Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

10 Mitos Tentang Tidur yang Menipu Banyak Orang. Ada yang Sempat Kamu Percaya?

Dari semuanya, kamu sempat percaya yang mana?

Manusia menghabiskan satu per tiga hidupnya untuk tidur. Meskipun begitu, tidur masih menyimpan berbagai misteri. Ada juga banyak permasalahan soal tidur. Sebagian adalah fakta dan sebagian lain adalah mitos tidur. Yuk simak sama-sama mitos tidur yang umum beredar di masyarakat.

Mitos tidur minum susu bisa membuat mudah tidur

mitos tidur
Photo by engin akyurt on Unsplash

Banyak orang minum segelas susu sebelum pergi tidur. Hal ini dikarenakan segelas susu dipercaya bisa membantu kamu cepat terlelap. Namun sayangnya hal tersebut hanyalah mitos tidur. Susu bisa membuat kamu rileks namun tidak membantu kamu tertidur lebih cepat.

Hal ini dikarenakan oleh kandungan tryptophan yang ada di dalam susu. Tryptophan adalah zat yang memproduksi serotonin dan melatonin, senyawa yang membuat kamu rileks. Akan tetapi, karena kandungannya yang sangat kecil, tryptophan yang ada di dalam segelas susu tidak bisa membuat kamu mengantuk.

Meskipun banyak orang yang merasa mengantuk setelah memninum segelas susu, hal ini dikarenakan efek psikologis. Belum ada bukti ilmiah yang bisa membuktikan mitos tidur yang satu ini.

Makan keju menyebabkan kamu bermimpi buruk

mitos tidur
Photo by Waldemar Brandt on Unsplash

Mimpi buruk memang membuat jengkel. Kamu bisa terbangung di tengah tidur dan merasakan hal yang tidak enak. Beberapa orang berpendapat bahwa mimpir buruk bisa saja disebabkan oleh keju. Akan tetapi, mimpi buruk yang disebabkan oleh keju juga hanya merupakan mitos tidur.

Tidak ada sesuatu di dalam keju yang bisa mengakibatkan mimpi buruk. Namun, jika kamu makan keju terlalu banyak hal ini bisa saja terjadi. Menurut situs Science Focus, jika kmau pergi tidur dengan perut yang penuh, kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu di REM (rapid eye movement).

Di sanalah seringkali mimpi sering muncul. Jadi, makan keju sebelum tidur dapat menyebabkan mimpi buruk adalah mitos tidur belaka.

Mitos tidur siang bikin susah tidur di malam hari

mitos tidur
Photo by Adi Goldstein on Unsplash

Banyak orang menjadikan tidur sebagai kebiasaan. Di Spanyol tidur siang bahkan dijadikan sebagai sebuah budaya yang bernama siesta. Akan tetapi, apakah tidur siang dapat menyebabkan kamu sulit tidur di malam hari? Ternyata, hal ini hanyalah mitos tidur saja.

Tidur siang justru memiliki manfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah mempersiapkan enzim yang ada di dalam tubuh sebelum makan. Akan tetapi, kamu harus memperhatikan waktu tidur siang kamu. Jangan sampai lebih dari 30 menit. Jika terlalu lama, kamu akan merasa pusing.

Mitos tidur otak kamu beristirahat saat tidur

mitos tidur
Photo by Morgan Housel on Unsplash

Saat kamu tidur, kamu kehilangan kesadaran. Akan tetapi, tidak berarti otak kamu berhenti bekerja. Hal ini hanyalah mitos tidur saja. Faktanya, otak kamu memiliki banyak peran saat kamu tertidur.

Kamu masih terus bernapas saat tidur. Jantung kamu masih tetap berdetak saat tidur. Organ lain pun masih berfungsi saat kamu terlelap. Hal ini dikarenakan otak kamu yang memegang kendali.

Mitos tidur semakin tua, semakin sedikit kamu perlu tidur

mitos tidur
Photo by Cristina Gottardi on Unsplash

Seiring dengan perubahan fisik saat menua, pola tidur kamu pun akan berubah. Hal ini merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bukan berarti kebutuhan kamu akan tidur berubah. Faktanya, meskipun bertambah tua, kamu tetap memiliki kebutuhan tidur yang sama saat dewasa.

Hanya saja, semakin bertambahnya usia, ada banyak faktor yang menyebabkan kamu memiliki kualitas tidur yang maksimal di malam hari. Salah satunya adalah tahap tidur. Orang dewasa menghabiskan waktu di tahap tidur ringan lebih banyak dibandingkan dengan tahap tidur nyenyak.

Penyebab lainnya adalah orang dewasa memproduksi melatonin lebih sedikit seiring dengan bertambahnya usia. Jadi, semakin bertambahnya usia, bukan berarti kamu tidak membutuhkan lebih sedikit waktu tidur. Hal tersebut hanyalah mitos tidur.

Mitos tidur kurang di malam hari membuat kamu mengantuk di siang hari

mitos tidur
Photo by Kyle Glenn on Unsplash

Seringkali kamu merasa mengantuk dan lelah di siang hari. Apakah hal ini disebabkan kurang tidur di malam hari? Kelelahan dan rasa kantuk di siang hari bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah kamu makan terlalu banyak karbohidrat saat jam makan siang.

Hal ini juga bisa disebabkan karena kamu duduk dengan posisi yang sama dengan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, jika kamu masih merasa lelah padahal sudah memiliki waktu tidur yang cukup di malam hari dan kamu tidak makan karbohidrat berlebihan atau duduk terlalu lama, kamu bisa saja memiliki sleep apnea.

Mitos tidur menonton televisi sebelum tidur bisa bikin ngantuk

mitos tidur
Photo by Bruna Araujo on Unsplash

Banyak orang menonton acara televisi sebagai pengantar tidur. Kamu menonton, rileks, melamun, lalu tertidur. Akan tetapi, hal ini justru merupakan mitos tidur. Masalahnya terletak di cahaya yang dipancarkan oleh layar televisi. Pada umumnya, tubuh kamu memiliki jam tidur yang diatur secara alami melalui terbit dan terbenamnya matahari.

Saat hari sudah gelap, tubuhmu akan memproduksi hormon melatonin. Saat hari sudah cerah, hormon itu akan menghilang dan tidak akan membuatmu mengantuk kembali.

Cahaya artifisial yang dihasilkan layar televisi membuat pola tersebut kacau. Ketika kamu menonton televisi di waktu tidur, melatonin yang harusnya muncul justru menghilang, membuat kamu tidak mengantuk.

Mitos tidur minum minuman beralkohol bisa meningkatkan kualitas tidur

mitos tidur
Photo by Mae Mu on Unsplash

Minum minuman beralkohol sebelum tidur tidak akan membuat kualitas tidurmu semakin baik. Hal ini hanyalah mitos tidur belaka. Alkohol dapat mengurangi masa REM dan mengganggu ritme circadian.

Hal ini disebabkan alkohol meningkatkan produksi adenosine dalam tubuh, senyawa yang berpengaruh pada kualitas tidur. Jika demikian, kamu akan terbangun di saat tubuh kamu belum sepenuhnya beristirahat.

Mitos tidur mengorok tidaklah berbahaya

mitos tidur
Photo by Shane on Unsplash

Bagi beberapa orang, mengorok mungkin terlihat biasa saja. Akan tetapi, mengorok adalah salah satu gejala sleep apnea yang paling umum, sebuah kondisi di mana kamu bisa berhenti bernapas saat tidur.

Mengorok mengindikasikan bahwa saluran udara kamu tersendat. Jika tidak ditindaklanjuti, sleep apnea bisa membahayakan. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengorok menderita sleep apnea.

Mitos tidur sulit berarti insomnia

mitos tidur
Photo by Alexandra Gorn on Unsplash

Meskipun terdengar sangat berkaitan, susah tidur bukanlah gejala dari insomnia. Hal ini merupakan mitos tidur yang seringkali salah dipahami oleh banyak orang. Insomnia bisa merupakan gejala dari masalah tidur, medis, atau psikologis yang bisa ditangani.

Gejala yang sering muncul adalah muncul rasa kantuk di siang hari, kelelahan yang berlebihan, marah-marah, dan sulit berkonsentrasi.

Liburan singkat dengan staycation di Bobobox

bobobox

Bobobox adalah hotel kapsul yang bisa bikin kamu bebas dari stres. Suasana tenang dan hening akan kamu dapatkan saat masuk ke pod-nya. Selain itu, desainnya yang modern juga enak untuk dinikmati.

Nggak cuma itu, teknologi yang digunakan juga canggih. Untuk memesan kamar, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Bobobox. Aplikasi ini, selain untuk memesan, juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Tinggal pindai saja QR code-nya.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan lupakan stres untuk sejenak!

You might also like