Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Nostalgia Bareng Bob dengan Jamming Lagu-Lagu Emo Paling Populer di Tahun 2000an Ini Yuk!

Playlist wajib untuk nongkrong hingga pensi

Lagu Emo 2000an pernah menjadi bagian dari genre alternatif yang digandrungi banyak kalangan, terutama anak muda. Di era tersebut, memang ada banyak band Emo yang kemudian menjadi kiblat para remaja Indonesia.

Kerap menemani saat-saat nongkrong bersama teman, musik satu ini juga identik dengan fashion-nya yang nyentrik. Melihat ke belakang, kamu mungkin akan dengan mudah mengenali style anak-anak pengikut aliran musik tersebut, entah itu di mall maupun gigs. Rambut poni lempar dan klimis, bibir bertindik, baju dan celana hitam ketat hingga kuteks hitam menjadi beberapa ciri khas anak-anak Emo di tahun 2000an.

Namun, selera musik Emo tentu bukan sekadar perkara penampilan. Kata Emo sendiri merupakan singkatan dari emotional music. Sesuai dengan namanya, musik Emo ini biasanya berisi curahan atau ekspresi emosional dari band atau penyanyi itu sendiri terkait kehidupan pribadi mereka sehingga terkadang musik satu ini dianggap agak lebay.

Musiknya juga memiliki ciri khas berupa iringan melodi, ketukan drum yang tidak konstan layaknya punk hingga pemakaian minor scale yang membuat lagunya terasa gelap. Liriknya bisa cenderung agresif atau justru melankolis,tergantung pada jenis turunannya. Nah, buat kamu yang pernah melewati masa puber di era tersebut, nostalgia dulu yuk dengan 10 lagu Emo 2000an berikut ini!

Saosin – Seven Years

Seven Years merupakan lagu Emo 2000an yang berhasil melambungkan nama band Saosin. Saosin sendiri kala itu beranggotakan Anthony Green, Beau, Chris, Justin dan Alex. Sayang, di puncak keemasannya tersebut, Anthony justru memilih hengkang dengan alasan keluarga.

Beruntung, Saosin menemukan pengganti bernama Cove Reber yang ternyata membuat nama band semakin besar. Lewat lagu Seven Years yang merupakan Anthony Green, kemampuan vokal Cove terlihat sangat menonjol. Pasalnya, ia harus bernyanyi dalam berbagai gaya, mulai dari nada rendah, nada tinggi, scream hingga growl. Cocok banget nih buat kamu yang suka bernyanyi scream.

Saosin – You’re not Alone

Selain Seven Years, Saosin juga terkenal dengan You’re not Alone-nya. Lagu Emo 2000an ini bahkan menjadi ikon Saosin dan semakin melambungkan nama mereka di era keemasannya antara tahun 2006-2007. Saking populernya, Saosin pun kebanjiran job untuk menyelenggarakan tur di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sesuai dengan judulnya, lagu satu ini memang berusaha merangkul khalayak bahwa mereka tidak sendirian di dunia ini. Karena itu, tak heran jika lagu yang cenderung slowrock ini tak hanya milik anak muda saja, namun juga disukai oleh segala usia.

Story of the Year – Until the Day I Die

Di masa lagu Emo 2000an banyak diperdengarkan, Story of the Year adalah salah satu band yang berada dalam puncak kejayaannya. Salah satunya lewat lagu Until the Day I Die yang menjadi lagu wajib dalam playlist para kawula muda. Selain banyak dinyanyikan bersama dalam berbagai acara, lagu Emo 2000an ini juga menemani kawula muda dalam melewati masa-masa indah puber.


Baca Juga: Lepas Stress Dengan Mendengarkan 9 Playlist Indie Indonesia Berikut Ini!


The Used – Buried Myself Alive

The Used termasuk band Emo yang cukup beruntung sebab tak lama setelah perilisan album pertama mereka, nama The Used langsung melambung. Hal tersebut bahkan sukses mengantarkan mereka ke berbagai gelaran musik besar dan bergengsi.

Album tersebut salah satunya berisikan single Buried Myself Alive dengan liriknya yang begitu mendalam. Kamu bisa mengartikannya sebagai hubungan toxic dengan pacar, kecanduan, depresi hingga hubungan dengan orang tua. Yang pasti, playlist kesayangan anak muda era tahun 2000an ini cocok banget buat menemani kamu jamming sambil galau.

Finch – Letters to You

Letters to You dari Finch merupakan lagu cinta yang gamblang. Lagu Emo 2000an ini bercerita tentang perasaan rindu pada pasangan yang ketidakhadirannya justru membuat hati semakin sayang. Lagu ini tentunya cocok banget kamu dengarkan sambil menggalau saat kamu kesulitan untuk tidur malam hari dan berharap pujaan hati ada di samping kamu.

My Chemical Romance – Welcome to the Black Parade

Jika kamu pernah menjadi anak Emo, kamu tentu tidak asing lagi dengan band My Chemical Romance.  Terbentuk pada tahun 2001, MCR beranggotakan Gerard Way, Ray Toro, Mikey Way dan Frank Lero. Band satu ini terbilang sukses di kancah rock dan Welcome to the Black Parade menjadi salah satu lagu terbaik mereka yang tembus angka tiga juta penjualan.


Baca Juga: Dengerin 7 Rekomendasi Lagu City Pop Indonesia Berikut Untuk Menyemangati Harimu!


My Chemical Romance – Helena

Meski Welcome to the Black Parade mungkin lebih banyak dikenal, namun Helena juga tak kalah ikonis. Helena sendiri merupakan single kedua sekaligus yang paling hits dalam album kedua My Chemical Romance yang bertajuk Three Cheers for Sweet Revenge.

Rilis pada 8 Maret 2005 lalu, Helena disebut-sebut kembali membawa wabah tren fashion anak Emo dengan pakaian serba hitam serta penggunaan eyeliner-nya. Lagu Emo 2000an ini juga menjadi lagu terakhir yang mereka nyanyikan secara live sebelum mereka bubar. Penggalan lirik terakhir yang berbunyi “So long and goodnight” pun seolah menjadi ungkapan selamat tinggal kepada penggemar.

The Red Jumpsuit Apparatus – Face Down

Face Down dari The Red Jumpsuit Apparatus merupakan salah satu lagu Emo 2000an yang sangat hits di masanya. Di era tersebut, sepertinya hampir semua kawula muda menyimpan atau setidaknya pernah mendengarkan lagu tersebut. Bukan hanya itu, Face Down juga seolah menjadi lagu wajib di berbagai pensi anak sekolah apalagi lagu ini terbilang catchy sehingga mudah untuk ikut menyanyikannya.

Namun, di balik lagu catchy tersebut ternyata mengangkat tema yang gelap dengan pesan mendalam sebab Face Down ini menyoroti perihal hubungan toxic dan penuh kekerasan. Lewat lagu tersebut, The Red Jumpsuit Apparatus seolah mempertanyakan aksi pelaku kekerasan dalam hubungan, apakah kekerasan tersebut membuat mereka merasa seperti laki-laki sejati.

Silverstein – My Heroine

Lagu Emo 2000an lainnya yang sangat laris manis adalah My Heroine dari Silverstein. Penuh dengan melodi menyenangkan dan riff yang menghentak, My Heroine membuat kamu ingin mendengarkannya lagi dan lagi. Bukan cuma itu, lagu Emo 2000an ini juga memiliki pesan mendalam tentang jeratan hubungan toxic yang bisa menjadi obsesi tidak sehat. lagu ini tentu relatable banget terutama bagi kamu yang pernah terjebak hubungan tidak sehat dengan orang yang kamu sayang.


Baca Juga: Masih Ingat Lagu-Lagu K-Pop Ayodance Yang Meleganda Ini Gak? Dengerin Bareng Bob Yuk!


Paramore – Misery Business

Rilis pada 2007 silam, Misery Business merupakan salah satu lagu ikonis dari band Paramore. Bukan hanya itu, lagu Emo 2000an ini juga sukses mengantarkan Paramore menembus pasar dunia. Misery Business sendiri berisikan lirik yang berkenaan dengan masa remaja, ketika para gadis merasakan cinta, kemarahan, persaingan, kecemburuan hingga kebencian terhadap sesama perempuan.

Meski kerap dibawakan dalam konser Paramore, Hayley William, sang vokalis, menegaskan tidak akan lagi menyanyikan lagu tersebut dalam pertunjukan live-nya. Hal ini kabarnya berkaitan dengan pesan lagu yang dianggap antifeminis.

Perlu tempat untuk me time sambil nostalgia dengan lagu Emo 2000an? Gak usah pusing-pusing mencari tempat, langsung saja ke Bobobox! Hadir dengan gaya futuristik dan minimalis, Bobobox memang menawarkan kenyamanan dengan memaksimalkan fungsi ruang sehingga tidak banyak makan tempat untuk aksesori dan fasilitas yang tidak perlu.

Bukan cuma itu, di setiap podnya, Bobobox selalu menyediakan Bluetooth speaker yang bisa kamu hubungkan dengan laptop atau ponsel kamu. Kamu pun bisa bebas mendengarkan berbagai lagu kesukaan sambil tiduran, baca buku, browing atau bahkan bekerja. Unduh dulu yuk aplikasi Bobobox untuk informasi lebih lanjut!

You might also like