Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Berkemah di Musim Hujan? Baca Dulu Yuk 7 Tips Berikut Ini

Dapatkan pengalaman menarik meski tanpa matahari yang terik

Berkemah merupakan kegiatan rekreasi di luar ruangan yang melibatkan tidur jauh dari rumah. Berkemah sendiri biasanya dilakukan di alam bebas atau camping ground yang tersedia di tempat rekreasi. Orang-orang yang berkemah biasanya menggunakan tenda, bangunan primitif, mobil atau bahkan tidur di bawah langit tanpa atap sama sekali.

Kegiatan berkemah seperti definisinya biasanya dibarengi dengan kegiatan rekreasi luar ruangan seperti mendaki gunung, bermain di pantai, berenang, berwisata alam hutan, memancing hingga bersepeda.  Bagi sebagian orang cuaca cerah adalah waktu yang ideal untuk berkemah karena mereka tidak akan dipusingkan dengan keadaan serba basah. Namun, bagi sebagian yang lain berkemah di musim hujan justru memberikan tantangan tersendiri serta menyuguhkan pemandangan menarik yang tidak akan didapat jika cuaca sedang terik.

Nah, kalau kamu termasuk yang suka atau ingin mencoba berkemah di musim hujan, simak dulu yuk tips berkemah musim hujan agar acara rekreasi kamu tidak berantakan.

Perhatikan Ramalan Cuaca dan Lingkungan Berkemah

via Freepik

Memantau ramalan cuaca sudah pasti menjadi hal yang pertama kamu lakukan sebelum keberangkatan untuk berkemah saat musim hujan. Tips berkemah musim hujan ini akan membantu kamu melihat apakah lokasi berkemah kamu nantinya akan diiringi dengan cuaca berawan, hujan ringan, lebat atau bahkan hujan badai.

Cek secara berkala karena ada kemungkinan ramalan cuaca tersebut berubah sejak terakhir kali kamu mengeceknya. Jika tujuan kamu adalah daerah pegunungan, kamu perlu waspada karena daerah tersebut umumnya memiliki cuaca yang tidak dapat diprediksi karena rimbunnya pepohonan yang kerap menutupi pandangan kamu dari awan.

Meskipun ramalan cuaca menyatakan cuacanya akan cerah, sebaiknya kamu tetap membawa perlengkapan untuk melindungi diri dari hujan. Untuk itu, perhatikanlah lingkungan sekitar berkemah kamu. Kamu mungkin bisa merasakan dan melihat jika tiba-tiba angin bertiup kencang, keheningan yang mencekam, dan semacamnya. Hal-hal tersebut bisa saja menjadi pertanda bahwa badai akan segera melanda.

Cek Ketahanan Tenda

@ballerbuoy via Unsplash

Jangan sampai kamu baru mengetahui bahwa tenda kamu tidak tahan saat sudah mulai berkemah. Untuk itu, ceklah terlebih dahulu dengan mendirikan tenda di halaman rumah lalu semprot dengan air untuk membuktikan apakah tahan air atau tidak.

Pastikan juga jahitan tendanya rapi dan kuat serta talinya kuat sehingga kamu dapat menartiknya dengan baik saat pemasangan. Jika kamu akan membeli tenda baru, kamu bisa memilih tenda berteras untuk memudahkan dalam memasak atau menyimpan barang-barang basah.

Bawa Kantong Plastik dan Koran Bekas

@upklyak via Freepik

Tips berkemah musim hujan selanjutnya adalah membawa serta kantong plastik yang banyak dan koran bekas. Kantong plastik sendiri merupakan barang wajib di kala hujan agar kamu bisa menyelamatkan barang-barang kamu dari basah. Kamu bisa membawa plastik sampah besar, dry bag atau kantong Ziploc.

Ketiganya memiliki permukaan yang tebal sehingga tidak mudah merembes. Kamu bisa menggunakan plastik besar tersebut untuk melindungi barang-barang kamu agar tetap kering atau menyimpan barang-barang yang basah seperti pakaian dan sepatu agar tidak membasahi yang lainnya.

Plastik itu juga bisa digunakan untuk menyimpan kayu api unggun sebelum hujan turun. Nah, setelah hujan reda, kamu masih bisa menyalakan api unggun dengan keadaan kayu yang kering. Untuk Ziploc atau dry bag, kamu bisa menggunakannya untuk menyimpan barang-barang seperti obat, makanan, peralatan untuk menyalakan api, peralatan elektronik, dan lain-lain.

Sementara itu, koran bekas juga memiliki kegunaan yang bisa membantu di kala sepatu kamu basah. Kamu bisa memasukkan kertas koran tersebut ke dalam sepatu untuk membantunya cepat kering. Koran bekas akan menyerap kelembapan dan sangat berguna untuk menyalakan api jika kamu mengalami kesulitan untuk ranting-ranting kering untuk menyulut api.

Tentukan Posisi

@theverticalstory via Unsplash

Berikutnya, tentukanlah posisi yang tepat untuk mendirikan tenda. Sebaiknya, kamu mencari lokasi yang lebih tinggi dan landai, tempat yang kemungkinan tidak akan menggenang. Namun, bukan berarti kamu berkemah di elevasi tertinggi karena hal itu justru mendekatkan kamu pada bahaya petir.

Hindari juga lokasi terlalu dekat dengan sungai, bibir pantai, atau danau atau lokasi yang lebih rendah dari sumber air. Tidak mau kan bangun-bangun malah kebanjiran. Pastikan juga tanahnya keras atau tidak lembek agar tenda dapat kokoh berdiri.

Tips berkemah musim hujan ini juga akan menjauhkan kamu dari bahaya petir yang dapat mengalirkan listrik. Lebih lanjut, perhatikan arah air mengalir saat hujan sehingga kamu bisa memastikan keamanan tempat kamu. Bila perlu, kamu bisa membuat parit untuk mengairkan air tersebut.

Selain itu, sebaiknya hindari berkemah di bawah poohon besar. Sebagaimana kamu tahu, pohon akan meneteskan sisa-sisa hujan bahkan setelah hujan berhenti sejak lama. Tips berkemah musim hujan satu ini juga akan menghindarkan kamu dari bahaya terkena dahan pohon yang jatuh.

Perlindungan dari Hujan

@hitobywong via Unsplash

Tips berkemah musim hujan berikutnya adalah penggunaan alat untuk melindungi dari hujan seperti groundsheet dan flysheet. Groundsheet merupakan alas tahan air yang kamu gunakan untuk melindungi bagian bawah tenda kamu. Alat ini bertindak sebagai pembatas antara tanah dan bagian bawah tenda kamu sehingga air hujan bisa mengalir di bawah atau sekitarnya tanpa membasahi ruang kering kamu.

Kebalikan dari groundsheet, flysheet adalah terpal yang kamu pasang di atas tenda untuk memberikan perlindungan tambahan dari angin dan hujan pada area sekeliling tenda. Dengan begitu, area bawah tenda tetap terlindungi dan kemungkinan air merembes pun semakin tipis.

Perihal Pakaian

@greg_rosenke via Unsplash

Tips berkemah musim hujan berikutnya adalah tentang pakaian. Untuk melindungi dari hujan, tipsnya adalah:

  • Hindari bahan katun karena sulit kering dan gampang basah
  • Usahakan gunakan sepatu atau but tahan air dan antislip
  • Bawa jas dan celana hujan
  • Utamakan pakaian berbahan ringan seperti nilon atau bahan sintetis lainnya
  • Gunakan pakaian berlapis untuk menyeimbangkan suhu tubuh dan kelembapan
  • Pakai warna terang, umumnya oranye agar mudah dikenali
  • Segera lepaskan juga pakaian basah dari tubuh untuk menghindari hipotermia, ketidanyamanan atau masalah kulit
  • Gantung pakaian basah kamu agar tidak bau dan mungkin bisa digunakan lagi keesokan harinya
  • Bawa kaos kaki ekstra untuk menghalau rasa dingin
  • Bawa topi dan sarung tangan
  • Bawa pakaian lebih untuk kondisi darurat dan tidak terduga

Jaga Agar Tetap Kering

@pthom_ via Unsplash

Saat akan mendirikan tenda, sebaiknya tunggu hingga hujan berhenti. Jika tidak memungkinkan, pastikan simpan barang bawaan kamu di tempat yang terlindung agar tidak basah. Sebelum masuk ke dalam tenda, lepaskan pakaian luar yang basah serta sepatu kamu yang kotor agar tenda tidak menjadi basah.

Selain itu, posisikanlah pintu masuk tenda berlawanan arah dengan angin. Tips berkemah musim hujan ini akan membuat bagian dalam tenda mendapatkan sedikit cipratan air. Selanjutnya, jangan sentuh sisi-sisi tenda kamu dan jauhkan barang apapun dari sisi tenda termasuk sleeping bag. Jika tidak, tenda kamu sudah pasti akan basah.

Ingin berkemah tapi tidak mau diribetkan dengan masalah tenda dan semacamnya? Cobain Bobocabin yuk, produk terbaru dari Bobobox yang menawarkan konsep glamping atau glamorous camping bisa diartikan sebagai berkemah dengan lebih mewah.

Sama halnya seperti Bobobox, Bobobocabin juga dilengkapi dengan teknologi Internet of Things. Karena itu, meskipun kamu berada di tengah alam, kamu akan tetap merasakan sentuhan teknologi modern sehingga segalanya tetap terasa mudah, aman dan nyaman.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk pengaturan lampu, pintu, jendela dan Bluetooth speaker. Tempat tidurnya nyaman dengan smart glass yang memberi kamu pilihan untuk beristirahat dalam kesendirian atau sambil menikmati pemandangan alam di hadapan kamu dari dalam Bobocabin.

Meski berada di tengah alam, jangan khawatir soal masalah internet. Bobocabin juga dilengkapi dengan Wi-Fi kencang yang siap menemani ketenangan di tengah sejuknya alam. Selain itu, ada juga fasilitas area parkir, kamar mandi bersama yang diakses dengan QR code, pembersihan berkala, serta api unggun untuk mengusir rasa dingin yang menyusup ke tulang kamu.

Tertarik mencoba? Unduh dulu yuk aplikasi Bobobox untuk booking serta informasi serta promo-promo terbaru dari hotel kapsul berlogo koala ini!

You might also like