologis yang berbeda. Di usia-usia ini kamu harus bersikap lebih seperti teman daripada orang tua yang mengajari.

Saat mereka sudah menginjak usia di atas 21 tahun, mereka sudah memiliki kemampuan untuk menentukan keputusan sendiri. Orang tua harus sudah bisa memercayakan mereka dengan hidup yang akan mereka hadapi.

Kemandirian dan kedisiplinan yang telah dilatih sejak kecil akan terlihat di sini. Apakah mereka akan terus bergantung pada orang tua atau mereka mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Kasih Sayang adalah yang Utama

anak
Photo by Bruno Nascimento on Unsplash

Mendisiplinkan anak adalah salah satu hal yang paling penting namun juga tidak mudah dan tidak ada jalan pintas untuk melakukannya. Dalam mendidik kamu perlu memenuhi kebutuhan material, emosional, fisik, dan kognitif mereka.

Disiplin adalah hal yang membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan dunia nyata dan fondasi dari perkembangan diri.

Mendisiplinkan harus dilakukan dengan cara yang positif dan efektif. Hal ini karena disiplin adalah cara untuk mengajarkan dan membimbing anak bukan untuk semata-mata membuat mereka menurut.

Poin-poin di atas bukanlah hal yang saklek. Setiap orang tua memiliki caranya sendiri dan setiap anak pun unik. Akan tetapi, hal yang paling penting adalah membuat mereka paham bahwa kamu mencintai dan menyayangi mereka.

Menginap di Hotel Kapsul

bobobox

Bobobox adalah hotel kapsul yang modern dan unik. Di sini, kamu bisa merasakan suasana seperti di masa depan desain kamarnya yang futuristik.

Teknologi yang digunakan di hotel kapsul ini juga canggih. Untuk memesan kamar kamu bisa melakukannya melalui situs resmi atau aplikasi Bobobox. Aplikasi ini juga memiliki fungsi sebagai kunci kamar yang menggunakan sistem QR code sehingga kemanan kamu terjaga.

Selain itu, buang jauh-jauh kesan sempit saat kamu mendengar hotel kapsul. Di Bobobox, kasur yang digunakan berukuran king size! Mantap kan? Maka dari itu, menginap di Bobobox selain murah juga pasti nyaman.

Di Bobobox ada dua jenis kamar yang bisa kamu pilih, earth dan sky. Untuk earth, kasur berada di bawah dan sky berada di atas yang bisa kamu jangkau dengan tangga.

Di Bobobox juga ada ruang komunal yang bisa kamu gunakan untuk nongkrong lho. Karena tema yang diusung adalah travel more, jadi kamu bisa bertemu rekan sesama traveler dan bertukar cerita.

Jadi, tunggu apa lagi? Isi liburan kamu kali ini dengan menginap di Bobobox!

You might also like