Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Terlupakan, Terabaikan, dan Ditinggalkan: Ini Dia 7 Hotel Lama di Dunia yang Sudah Tak Terurus Lagi

Terlantar, terbengkalai, dan terabai

Sebagian orang memiliki preferensi untuk menikmati dan mengagumi bangunan-bangunan usang yang sudah terbengkalai, salah satunya adalah bangunan hotel lama. Bagi sebagian orang, hal tersebut bukan hanya kegiatan sepintas lalu, melainkan menjadi kebiasaan apalagi jika hotel-hotel lama tersebut menyimpan misteri, kisah mistis, dan merupakan spot menarik untuk dijadikan objek foto.

Ada banyak alasan yang mebuat hotel-hotel lama tersebut ditinggalkan dan dibiarkan terbengakalai. Kesehatan keuangan, perang, cuaca, bencana, kesalahan perhitungan terhadap minat pelancong, hingga skandal adalah segelintir alasan dari banyaknya hotel-hotel lama yang terbengkalai dan tak terurus.

Akibatnya, para pemilik pun terpaksa meninggalkan hotel-hotel mereka hingga akhirnya dipenuhi debu dan semak belukar serta mengalami kerusakan di sana sini akibat tidak terawat. Meski sudah tidak terurus lagi dan terkesan kotor, tidak sedikit bangunan hotel lama yang masih menunjukkan keindahan dan kemegahannya sehingga menimbulkan decak kagum bagi orang-orang yang melihatnya.

Tentunya di dunia ada banyak bangunan hotel lama yang sudah ditinggalkan namun pesonanya masih memikat para pemburu bangunan lama. Untuk itu, Bob sudah merangkum tujuh hotel lama di dunia termasuk di Indonesia yang sudah tidak terurus lagi. Penasaran dengan hotel-hotelnya? Yuk simak informasi dari Bob berikut ini!

Hotel Istana Hantu

via atlasobscura.com

Hotel Istana Hantu atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama The Ghost Palace Hotel merupakan salah satu hotel lama tak terurus yang berada di Indonesia. Hotel lama ini tepatnya berada di kawasan wisata Danau Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali.

Hotel dengan nama asli Pondok Indah Bedugul Taman Rekreasi Hotel and Resort ini kabarnya dibangun pada tahun 1997 namun tidak pernah dibuka untuk umum karena pembangunannya yang mangkrak. Hal ini disinyalir terjadi akibat kalah saing dengan hotel bintang 1, 2 dan 3.

Karena ditinggalkan begitu saja serta ditambah bumbu cerita tentang kematian para pekerja akibat kondisi kerja yang tidak layak, hotel tersebut pun dianggap memiliki nuansa mistis dan berhantu.  Kesan tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran rumput yang tumbuh di sana sini, tumbuhan merambat, lumut yang menutupi lantai marmer, hingga warna bangunan yang sudah kusam karena lama tak terurus.

Meski terkesan menakutkan, bangunan hotel lama ini masih terlihat megah dan memukau dengan patung-patung pahatan serta atap khas Bali, lantai marmer, tangga, hingga tiang-tiang bangunannya.

Hachijo Royal Hotel

via urbexsession.com

Hachijo Royal Hotel adalah sebuah hotel lama yang terletak di Kepulauan Izu, Jepang. Kepulauan ini berjarak sekitar 287 km dari Tokyo dan dulunya dianggap sebagai Hawaii-nya Jepang serta spot menyelam yang cukup terkenal.

Hachijo Royal Hotel  sendiri dulunya merupakan hotel terbesar yang ada di Jepang dan sempat mengalami penutupan beberapa kali hingga akhirnya resmi ditutup pada tahun 2006 lalu. Penutupan tersebut dilakukan karena lokasinya yang sulit dijangkau dan terpencil serta ketertarikan masyarakat untuk berlibur ke luar negeri dibandingkan pulau kecil di negera tersebut.

Karena tak terawat lagi, bangunan hotel lama tersebut pun menjadi usang, rusak, mengelupas, hingga ditumbuhi tanaman liar dan lumut. Meski begitu, kamu masih bisa melihat keindahan hotel dengan gaya Prancisnya yang beridiri megah di antara tumbuhan hijau, seakan menyatu dengan alam.

Sheraton Rarotonga

@Jonatahan Harwood via theguardian.com

Hotel lama selanjutnya yang sudah ditinggalkan dan tak terurus lagi adalah Sheraton Rarotonga yang terletak di Cook Islands. Cook Islands ini berada di kawasan Oceania di wilayah perairan Samudera Pasifik dan menawarkan keindahan pulau-pulau tropis yang memesona.

Nah, di Rarotonga, salah satu pulau di Cook Islands, kamu akan menemukan bangunan hotel lama Sheraton Rarotonga. Sama halnya dengan Hotel Istana Hantu di Bali, hotel yang satu ini juga tidak sempat dibuka untuk umum karena pembangunanya yang tidak diselesaikan.

Selain ditumbuhi dengan tanaman liar, bangunan hotel lama ini juga banyak dihiasi dengan coretan-coretan tidak bertanggung jawab. Selain itu, hotel lama ini pun kini dihuni oleh sapi, kambing, dan ayam.

Hotel ini awalnya dibangun di akhir tahun 1980-an dengan tujuan untuk memberikan layanan hotel bintang lima di pulau terpencil tersebut. Perjanjian antara pemerintah Cook Islands dan sebuah bank Itali pun terjalin.

Namun, korupsi dan keterlibatan mafia mengakhiri pembangunan tersebut sehingga Cook Islands pun hampir bangkrut dengan hutang sebesar 120 miliar dolar. Selain itu, kabarnya ada warga setempat yang mengklaim lahan hotel tersebut sebagai miliknya dan dia pun mengutuk tempat tersebut.

Hotel Belvedere

via www.atlasobscura.com

Seperti yang Bob bilang sebelumnya, ada berbagai macam alasan yang membuat sebuah bangunan hotel ditinggalkan hingga tidak terawat sama sekali. Salah satunya adalah akibat perang dan hal itu terjadi pada Hotel Belvedere yang terletak di tenggara pantai kota tua Dubrovnik, Kroasia.

Hotel lama yang dibangun pada tahun 1980 ini dulunya merupakan hotel bintang lima dengan posisi menghadap ke lautan biru. Beroperasi sejak tahun 1985, hotel lama ini hanya bertahan selama enam tahun. Bangunanya pun hancur akibat perang Kroasia yang terjadi pada tahun 1991 dan pada akhirnya ditinggalkan dan malah menyisakan cerita mistis yang membuat bulu kuduk berdiri.

Selain itu, salah satu bagian hotel juga sempat digunakan sebagai latar pertempuran antara Prince Oberyn dan The Mountain dalam serial Game of Thrones.

Igloo City

@jeremyreding via www.atlasobscura.com

Igloo City merupakan hotel lama yang terletak di Alaska, Amerika Serikat. Hotel ini dibangun dengan bentuk menyerupai sebuah igloo. Igloo sendiri merujuk pada bangunan berbahan balok salju yang dibentuk menyerupai kubah dan biasanya dibuat oleh orang-orang yang tinggal berdekatan dengan es.

Sayangnya, hotel berbentuk igloo besar ini tidak terselesaikan dan akhirnya tidak pernah dibuka untuk publik yang megunjungi Alaska. Dimulai sejak tahun 1970-an, pembangunan hotel ini memakan waktu cukup lama hingga tidak pernah terselesaikan.

Selain itu, pembangunannya juga bertentangan dengan aturan pembangunan yang berlaku saat itu sehingga hotel lama tersebut tidak pernah dibuka. Kerangka bangunan juga menjadi alasan lainnya yang membuat hotel igloo tersebut terbengkalai. Sekarang ini, hotel lama tersebut “terbuka” bagi para pelaku vandalisme dan hewan-hewan buas.

Gran Hotel y Balneario

@MichaelSchwarz via mschwarzphoto.com

Gran Hotel y Balneario merupakan hotel lama yang terletak di San Miguel de Los Baños, Kuba. Hotel mewah ini diperuntukkan bagi pengunjung berduit dengan salah satu daya tariknya yaitu pemandian yang bersumber dari mata air alami.

Sayangnya pada tahun 1950-an, polusi dari pabrik gula di dekat hotel tersebut menceari mata air tersebut. Hal ini memaksa para penghuni San Miguel de Los Baños untuk meninggalkan kota tersebut. Meskipun para penduduk sudah kembali hidup di kota tersebut, Gran Hotel y Balneario tetap diabaikan.

El Hotel del Salto

via Wikipedia

Berdiri dengan megah dan berhiaskan pemandangan Air Terjun Tequendama, kamu pasti takjub dengan pesona El Hotel del Salto yang berada di Kolombia ini. Sayangnya, air yang mengaliri air terjun tersebut berasal dari sungai yang sudah tercemar sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Tidak hanya itu, air terjun tersebut juga kerap kali dijadikan tempat untuk bunuh diri di masa lalu sehingga membuat hotel tersebut dicap berhantu. Akibatnya, pengunjung pun mulai enggan untuk singgah di hotel lama tersebut.

Hotel lama itu dibiarkan begitu saja hingga benar-benar ditinggalkan dan tak terurus lagi. Namun pada tahun 2013, El Hotel del Salto direnovasi menjadi sebuah museum budaya dan keanekaragaman hayati sebagai simbol warisan budaya dan perbaikan lingkungan.

Kalau sudah puas dengan hotel-hotel lamanya, kamu bisa kembali merasakan suasana baru dengan menginap di hotel dengan konsep modern. Salah satunya adalah hotel kapsul Bobobox.

Hotel berlogo koala ini menawarkan kenyamanan dalam akomodasi yang minimalis namun ditunjang dengan fasilitas berbasis teknologi sehingga pengalaman menginap kamu akan terasa nyaman dan mudah. Kalau kamu perlu gambaran sebelum memutuskan untuk menginap di Bobobox, kamu bisa ikut Bobobox 360° virtual tour.

Lewat virtual tour ini, kamu bisa merasakan langsung bagaimana suasana di Bobobox. Tertarik mencoba? Klik di sini aja!

You might also like