Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Viral Bayi Kera Diberi Makan Kaca, Ini Dia 7 Perilaku Manusia Terhadap Hewan yang Tidak Boleh Dilakukan

Kurangnya kesadaran dan minimnya pendidikan tentang kesejahteraan hewan

Belakangan ini, kasus kekerasan terhadap binatang baik hewan peliharaan maupun satwa liar di Indonesia kian marak terjadi. Hal ini tentu sangat meresahkan dan membuat geram. Meskipun hewan umumnya memiliki insting untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa, nyatanya hal tersebut tidak bisa melindungi mereka dari kekejaman manusia.

Mulai dari bayi kera diberi makan kaca hingga kucing yang dilempar tanpa sedikit pun rasa iba menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat serta minimnya edukasi tentang pentingnya perlindungan terhadap hewan dan kesejahteraannya. Hal ini sendiri mungkin masih dianggap sepele karena hukum yang menaunginya pun tidaklah begitu ketat dan terkesan ringan sehingga sulit memberikan efek jera pada para pelaku.

Akibatnya, masih saja ada kasus-kasus perilaku manusia yang seharusnya tidak dilakukan pada hewan. Lebih parahnya lagi, kasus-kasus tersebut ketahuan dan menjadi viral karena para pelaku sengaja merekam dan membagikannya di media sosial mereka atau kelakuan mereka direkam sengaja direkam oleh pihak lain yang geram dengan aksi pelaku. Nah berikut ini adalah tujuh kasus di antaranya banyaknya kasus perilaku manusia terhadap hewan yang tidak boleh dilakukan, termasuk kasus bayi kera diberi makan kaca.

Bayi Kera Diberi Makan Kaca

@jakartaanimalaidnetwork via Instagram

Kasus penyiksaan terhadap primata mungkin tidak begitu disorot seperti kasus pada kucing, anjing atau hewan di kebun binatang. Namun, jumlahnya tentu tidak sedikit. Salah satu yang baru-baru ini membuat geram adalah kasus bayi kera diberi makan kaca untuk dijadikan konten YouTube oleh akun bernama Monkey Ambo.

Diketahui, bayi kera diberi makan kaca dengan keadaan tangan terikat. Kera tersebut juga kerap mendapatkan kekerasan lainnya dari pemilik Monkey Ambo tersebut. Akibatnya, kasus ini pun dilaportkan ke Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan juga Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta pada 4 Maret 2021 lalu.

Setelah melakukan penelusuran, pelaku dan satwa pun ditemukan di kawasan Makassar, Jakarta Timur. Bersama dengan Dinas Pertamanan dan Huta Kota DKI, Satpol PP Kelurahan Pinang Ranti, RT dan RW setempat serta Forum Komunikasi Kader  Konservasi Indonesia (FK3I), Dinas KPKP menyita seekor kera ekor panjang pada 6 Maret lalu. Kera tersebut untuk sementara ditampung di tempat penangkaran Dina Pertamanan dan Hutan Kota.

Sementara itu, pelaku penyiksaan telah diberi edukasi perihal kesejahteraan hewan. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi tindakan tidak manusiawi tersebut. Akun YouTubenya pun kini sudah hilang dari peredaran.

Kudanil Dilempari Sampah Botol

@cyntiactcete via Instagram

Selain kasus kera diberi makan kaca, kasus kudani yang tengah beristirahat lalu dilempari sampah botol plastik juga sempat viral belakangan ini dan memancing kemarahan netizen Indonesia. Insiden ini sendiri terjadi di Taman Safari Bogor.

Dibagikan melalui video instastory Instagram @cyntictcete, kejadian pelemparan sendiri tidak sempat terekam kamera. Namun, akun tersebut menegaskan bahwa pelaku dalam mobil memang memancing agar mulut kudanil yang sedang bersantai di pinggir kolam untuk terbuka dengan mengayun-ayunkan sampah sehingga sampah tersebut masuk tepat di mulutnya.

Untungnya, pelat nomor berhasil terekam berikut dengan kondisi mulut kudanil yang masih berisi sampah botol. Kejadian ini pun langsung dilaporkan pada pihak Taman Safari dan ditindaklanjuti dengan membersihkan sampah di dalam mulut kudanil yang ternyata tidak hanya berisi botol tetapi juga sejumlah tisu bekas. Hal ini tentu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian apabila tertelan.

Beruntungnya, kudanil bisa memuntahkan sampah tersebut sementara pelaku yang belakang dketahui merupakan seorang wanita berusia 64 tahun asal Cicalengka Bandung. Kabarnya, kasus ini akan ditindaklanjuti secara hukum.

Rusa Diberi Minum Alkohol

@doniherdaru via Instagram

Sebelum kejadian kera diberi makan kaca dan kudanil dilempari sampah, sebelumnya sudah pernah ada kasus hewan yang diberi minum alkohol. Kasus ini sendiri terjadi pada November 2017 lalu lagi-lagi di Taman Safari Bogor dan diunggah dalam dua akun Instagram, yakni akun @alyccaaa dan @philipbiondi.

Dalam unggahan tersebut, terlihat mereka berhasil mencekoki minuman beralkohol pada kudanil dan beberapa rusa sambil mengiminginya dengan wortel. Seekor zebra juga terlihat dipermainkan dalam unggahan tersebut. Hal ini sontak mengundang amarah netizen terlebih para pelaku melakukannya dengan penuh kesenangan dan gelak tawa. Pelaku pun akhirnya minta maaf dan mengakui kebodohan yang mereka lakukan dalam keadaan sadar.

Orangutan Diberi Rokok

@marisonguciano

Viral pada Maret 2018, tersebar video yang menunjukkan seekor orangutan tampak sedang merokok. Orangutan itu sendiri merupakan satwa yang berada dalam lingkup Kebun  Binatang Bandung.

Jika dilihat lebih lengkap, video tersebut juga menunjukkan seorang pengunjung pria yang tidak bertanggung jawab melemparkan rokok yang telah ia hisap dan masih menyala ke kandang orangutan. Satwa tersebut pun lantas memungut rokok tersebut dan ikut menghisapnya layaknya manusia.

Selain faktor kebodohan pengunjung, insiden ini juga menyoroti lemahnya pengawasan piha kebun binatang terhadap kesejahteraan para satwanya. Meskipun tidak sesadis kasus bayi monyet diberi makan kaca, hal tersebut sudah pasti melanggar prinsip kesejahteraan hewan. Sebagai hukuman, pelaku yang kala itu berumur 27 tahun diberi tugas untuk membersihkan area sekitar kandang Ozon, orangutang yang memungut rokoknya, selama tiga hari.

Bekantan Dibantai Lalu Dimakan

via Facebook

Kasus berikutnya mungkin terasa lebih kejam dari kasus bayi kera diberi makan kaca, yakni kasus pembantaian hewan bekantan yang bertujuan untuk disantap. Kali ini, kekejaman terhadap hewan dilakukan oleh seorang bernama Victorio Theodorus Singal lewat Facebook.

Dalam unggahannya pada 2015 lalu, pelaku menunjukkan beberapa foto selfie mulai dari menggantung bekantan yang sudah mati dengan senapan di sampingnya, mencincang dagingnya hingga menyeruput isi kepala satwa liar yang dilindungi tersebut. Siapapun yang punya hati nurani pasti muak sekaligus mual jika melihat kekejaman ini.

Kucing Dilempar Hingga Dimakan

@christian_joshuapale via Instagram

Mengingat populasinya yang tidak sedikit serta sering berdekatan dengan lingkungan manusia, kucing kerap kali jadi sasaran empuk para pelaku kekerasan. Sudah banyak kasus menyedihkan dari para anak-anak bulu ini mulai dari yang sederhana seperti penelantaran hingga aksi memakan kucing hidup-hidup.

Beberapa di antaranya adalah kasus melempar kucing, memutar kucing bahkan ada yang sampai memakannya hidup-hidup. Salah satu kasus yang sempat viral adalah yang dilakukan oleh seorang oknum Brimob pada anak kucing pada November 2020 lalu. Dalam video yang tersebar di jagat maya, terlihat oknum tersebut membanting anak kucing ke dalam parit karena kesal makanannya direbut oleh sang kucing. Menanggapi kasus ini, pihak Mabes Polri mengungkapkan bahwa anggotanya tersebut akan diberikan sanksi tegas.

Sebelum kasus pelemparan, publik juga sempat digegerkan dengan kasus yang mungkin terlihat lebih kejam dari kasus bayi kera diberi makan kaca. Dalam video yang beredar di tahun 2019, seorang pria tua yang kemudian diketahui bernama Abah Gandrong (69 tahun kala itu) tengah memakan kucing secara hidup-hidup. Aksi ini sendiri didasari rasa kesal Abah Gandrong kepada para pedagang yang masih berjualan di lahan sengketa di kawasan Kemayoran.

Karena emosi, dia berdalih tidak sadar bahwa yang dimakannya adalah kucing sementara ia mengira itu adalah kelinci. Kendati demikian, proses hukum tetap berlanjut.

Anjing Diseret Motor

via kompas.com

Sama halnya seperti kucing yang dekat dengan lingkungan manusia, anjing pun kerap dijadikan sasaran kekerasan manusia yang tidak bertanggung jawab. Ada yang dibunuh secara brutal karena rasa kesal hingga untuk tujuan dimakan.

Salah satu kasus yang tak kalah kejam dari kasus bayi kera diber makan kaca adalah kasus penyeretan anjing yang terjadi pada Februari 2021 ini. kasus ini sendiri viral karena adanya foto yang menunjukkan dua orang pria menaiki sebuah sepeda motor matic sambil menyeret seekor anjing curian. Anjing yang terseret tampak terjatuh ke sisi kiri dan tentunya mengenai aspal.

Sayangnya, kasus ini mengalami penolakan saat dilaporkan ke polisi dengan alasan tidak adanya surat keterangan kepemilikan hewan. Miris, sedih dan kesal pastinya!

Tenangkan Diri Bersama Bobocabin

Kasus-kasus perilaku kejam manusia terhadap hewan ini pasti sangat menguras emosi. Jika kamu membutuhkan untuk menenangkan diri dari segala kegilaan ini, Bobocabin bisa menjadi solusi yang tepat.

Produk Bobobox berkonsep glamping di kawasan Rancaupas ini memang dirancang untuk kebutuhan kamu yang ingin menjauhkan diri sementara waktu dari kepenatan yang membelenggu pikiran dan tubuh kamu. Dengan berbalutkan teknologi Internet of Things, kamu bisa menenangkan diri di tengah alam namun tetap merasakan sentuhan teknologi modern sehingga segalanya tetap terasa mudah, aman dan nyaman. Tertarik mencoba? Unduh dulu yuk aplikasi Bobobox untuk booking, informasi serta promo-promo terbaru dari hotel kapsul berlogo koala ini!

You might also like