Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Happy World Sea Turtle Day! Kenali 7 Jenis Penyu Laut di Dunia Berikut Ini Yuk! Hampir Semua Ada di Indonesia Loh!

Hampir semua terancam puncah

Setiap tahunnya, tanggal 16 Juni diperingati sebagai World Sea Turtle Day atau Hari Penyu Sedunia. Perayaan tersebut dikhususkan untuk menghargai dan menyoroti pentingnya keberadaan penyu laut di dunia. Sebagai informasi, hanya terdapat tujuh jenis penyu laut yang tersebar di lautan dan sebagian besar terancam punah.

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat keberadaan penyu sangat bermanfaat bagi ekosistem laut. Hewan satu ini dapat:

  • Membantu mengontrol populasi mangsanya seperti ubur-ubur dan spons pda terumbu karang
  • Memberi kesuburan pada vegetasi pantai melalui sisa-sisa cangkang telur serta tukik (anak penyu) yang tidak bisa bertahan hidup
  • Menjadi sumber makanan bagi burung, ikan dan mamalia melalui tukiknya
  • Menjaga kondisi padang lamun agar tetap baik
  • Memberi kontrbusi ekonomi pada masyarakat sekitar lewat kegiatan seperti turtle watching hingga diving

Baca Juga: Wisata Menjaga Ekosistem! Kunjungi Penangkaran Penyu Di Bali Berikut!


Jenis-Jenis Penyu Laut di Dunia

Ketujuh jenis penyu laut tersebut meliputi penyu belimbing, penyu hijau, penyu tempayan, penyu pipih, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu lekang kempi. Kecuali penyu kempi, enam penyu lainnya kerap bertelur di sejumlah pantai Indonesia. Salah satunya adalah di kawasan kepala Burung, Papua, yang menjadi pusat peneluran penyu belimbing, sisik, lekang dan hijau.

Nah, buat kamu yang penasaran dengan tujuh jenis penyu laut tersebut, yuk, simak lebih lanjut uraiannya berikut ini!

Penyu Belimbing (Dermochelis coriacea)

via mauioceancenter.com

Status: rentan akibat perburuan telur, pemanasan global dan terjebak jaring pancing

Penyu belimbing memiliki nama lain leatherback sea turtle sebab karapasnya (penutup bagian punggung) yang tampak menyerupai kulit. Berbeda dengan jenis penyu laut lainnya, karapas penyu belimbing terdiri dari lapisan kulit tipis, keras, kenyal, elastis dan berminyak. Kerapas itu berwarna gelap dengan deretan bintik dan sisik putih yang membentang di atasnya sehingga tampak seperti garis buah belimbing.

Saat mencapai usia dewasa, penyu belimbing bisa tumbuh hingga 2,75 meter dengan berat antara 600-900 kg. Hal ini menjadikannya sebagai jenis penyu laut terbesar di dunia. Rekor yang pernah tercatat adalah pejantan yang terdampar di West Coast of Wales dengan berat 916 kg.

Penyu satu ini lebih banyak menghabiskan waktu di laut lepas seperti Samudra Atlantik, Pasifik dan Hindia. Mereka baru naik kedaratan saat akan bertelur dengan menghasilkan sekitar 60-129 telur setiap dua atau tiga tahun.

Penyu Hijau (Chelonia mydas)

via worldwildlifefund.org

Status: Terancam punah akibat kehilangan habitat dan terjerat jaring

Penyu hijau atau green sea turtle memperoleh namanya dari warna hijau pada lemak di bawah sisiknya. Secara keseluruhan, tubuh penyu hijau berwarna abu-abu, hitam atau keceokelatan. Ciri khas lainnya dari penyu hijau adalah kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul.

Saat dewasa, penyu hijau dapat tumbuh antara 80-150 cm dengan bobot mencapai 132 kg. Jenis penyu laut ini tersebar di semua lautan tropis di dunia. Mereka biasanya berdiam di dekat garis pantai dan di sekitar pulau dan teluk, terutama di area yang memiliki banyak padang lamun. Berbeda dengan penyu belimbing, penyu hijau hanya bertelur sekali dalam tiga sampai empat tahun.

Penyu Tempayan (Caretta caretta)

via dailysabah.com

Status: rentan akibat jeratan jaring

Memiliki nama lain loggerhead sea turtle, penyu tempayan terkenal dengan kepalanya yang cukup besar. Jenis penyu laut ini memiliki karapas berwarna cokelat kemerahan, paruh yang betumpuk dan rahang yang kuat. Rahang tersebut memungkinkan mereka untuk menyantap kerang-kerangan yang ada di dasar laut, misal kerang mimi, remis, dan invertebrata lainnya.

Saat mencapai dewasa, penyu tempayan bisa tumbuh hingga 70-120 cm sementara beratnya berkisar antara 135-400 kg. Jenis penyu laut ini lebih suka mencari makan di kawasan muara, teluk pantai, dan perairan dangkal di sepanjang landas kontinen Samudra Atlantik, Pasifik dan Hindia.

Penyu Pipih (Natator depressa)

via cms.int

Status: data deficient

Selanjutnya, ada penyu pipih atau flatback sea turtle yang memiliki panjang kerapas rata-rata 90 cm. Sesuai dengan namanya, jenis penyu laut ini memiliki kerapas yang rata, namun sedikit melengkung di sisi luar.

Meski tergolong omnivora, penyu pipih lebih sering  memangsa timun laut, kerang-kerangan, udang dan invertebrata lainnya. Mereka bisa kamu jumpai di sekitar terumbu karang dan padang lamun dangkal di kawasan Australia dan Papu Nugini.

Dibandingkan dengan enam jenis penyu laut lainnya, keberadaan penyu pipih tidak masuk dalam status terancam. Berdasarkan daftar merah IUCN, penyu pipih masuk dalam kategori data efficient, yang berarti tidak ada cukup informasi yang tersedia tentang penyu pipih untuk memasukkannya ke dalam status konservasi mereka. Meski begitu, pemerintah Australia menetapak status rentan pada penyu satu ini.


Baca Juga: Sudah Ada Sejak Zaman Purbakala, Ini Dia Fakta Seputar Buaya Yang Perlu Kamu Ketahui!


Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate)

via Istockphoto

Status: sangat terancam akibat perburuan ilegal terhadap karapasnya

Penyu sisik atau hawksbill sea turtle bisa kamu jumpai di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka biasanya berenang di sekitar terumbu karang, area berbatu, muara dan laguna.

Jenis penyu laut ini memiliki kepala yang memanjang serta sisik yang tumpang tindih menyerupai sisik ikan. Mereka juga memiliki rahang besar serta paruh tajam dan runcing seperti burung rajawali. Dengan anatomi mulut tersebut, penyu sisik mampu menjangkau mangsa yang bersembunyi di celah-celah karang seperti spons dan anemon.

Ciri khas lain dari penyu sisik adalah kerapasnya yang berwarna hitam berbintik cokelat sedangkan plastronnya (penutup dada dan perut) berwarna kekuning-kuningan. Rata-rata, penyu sisik bisa tumbuh hingga 1 meter dengan berat sekitar 80 kg. Saat bertelur, penyu ini lebih menyukai kawasan pantai yang sunyi, gelap dan berpasir.

Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)

via worldwildlifefund.org

Status: rentan karena perubahan iklim dan kerusakan pada area bertelur

Penyu lekang atau olive ridley sea turtle termasuk ke dalam kategori penyu terkecil di Indonesia dan kedua terkecil di dunia dengan bobot rata-rata 50 kg. Jenis penyu laut ini memiliki kemiripan dengan penyu hijau. Bedanya, penyu lekang memiliki kepala yang lebih besar dan bentuk tempurung yang lebih langsing serta bersudut. Spesies dengan tempurung berwarna abu-abu kehijauan ini memiliki kebiasaan memangsa kepiting kerang, udang dan remis.

Dibandingkan dengan penyu lain, jumlah penyu lekang terbilang melimpah. Namun, mereka hanya bersarang di sejumlah kecil tempat saja. Karena itu, kerusakan pada salah satu pantai tempatnya bersarang akan membawa perubahan besar pada populasinya. Perubahan iklim juga bisa menaikkan suhu pasir dan ini berakibat lebih banyak terlahirnya penyu betina daripada jantan.

Penyu Lekang Kempi (Lepidochelys kempi)

fisheries.noaa.org

Status: sangat terancam karena perburuan, kehilangan habitat, polusi dan jerat jaring

Dibandingkan dengan jenis penyu laut lainnya, penyu lekang kempi termasuk yang paling terancam keberadaannya. Status tersebut sudah berlaku sejak tahun 1970.

Jenis penyu laut ini memiliki kepala berbentuk segitiga dan paruh yang sedikit bengkok. Penyu kempi dewasa memiliki karapas dengan bentuk hampir bulat dan berwarna hijau keabu-abuan. Sementara itu, plastronnya berwarna kuning hingga krem pucat.

Penyu kempi memperoleh namanya dari Richard Kemp yang berjasa dalam menemukan dan mempelajari spesies penyu satu ini. Mereka juga termasuk penyu laut terkecil di dunia dengan panjang antara 60-70 cm dan bobot sekitar 45 kg.

Penyu kempi dewasa biasanya hanya dijumpai di kawasan Teluk Meksiko sementara penyu muda kerap muncul di sepanjang pantai timur Amerika Serikat dan barat laut Samudra Atlantik. Jenis penyu laut ini biasanya tidak akan menyelam lebih dalam dari 49 meter. Untuk masalah reproduksi, penyu betina biasanya akan bertelur setiap satu hingga tahun sekali.


Baca Juga: Menakjubkan, Ini Dia Jenis-Jenis Burung Terbesar Di Dunia


Menghadapi Kepunahan

Selain harapan hidup yang rendah, dari tahun ke tahun, penyu juga menghadapi penurunan populasi. Hal ini pun menempatakan mereka dalam IUCN red list (daftar merah International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dengan kategori rentan, terancam punah hingga kritis (sangat terancam).

Beberapa faktor yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan penyu adalah:

  • Pengembangan di sekitar area bertelur
  • Ekspansi kota pesisir yang mengurangi luas pantai
  • Polusi plastik dan sampah lainnya
  • Tumpahan minyak
  • Praktik memancing (penyu menjadi tangkapan sampingan)
  • Perburuan penyu dan telurnya

Sebagai salah satu upaya perlindungan, pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan yang melindungi keenam spesies penyu tersebut. Jika kamu juga ingin ikut berkontribusi melindungi spesies penyu di lautan, salah satu caranya adalah dengan melaporkan adanya kegiatan perburuan atau perdagangan ilegal penyu. Laporan dapat kamu sampaikan melalui:

  • BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam)
  • BPSPL (Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut)
  • Aplikasi Gakkum yang disediakan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
  •  E-Pelaporan Satwa Dilindungi milik Bareskrim Polri

Recharge Energi di Bobocabin

Kesibukan sehari-hari terkadang bisa membuat kamu lelah baik secara fisik maupun mental. Agar tidak kehabisan energi, staycation di Bobocabin bisa menjadi solusi yang tepat. Pilihannya pun cukup beragam. Kamu bisa memilih staycation di Ranca Upas, Cikole, Toba, Kintamani, dan Gunung Mas. Apapun pilihan kamu, Bobocabin siap memberikan pengalaman menginap di tengah alam bebalut teknologi canggih. Unduh dulu yuk aplikasi Bobobox untuk reservasi dan informasi lebih lanjut!

You might also like