Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

3 Kuliner Semarang Legendaris yang Wajib Kamu Kunjungi

Kuliner Semarang

Kalau berbicara soal Kota Semarang, tentunya tidak akan jauh dari kuliner. Sebagai kota yang dinobatkan menjadi salah satu destinasi kuliner unggulan oleh Kementrian Pariwisata pada tahun 2015, ada banyak sekali tempat makan yang bisa kamu kunjungi. Nah, kali ini Bob mau mengajak kamu untuk mengenal lebih dekat kuliner bersejarah di Semarang. Pokoknya wajib untuk kamu kunjungi. Yuk, kita lihat sama-sama.

1. Lumpia Gang Lombok

Jalan Gang Lombok No. 11, Purwodinatan, Semarang Tengah

Buka pukul 08.00—17.00

Foto: Resepkoki.id

Kata orang-orang, sih, belum ke Semarang kalau belum makan lumpia. Meskipun sudah merambah kota-kota lain di Indonesia, lumpia Semarang dinilai sebagai pelopornya.

Kudapan asal Tionghoa yang sudah mengalami perpaduan dengan cita rasa Indonesia ini bisa kamu temukan di mana-mana. Namun, di Semarang ada satu tempat yang paling legendaris. Namanya adalah Lumpia Gang Lombok. Tepatnya berada di Gang Lombok nomor 11.

Sebelum kamu mencoba lumpia-lumpia lain, Bob sarankan kamu datang ke sini terlebih dahulu. Kenapa? Karena Lumpia Gang Lombok ini sudah berdiri selama ratusan tahun yang lalu. Jadi bisa dibilang bahwa Lumpia Gang Lombok ini adalah bapaknya para lumpia.

Rasanya? Kamu enggak perlu khawatir. Resep lumpia ini suda diwariskan hingga generasi ke lima dan rasanya masih tetap sama. Kamu bisa memesan lumpia basah atau kering. Isinya terdiri dari rebung dan saus petis dengan tambahan udang atau ayam sesuai selera.

Kamu juga enggak akan menemukan aroma amis atau anyir dari udang dan rebung. Pokoknya, kamu enggak akan rugi datang ke sini. Selain mencicipi rasa lumpia yang orisinal, kamu juga mencicipi bagian dari sejarah Kota Semarang.

Kalau soal tempat, Lumpia Gang Lombok ini masih mempertahankan bentuknya yang jadul walaupun sudah menetap di bangunan permanen. Gerobak dan besek masih bisa kamu lihat ketika berkunjung ke sini.

Bob sarankan kamu datang pagi supaya belum terlalu penuh. Soalnya Lumpia Gang Lombok ini sudah sangat terkenal dan banyak penggemarnya. Apalagi jika sudah memasuki jam makan siang. Pelanggan yang makan di sana dan yang minta dibungkus campur aduk. Kamu harus sabar, ya.

Sentuhan Modern

Tapi, kalau kamu enggak mau mengantre dan ingin suasana yang lebih modern, kamu bisa datang ke Java Loenpia.

Meski mereknya berbeda, lumpia yang dijual di Java Loenpia ini sama dengan yang dijual di Lumpia Gang Lombok. Jelas saja, Java Loenpia masih dipegang oleh keturunan pemilik Lumpia Gang Lombok.

Java Loenpia ini adalah upaya generasi ke lima dari pendiri Lumpia Gang Lombok untuk membuat lumpia khas mereka bersaing di dunia modern. Desain tokonya lebih trendi dan tempatnya lebih luas. Kamu juga enggak perlu khawatir masalah rasa soalnya resepnya masih sama, kok.

Java Loenpia ini beralamat Jalan Dokter Cipto No. 115A, Karangturi, Semarang Timur. Tokonya buka pukul 05.00—21.00

Menyantap Kuliner Jogja Yang Murah Dan Menggoyang Lidah Di Sekitar Kawasan Malioboro

2. Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok

Jalan Pemuda, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara

Buka pukul 08.00—10.30

Foto: Semarang.merdeka.com

Kalau lagi lapar pas malam, Bob biasanya cari yang gampang tapi enak. Apalagi kalau bukan nasi goreng.

Makanan yang satu ini memang layak terpilih sebagai salah satu makanan yang masuk 50 besar makanan paling enak di dunia tahun 2017 versi CNN. Selain rasanya yang enak, jenisnya pun beragam.

Kamu bisa menemukan ragam nasi goreng di setiap daerah di Indonesia. Dan di Semarang, kamu bisa menemukan yang namanya nasi goreng babat.

Meskipun banyak pedagang nasi goreng babat yang bisa kamu datangi, yang paling spesial dan bersejarah adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin.

Sukarmin atau Pak Karmin sudah menjual nasi goreng sejak tahun 1971. Dulu Pak Karmin tidak pernah berpikir bahwa nasi goreng buatannya akan menjadi terkenal seperti sekarang. Awalnya ia hanya berjualan karena tidak tahu harus menghasilkan uang dari mana lagi. Sejak itulah perlahan-lahan usahanya mulai berkembang dan sukses seperti sekarang ini.

Menyantap Kuliner Lezat Tebet Di Tempat Makan Dengan Konsep Yang Anak Muda Banget

Nasi goreng buatan Pak Karmin pada dasarnya sama seperti nasi goreng pada umumnya. Namun yang membuat spesial ada pada babatnya.

Babat dicuci hingga betul-betul bersih agar kandungan lemaknya benar-benar keluar. Setelah itu, babat direbus selama tiga hingga delapan jam. Inilah yang membuat teksturnya sangat empuk. Setelah itu, babat dibumbui dengan bumbu rahasia racikan Pak Karmin. Babat yang sudah diolah itu kemudian dicampur dengan nasi. Satu piring nasi goreng babat khas Semarang pun siap kamu nikmati.

Kalau kamu pecinta jeroan, kamu pasti bakal ketagihan makan nasi goreng ini. Rasanya manis namun pedas, berpadu dengan tekstur babat yang renyah di luar dan empuk di dalam.

Selain nasi goreng, Pak Karmin juga menjual babat gongso. Olahan babat yang satu ini menggunakan babat yang sama yang digunakan untuk nasi goreng. Hanya saja babat gongso disajikan terpisah seperti tumisan.

Pokoknya kalau kamu ke Semarang, jangan lupa mampir ke sini. Bob juga sampai terbayang-bayang, nih.

3. Nasi Gandul Pak Memet

Jalan Dokter Cipto No.12, Bugangan, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang

Buka pukul 4.30—21.30

Foto: media.travellingyuk.com

Tempat legendaris terakhir yang harus kamu coba di Semarang adalah Nasi Gandul Pak Memet. Walaupun berasal dari kota Pati, nasi gandul yang satu ini justru populer di Semarang.

Nasi Gandul Pak Memet ini termasuk legendaris karena beliau sudah berdagang sejak 1990. Cukup lama, kan? Selain itu, Pak Memet tidak membuka cabang dan tidak pernah pindah dari lokasinya yang dulu.

Dulu, nasi ini dijual dengan cara dipikul. Dalam bahasa Jawa pikul berarti gandul. Maka dari itulah makanan khas ini disebut nasi gandul. Kamu juga akan menemukan gerobak pikul di warung-warung nasi gandul sebagai tempat menaruh wadah nasi dan kuah.

Nasi gandul disajikan di atas piring beralaskan daun singkong. Nasi yang sudah disajikan kemudian disiram oleh kuah kecoklatan yang mirip gulai atau rawon. Akan tetapi itu bukan keduanya. Kuah nasi gandul tidak menggunakan bahan yang biasanya dipakai rawon seperti keluak dan daun melinjo ataupun sereh yang dipakai di gulai.

Setelah nasi disiram oleh kuah, kamu bisa memilih lauk apa untuk pendamping nasi. Ada daging sapi, babat, usus, kikil, paru, limpa, lidah, ati, hingga otak. Lauk lain seperti tempe dan perkedel juga tersedia, kok. Jadi kalau kamu enggak bisa makan daging, jangan khawatir.

Bob sarankan kamu datang ke sini saat tendanya baru saja dibuka. Siap-siap untuk mengantre kalau kamu datang terlambat. Soalnya, nasi gandul ini banyak sekali peminatnya. Di samping rasanya yang enak, harganya juga terjangkau.

Sebetulnya, masih banyak makanan khas Semarang yang bisa kamu kunjungi. Tiga tempat tadi baru permulaan saja sebagai perkenalan kamu ke Kota Semarang. Jadi, siapkan kantong dan perut kamu ya kalau jalan-jalan ke Semarang.

Berkunjung Ke Jakarta? Jangan Sampai Lewatkan 10 Kuliner Legendaris Berikut Ini

Jika kamu ingin suasana menginap yang berbeda dan unik, Bobobox adalah solusinya. Rasakan bedanya menginap di hotel kapsul yang tidak hanya nyaman namun juga terjangkau. Unduh aplikasi Bobobox untuk kemudahan transaksi dan berbagai fitur menarik lainnya. Yuk, menginap di Bobobox!

You might also like
Comments
Loading...