Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro

Enggak usah jauh-jauh ke Negeri The Hobbit kalau Mojokerto juga punya

Ingin banget berlibur ke Selandia Baru tapi bujet sedang menipis? Ke Mojokerto saja, yuk! Eits, jangan salah, Mojokerto juga punya destinasi wisata alam dengan pemandangan bak di Selandia Baru, lo. Nama tempatnya Ranu Manduro.

Nama Ranu Manduro berasal dari kata “ranu” yang berarti danau, serta Manduro yang diambil dari nama desa di mana danau ini berada, yakni Desa Manduro di Jawa Timur.

Meski terbilang masih sangat baru, wisata Ranu Manduro sudah banyak dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan keindahan lanskapnya. Sebelum ke sana, yuk, simak terlebih dahulu 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang wisata Ranu Manduro yang kekinian ini!

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@idris_ via Unspash

Akses jalan yang belum begitu bagus

Ranu Manduro berada di wilayah Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jaraknya dari Kota Mojokerto sekitar 30 kilometer, atau sekitar 1 jam perjalanan bila ditempuh dengan kendaraan pribadi melewati Jalan Gempol –  Mojokerto.

Kamu akan menemukan konstruksi paving begitu belok dan melintasi Jalan Mojokerto – Pasuruan setelah melewati desa dengan jalan selebar 2 meter dan panjang sekitar 1 kilometer. Setelah itu, jalanan akan berganti dengan jalan tanah berpasir, sehingga kamu harus berhati-hati saat melintasinya.

Jangan khawatir jika kamu datang menggunakan mobil, karena sepeda motor maupun mobil bisa masuk karena tidak ada akses jalan yang sempit. Karena tidak ada lahan parkir yang resmi, kamu bisa memanfaatkan lahan yang sangat luas untuk memarkirkan kendaraan yang kamu bawa.

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@yudistiraargada via Twitter

Viral karena pemandangannya bak berada di Selandia Baru

Keberadaan wisata Ranu Manduro sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan. Pada awalnya, Ranu Manduro merupakan kawasan tambang galian C. Tambang tersebut sudah tak beroperasi lagi dan dibiarkan begitu saja.

Di musim penghujan, lahan ini akan ditumbuhi rerumputan yang memenuhi hampir seluruh area tambang sehingga menjadi seperti padang rumput. Ada pula bekas kerukan yang katanya untuk menimbun lumpur Lapindo di Sidoarjo, yang sekarang sudah digenangi oleh air hujan dan membentuk seperti danau. Nah, danau inilah yang dinamakan Ranu Manduro.

Seiring dengan padang rumput yang semakin menghijau, semakin banyak pula masyarakat sekitar yang mengunjungi padang rumput ini karena kagum dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.  Barulah pada awal tahun 2019, wisata Ranu Manduro viral lewat media sosial Twitter karena digadang-gadang sangat mirip dengan pemandangan di Selandia Baru.

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@ownersurveyor via Twitter

Hamparan padang rumput yang indah, lengkap dengan latar Gunung Penanggungan semakin menambah daya tarik wisata di sini. Belum lagi banyaknya bebatuan bekas galian yang seperti disusun secara alami, menambah nilai aesthetic yang sayang untuk tidak diabadikan dalam gambar.

Di musim kemarau, wisata Ranu Manduro ini juga memiliki spot menyerupai padang pasir yang juga tak kalah instagrammable. Tak heran jika destinasi wisata baru di Mojokerto ini langsung diserbu oleh wisatawan, terutama di akhir pekan.

Harga tiket masuk yang berubah-ubah sesuai jumlah pengunjung

Sempat viral dan seringkali dipadati pengunjung di akhir pekan, namun ternyata Ranu Manduro belum terdaftar sebagai destinasi wisata resmi yang dikelola oleh pemerintah setempat. Ranu Manduro juga belum memiliki fasilitas dasar seperti toilet umum atau musala.

Hal tersebut menjadikan tidak adanya harga resmi yang diberlakukan sebagai tiket masuk. Saat ini, area Ranu Manduro hanya dijaga oleh warga setempat yang mematok harga sekenanya sebagai tiket masuk. Untuk harga wajar, kamu akan dikenakan biaya cukup murah, yakni Rp5.000 saja per orang serta tambahan parkir Rp2.000 untuk satu unit sepeda motor.

Namun, jika sedang akhir pekan dan banyak pengunjung yang datang, kamu akan melewati beberapa ‘pos penjagaan’ yang masing-masing menarik Rp5.000 sekali lewat. Bahkan, ada pengunjung yang mengaku pernah mengeluarkan biaya sebesar Rp17.000 untuk bisa masuk ke daerah wisata Ranu Manduro.

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@chancundra via Twitter

Sempat ditutup karena lahan milik perusahaan swasta

Meski berada di lahan bekas tambang yang sudah tak beroperasi lagi, namun lahan yang menjadi area wisata Ranu Manduro sebenarnya masih berpemilik. Pemilik lahan, PT. Wirabumi, resmi menutup lahan pada hari Jumat, 28 Februari 2020. Penutupan tersebut terjadi setelah Ranu Manduro viral di media sosial.

Penutupan dilakukan lewat plang berwarna merah yang dipasang tepat di pintu masuk lahan galian. Plang tersebut berbunyi, “Dilarang keras memasuki wilayah pertambangan tanpa izin.” Namun, penutupan lahan galian tersebut tak disertai dengan penjagaan yang ketat.

Hal tersebut tentu saja tidak menyurutkan animo pengunjung untuk tetap datang dan menikmati pemandangan ala Selandia Baru di Mojokerto tersebut. Terlebih di akhir pekan, kawasan tersebut akan dipadati dengan pengunjung, sehingga akses jalan masuknya pun akan macet dengan antrian kendaraan yang mengular.

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@den_ahadin via Twitter

Setelah viral, jadi banyak sampah

Sayangnya, keindahan alam yang begitu memukau tak dibarengi dengan kesadaran oknum pengunjung untuk turut menjaga kelestarian alam. Terbukti, setelah viral di media sosial, banyak terlihat sampah yang berserakan di lokasi wisata Ranu Manduro.

Sampah tersebut kebanyakan adalah sampah bekas kemasan makanan, baik sampah makanan ringan atau sampah dari bungkus plastik makanan yang dijual oleh warga setempat. Miris sekali ya, jika melihat tempat wisata yang tak dijaga keasriannya dengan adanya sampah yang berserakan.

Bob berharap semoga warga setempat bisa bekerja sama untuk mengembangkan potensi wisata Ranu Manduro dengan menyediakan fasilitas dasar seperti toilet dan tempat sampah. Hal ini tentu untuk membuat pengunjung semakin nyaman dan turut menjaga kondisi wisata Ranu Manduro yang sangat indah.

Selandia Baru ala Mojokerto: 5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Wisata Ranu Manduro
@hafidzbashory via Twitter

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang juga disebut sebagai ‘New Zealand van Jawa’ ini? Jangan lupa untuk turut menjaga keindahan dan kelestarian, serta tidak mengotorinya, ya.

Menginap di Bobobox juga tak kalah asyik dan menyenangkan kok!

Jika belum sempat mengunjungi Ranu Manduro, menginap di Bobobox saja, yuk! Bobobox merupakan hotel kapsul yang memiliki desain futuristik dengan beragam fasilitas hi-tech. Dijamin kamu akan mendapatkan pengalaman menginap yang seru dan menyenangkan di sini.

Fasilitas di Bobobox ini didukung oleh sistem IoT, yang bisa kamu hubungan dengan smartphone-mu, lo. Ada lampu LED yang warnanya bisa kamu atur sendiri sesuai dengan mood-mu, serta kamu bisa menghubungkan smartphone dengan audio musik agar kamu bisa mendengar lagu favoritmu.

Cara pesan kamarnya juga mudah banget! Pesan pod melalui website atau aplikasi Bobobox. Kamu akan mendapatkan QR code yang bisa digunakan sebagai akses masuk ke dalam pod tanpa harus menggunakan kunci biasa. Podnya juga super nyaman dan bersih karena tim Bobobox selalu menjaga kebersihan dan keamanan para tamu.

Penasaran dengan interiornya? Jangan khawatir, kamu bisa melakukan virtual tour untuk bisa melihat beragam fasilitas dan interior instagenic-nya Bobobox. Tunggu apa lagi, yuk, pesan kamar di Bobobox sekarang!

You might also like