Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

5 Ikan Hias yang Sebaiknya Tidak Digabungkan di Dalam Aquarium

Jangan asal gabung!

Memelihara ikan hias bisa menjadi salah satu pilihan untuk mempercantik tampilan rumah. Selain itu, memelihara ikan juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan seperti mengurangi stres, menenangkan pikiran, baik untuk penderita demensia dan perkembangan anak, dan lain-lain.

Meski kedengarannya mudah, kamu perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memutuskan untuk memilihara ikan hias di rumah. Salah satunya adalah pemilihan ikan yang akan kamu jadikan peliharaan. Dalam hal ini, kamu perlu mengetahui ikan hias yang tidak boleh digabungkan dalam satu wadah sehingga manfaat dari memelihara ikan dapat dimaksimalkan.

Mau tahu apa saja ikan hias yang tidak boleh digabungkan? Simak informasinya berikut ini yuk!

Ikan Cupang

@punkhoa via Unsplash

Ikan cupang merupakan ikan hias dengan ukuran kecil, warna beragam, sirip lebar bak selendang dan ekor yang menjuntai indah. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang paling mudah dirawat dan cocok untuk pecinta ikan pemula.

Ikan cupang memang tidak membutuhkan banyak ruang serta memiliki daya tahan yang tinggi. Ikan cupang juga memiliki organ labirin yang membuat mereka bisa bertahan meskipun dengan kadar oksigen yang rendah. Karenanya, kamu tidak memerlukan aerator atau alat sirkulasi udara jika ingin memeliharanya. Selain itu, kamu juga tidak perlu menggunakan tempat yang besar, wadah atau botol kecil juga sudah cukup menampung dan menghidupi seekor ikan cupang.

Hanya saja, ikan cupang termasuk ikan hias yang tidak boleh digabungkan dengan ikan lain. Hal ini dikarenakan sifat ikan cupang yang individualis dan agresif dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya.

Jika tetap memaksa ingin digabung, kamu bisa menggabungkannya dengan ikan yang lebih besar dengan rasio jantan betina 1:3. Meski begitu, hal ini tentu memiliki risiko tersendiri. Selain itu, sebaiknya jangan menggabungkan ikan cupang jantan dengan jantan karena biasanya mereka akan bertarung sampai mati.

Ikan Lemon

via tfhmagazine.com

Sesuai dengan namanya, kamu pasti sudah bisa menebak bahwa ikan lemon ini berwarna kuning persis seperti buah lemon. Sama halnya dengan ikan cupang, ikan lemon juga mudah dipelihara karena daya tahan tubuhnya yang kuat. Ikan ini cukup kebal terhadap penyakit dan tidak memerlukan perawatan khusus dalam memeliharanya.

Selain itu, ikan lemon juga termasuk salah satu ikan hias yang tidak boleh digabungkan karena sifat agresifnya. Selain agresif, ikan ini juga cukup buas dan suka menyerang ikan lain. Hal buruk lainnya dari ikan hias yang tidak boleh digabungkan ini adalah sifatnya yang rakus dalam hal makanan.

Saat memberinya makan, apapun jenis makanan yang kamu berikan akan akan dilahap oleh ikan lemon. Jika dia sendiri yang hidup di dalam akuarium tentu tidak masalah. Namun jika digabungkan dengan ikan-ikan hias lainnya, ikan lain bisa saja mati kelaparan karena kerakusan ikan lemon. Lebih lanjut, ikan lemon juga bisa menjadi kanibal dan memangsa ikan-ikan yang lebih kecil darinya.

Ikan Piranha

@thesollers via Unsplash

Kamu pasti sudah bisa membayangkan rupa dari ikan piranha mengingat ikan hias ini sudah sangat populer dan pernah muncul dalam beberapa film. Ikan ini sendiri memang identik dengan giginya yang tajam dan gigitannya yang tanpa henti.

Meski begitu, jangan berpikir bahwa ikan piranha persis sama seperti di film yang bahkan menyerang dan memangsa manusia. Hal tersebut hanya dibesar-besarkan untuk menambah kesan menakutkan dalam film tersebut.

Ikan piranha sendiri tidak mungkin memakan orang yang masih hidup dan sehat. Namun jika sudah jadi bangkai, mereka bisa saja memakan bangkai tersebut. Meski begitu, untuk menghabiskan bangkai manusia mungkin diperlukan sekitar 300-500 ekor untuk menyantapnya dalam waktu lima menit.

Ikan piranha sendiri memiliki warna tubuh yang unik sehingga tak heran banyak yang memelihara ikan tersebut sebagai ikan hias. Hanya saja, karena sifatnya yang pemangsa, agresif dan karnivora, ikan piranha termasuk salah satu jenis ikan hias yang tidak boleh digabungkan.

Ikan piranha sendiri umumnya memakan serangga, ikan, krustasea, cacing, bangkai hingga biji atau bagian tanaman lainnya. Nah, jika sumber makanannya menipis, ikan piranha bisa saja memangsa sesame piranha baik yang masih hidup ataupun sudah mati.

Paradise Fish

via tankaddict.com

Paradise fish merupakan ikan hias yang tidak boleh digabungkan karena keagresifannya. Paradise fish sendiri merupakan ikan jenis gurame yang memiliki warna-warna terang. Karenanya, ikan ini bisa dijadikan ikan hias. Paradise fish jantan umumnya memiliki warna yang lebih terang dibandingkan dengan yang betina. Ciri khas dari ikan asal Asia ini adalah adanya garis panjang dengan warna terang yang menghiasi tubuhnya.

Sama halnya dengan ikan-ikan yang Bob sebut sebelumnya, paradise fish merupakan ikan agresif jika menyangkut wilayah kekuasaannya. Maka dari itu, kamu sebaiknya tidak menggabungkan lebih dari satu jantan di dalam akuarium karena kemungkinan mereka akan terlibat pertarungan sengit untuk memperebutkan wilayah.

Selain itu, jika digabungkan dengan ikan kuat lainnya, paradise fish akan menganggapnya sebagai lawan dan bertarung dengan ikan yang sama dominan tersebut. Lalu, jika lainnya lebih besar dan agresif, paradise fish akan bersembunyi dan seringkali merasa stres. Jika tetap ingin menggabungkan dengan ikan lain, gunakanlah ikan yang sedikit lebih besar dan tidak agresif.

Ikan Oscar

via fishkeepingworld.com

Selanjutnya, ada ikan Oscar yang juga dianggap sebagai salah satu ikan hias yang tidak boleh digabungkan. Ikan osacar juga termasuk ikan predator yang berasal dari Sungai Amazon sama halnya seperti ikan piranha. Karenanya, ikan ini memiliki ciri gigi yang tajam di dalam mulut juga tenggorokannya.

Sifatnya yang enerjik dan dapat mengenali pemiliknya (terkadang dengan mengibaskan ekornya seperti seekor anjing atau melihat ke arah tangan majikan saat didekati) menjadikannya ikan yang menarik untuk dipelihara. Namun, di sisi lain ikan ini termasuk ikan agresif sehingga dianggap sebagai salah satu ikan hias yang tidak boleh digabungkan.

Karena sikapnya yang tidak ramah tersebut, ikan ini bisa saja memangsa ikan lainnya. Nah, untuk menekan kemungkinan terjadinya pertengkaran, sebaiknya maksimal hanya ada dua ikan oscar dalam satu akuarium.

Meskipun terkesan mudah, memelihara ikan tentu perlu banyak pertimbangan. Namun, kalau masalah menginap di Bobobox, kamu tidak perlu pikir panjang. Dijamin nyaman, aman dan tidak menyesal.

Hotel kapsul yang satu ini menawarkan akomodasi minimalis dengan harga terjangkau namun penuh dengan fasilitas yang terpadu dengan teknologi canggih. Aksesnya saja contactless. Kamu tidak perlu menggunakan kunci konvensional seperti hotel pada umumnya. Cukup gunakan QR code yang ada di aplikasi Bobobox di ponsel kamu. No ribet-ribet!

Selain itu, kamu juga akan ditemani fasilitas lainnya yang membuat kamu semakin betah berlama-lama di Bobobox. Ada Wi-Fi kencang, Bluetooth speaker, moodlamp, communal area yang bersih, shared bathroom yang rapi dan higienis, serta kawasan bermural yang cocok buat background foto kamu.

Tunggu apa lagi? Yuk segera unduh aplikasinya dan dapatkan pengalaman menginap yang menyenangkan!

You might also like